[HANAH Power] See You

Hanah power copy

Title : See You | Author : @ferrinamd | Genre : Sweet | Rating : General | Length : 1.015 words | Main Cast : Lu Han, Song Ah Ri

Please read Song Ah Ri’s Profile first.

Gadis itu masih berjalan dengan langkah mantap.  Selepas membantu ibu untuk memasang payet-payet di beberapa tempat pada gaun pernikahan yang nanti akan dikirim kepada pelanggan ibunya. Sudah dua jam, Ririn baru bisa keluar dari butik Ah-dorable. Beruntung ibu mengizinkan Ririn pergi barang sebentar saja, menikmati angin sore sekaligus matahari yang sebentar lagi menepi ke peraduannya.

Kakinya masih melangkah pada bahu jalan Apgujong. Ramai kerumunan orang tidak membuatnya berhenti berjalan. Karena memang niatnya untuk pergi sendiri. Dan sekarang mood-nya dalam keadaan sangat baik.

Ririn berhenti di kedai kopi kecil. Bangunan yang berdiri diantara bangunan motel dan supermarket terkenal. Tetap saja tujuan utamanya tertuju pada toko yang telah lama menjadi langganannya. Selain menjual berbagai macam kopi dan teh, di kedai itu juga menjual bubble tea, minuman kesukaannya. Tidak, bukan sepenuhnya ia menyukai minuman itu. Tapi karena Luhan. Pria Chinese itu yang seminggu lalu sudah membuat hidup Ririn berubah.

Padahal Ririn saja hanya bertatap muka intens saat fanmeet kemarin. Namun ingatan tentang sosok pria itu terlalu membekas di hati. Sampai Ririn mencari semua berita yang berhubungan dengan Luhan. Kesukaan dan ketidaksukaan sama satu hal pun, Ririn sudah hapal di luar kepala. Salahkan Luhan, dia terlalu menebarkan pesonanya pada Ririn.

Gadis itu memesan minumannya dan selesai memesan, Ririn mencari tempat yang bagus untuknya. Sekedar bersantai di sore hari ini. Akhirnya pilihan Ririn jatuh pada kursi kayu berada di dekat jendela. Tepatnya pojok ruangan. Tempat strategis baginya.

Tubuhnya terhempas di atas kayu yang nyaman. Interior kedai ini memang sederhana. Namun Ririn selalu suka berlama-lama di kedai ini. Seringkali instrument musik menenangkan jiwa terputar secara teratur sejak awal toko ini dibuka, hingga sekarang. Senyuman tersungging di bibir tipis miliknya. Ririn masih mengingat bagaimana polosnya ia saat berhadapan dengan Luhan. Sampai Ririn lupa meminta tandatangan pada Suho. Anehnya, Ririn sama sekali tidak kesal atau kecewa karena tidak mendapat yang dia inginkan. Yang ada hanya senyuman lebar setelah kepulangannya dari acara fansign seminggu yang lalu.

Bunyi bel bersamaan dengan seseorang yang masuk ke dalam kedai. Tampak sosok pria memakai kupluknya, menutupi rambut coklat pekatnya dari dunia luar. Mata lentiknya –yang mirip dengan mata seorang wanita– itu melihat ke sekeliling kedai ini. Pandangan matanya tertuju pada Ririn yang juga menatap pria itu. Sepertinya Ririn mengenalinya, walaupun wajahnya sebagian tertutupi masker.

“Siapa dia?” tanya Ririn pada dirinya sendiri. Pria itu berlalu menuju meja kasir. Tengah memilih minuman yang akan dia pesan. Setelah memesan, selagi menunggu sosok yang sedaritadi mengganggu pikiran Ririn kembali menatap gadis itu. Memandang lembut, seolah berbicara lewat matanya. Ririn tertunduk. Ia rasa mengenal pria itu.

‘Jangan-jangan itu Luhan. Ah, tidak mungkin.’

Ririn menggelengkan kepalanya mengaburkan dugaan singkatnya. Mana mungkin Luhan akan kemari. Pasti dia sibuk bukan main. Jadwal EXO pasti padat saat comeback seperti ini.

Ririn akhirnya bangkit dan melangkah pergi. Tanpa sadar barang berharganya tertinggal di meja. Ternyata sepasang mata pria itu mengamati gerak-gerik Ririn, bahkan saat dompet Ririn tertinggal di atas meja. Luhan segera menghampiri meja tempat gadis yang sejak tadi mencuri perhatiannya. Ia pun melihat dompet tersebut, sampai ia mencari kartu nama Ririn. Ketemu.

“Tak jauh dari sini.” Luhan tersenyum meskipun tak ada seorang pun bisa melihatnya. Ia senang secara tidak langsung mengetahui dimana gadis itu tinggal.

“Tuan, pesananmu.”

“Ya.”

****

Langkahnya masih semangat mengikuti alamat yang tertera pada kartu nama milik Song Ah Ri. Jadi namanya Song Ah Ri.

“Nama yang bagus.” Luhan tetap menggenggam kartu tersebut. Mengamati foto formal di kartu nama milik gadis itu. Kaki Luhan terhenti di depan gerbang tinggi berwarna coklat pekat. Matanya mencari sesuatu untuk bisa memanggil penghuni rumah ini untuk keluar. Tidak mungkin Luhan berteriak memanggil-manggil Ah Ri. Orang pasti menganggapnya tidak waras.

Ah, itu.” Luhan mendekati kotak kecil tertempel di dinding gerbang. Terdapat bel rumah yang otomatis akan menarik perhatian orang di dalam. Luhan menekan tombol itu tiga kali. Tidak ada jawaban. Luhan coba sekali lagi.

Menunggu beberapa detik, hingga pintu gerbang terbuka. Tampak gadis yang ia lihat di kedai tadi, mengenakan pakaian yang sama.

“Ada apa?” tanyanya ragu. Mungkin Ririn menganggapnya pria asing yang berniat jahat. Luhan menurunkan masker, menampakkan paras tampannya. Tak ayal mata Ririn melebar sempurna. Siapa yang tidak kaget mendapati sosok idola pujaan para gadis mengunjungi rumahnya? Luhan tertawa geli melihat wajah polos Ririn.

“Maaf, aku ingin mengembalikan dompet ini.” Luhan mengacungkan dompet merah muda di depan wajah Ririn. Gadis itu gelagapan dan membetulkan posisi berdirinya. Ia seketika panik, tapi akhirnya bisa menguasai kegugupannya.

“Ini dompetmu,” ujar Luhan menyodorkan barang temuannya pada Ririn. Langsung saja, gadis itu menerima dompet miliknya.

“Terima kasih banyak.” Ririn membungkuk hormat, menghargai kemurahan hati Luhan sudah menolongnya menemukan benda berharga. Setelah pulang dari kedai, Ririn mencari-cari dompet miliknya. Sayangnya, tidak ketemu sama sekali. Sampai ibunya menelpon bank untuk memblokir kartu kreditnya untuk sementara waktu dan melapor polisi atas kehilangan barangnya.

Ternyata tidak disangka, seorang Luhan menolongnya. Ririn sangat berterima kasih padanya. Pertemuannya dengan Luhan kali ini benar-benar terduga. Dan kini sudah dua kali terjadi. Ririn tidak pernah merencanakannya sama sekali. Luhan juga tahu, mungkin Tuhan sudah mentakdirkannya untuk bertemu dengan gadis pujaannya.

Siapa yang tahu? Pria itu berharap lebih dari pertemuan keduanya. Semoga bisa dipertemukan lagi dengan gadis cantik di hadapannya.

“Sama-sama, Song Ah Ri,” jawab Luhan. Agak ragu memanggil nama Ririn. Takut salah orang. Ririn tersenyum senang. Jadi Luhan sudah mengetahui namanya.

“Panggil aku Ririn, Lu-ge.

Okay, aku panggil Ririn. Nama yang cantik. Bagus kamu memanggilku, Lu-ge, yah, Luhan gege.” Luhan tergugup, ia menyentuh tengkuknya. Kenapa dia segugup ini? Ririn menahan tawanya dengan tersenyum tipis. Pria yang lucu.

“Sebaiknya aku pulang. Mmm,aku pulang dulu, bye.” Luhan membungkuk sebelum akhirnya ia pergi. Baru beberapa langkah, Luhan berhenti dan berbalik.

“Sampai ketemu lagi, Ririn,” sahut Luhan. Tangannya terangkat ikut melambaikan tangan pada gadis itu. Ririn tersenyum lebar, ikut melambaikan tangannya. Menatap sosok Luhan menghilang di balik persimpangan jalan. Ririn masuk ke dalam gerbang, menguncinya rapat. Badannya bersandar pada gerbang rumahnya. Menghirup napas dalam-dalam, senyumnya tetap tersungging di bibirnya. Menghalau rasa senang yang berlebihan, namun terasa menyenangkan. Begini kah rasanya jatuh cinta?

Ririn membuka dompetnya, menyadari ada kertas terjatuh dari dalam dompetnya. Ririn memungut secarik kertas kecil dan mendapati tulisan tertera di atasnya.

See you next time.

I hope we will meet again.

Call me : 010-6237-34**

 ****

p.s : Aku mau ucapin “Selamat Hari Raya Idul Fitri. Maaf lahir batin, kawan. Semoga kita dipertemukan lagi dengan ramadhan tahun depan. Aamiin. Love you~

Happy Reading, guys 😉

Iklan

One thought on “[HANAH Power] See You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s