DoReMi~ Truth Or Dare

 

TOD

 

Title : DoReMi~ Truth Or Dare

Main Cast : DO Kyungsoo (EXO) and Min Hyo Sun (OC)

Genre : Romance   Length : Ficlet

Rating : G

Author : IsshikiSaika

 

“Jadi,.”

Kyungsoo menggantungkan kalimatnya. Ia menatap Hyosun yang sedang duduk di depannya, memeluk kedua lututnya dan hanya mengedikkan bahu. Festival musim semi sudah lewat sejak beberapa minggu lalu, namun Hyosun tetap rajin mengunjungi ruangan itu. Tentu saja karena Kyungsoo lebih mudah ditemui disana dari pada mengunjungi dorm pacarnya itu dan harus bergelut dengan berbagai paparazzi atau fans-fans yang selalu mengikuti EXO 24/7.

“Ini kali ke empat kau membatalkan date, Kyung.” Hyosun mengerucutkan bibirnya. Dia sedang kesal. Pagi tadi Kyungsoo mengirimkan pesan singkat untuknya agar bertemu di ruangannya. Hyosun sudah mengira Kyungsoo akhirnya akan mengajaknya sore ini untuk kencan-yang sudah mereka rencanakan sejak Januari lalu. Namun lagi-lagi Hyosun harus mendengar penjelasannya tentang syuting drama yang sedang dilakukannya bulan ini dan laki-laki itu hanya mempunyai waktu bebas sampai jam enam sore nanti.

Kyungsoo menatap Hyosun dengan perasaan bersalah. Hyosun sudah cukup bersabar atas tindakannya yang beberapa kali membatalkan acara kencan secara sepihak karena perubahan berbagai jadwal syuting dan kegiatan grupnya. Ia tahu Hyosun juga hampir selalu sibuk, namun gadis itu selalu bisa mencari celah untuk meluangkan waktu. Sementara bagi Kyungsoo sangat sulit untuk mencari waktu luang beberapa bulan terakhir ini, sekalipun ia memiliki waktu, itu adalah jam 2 dini hari. Ia masih cukup waras untuk tidak mengajak Hyosun berkencan pada jam itu.

“Maaf Hyosun..” Kyungsoo bergerak mendekat pada Hyosun yang masih menekuk wajahnya. Ia memegang lembut tangan gadis itu.

Hyosun menghembuskan napas pelan.

“Baiklah. Asal kau punya sesuatu yang menarik selain kencan sore ini aku tidak akan kesal lagi.” Hyosun menolehkan wajahnya ke samping lalu bergumam pelan, “tapi tetap saja kencan jauh lebih menarik.” Kyungsoo tertawa kecil melihat tingkahnya.

“Ya, aku punya.” Ujar Kyungsoo tampak percaya diri.

“Apa itu?” Hyosun menatapnya-mulai tertarik.

“Kita bermain Truth Or Dare!” Kyungsoo berujar riang, padahal kalau sedang bersama dengan para member dia jarang sekali menampilkan ekspresi sejenis itu.

“Kau pasti habis melakukan permainan itu di dorm. Benar ‘kan?” tebak Hyosun.

Kyungsoo mengangguk, “terlalu biasa ya?” ujarnya sambil memegang tengkuknya.

Hyosun Menggeleng, “tidak apa. Ayo bermain Truth Or Dare.” Ujar Hyosun bersemangat.

Kyungsoo tersenyum. “Baiklah. Truth Or Dare, Hyosun?” Tanya Kyungsoo.

Hyosun tampak menimbang-nimbang sekilas lalu memutuskan memilih dare.

“Mainkan aku lagu favoritmu di album terbaru grupku dengan piano.” Tantang Kyungsoo.

Hyosun mengangguk. Tepat sekali waktunya, weekend kemarin ia gunakan menghapal note salah satulagu kesukaannya di album Overdose.

Hyosun duduk di depan tuts piano dan mulai memainkan jarinya disana. Dentingan piano yang dihasilkannya mengalunkan lagu Moonlight. Kyungsoo berdiri di samping gadis itu sambil menopang dagu di atas piano. Ia memejamkan mata beberapa saat, berusaha meresapi melodi yang dimainkan Hyosun. Begitu mengakhiri permainannya, Kyungsoo bertepuk tangan.

“Bagus sekali. Berapa lama kau mempelajarinya?” tanya Kyungsoo penasaran. Mereka kembali duduk di lantai.

“Umm, seminggu? Atau lebih entahlah..” Hyosun tampak mengingat-ingat.

“Ada berapa lagu di albumku yang kau bisa mainkan?”

“Banyak, tapi untuk album ini aku hanya mempelajari Moonlight. Aku suka suaramu di track itu.”  Ucap Hyosun.

“Hanya suaraku saja?” Kyungsoo mengerling, Hyosun serta merta tertawa.

“Umm.. aku suka suara semua member.” Timpal Hyosun.

“Aiish, kau tidak paham maksudku,” gerutu Kyungsoo, Hyosun kembali tergelak.

“Aku tahu oppa, tapi aku tidak ingin membuat kau semakin besar kepala.” Hyosun mendorong pelan bahu Kyungsoo.

“Sekarang giliranku, truth or dare?”

Truth.” Jawab Kyungsoo mantap.

Hyosun mendecak. “Sepertinya itu memang pilihan andalanmu.” Kyungsoo terkekeh menanggapinya.

Hyosun diam sejenak, ia memainkan jemarinya di lantai dengan mengetuk-ngetukkan kukunya-berusaha memikirkan pertanyaan yang tepat untuk Kyungsoo.

“Kapan kau pacaran pertama kali? dan bagaimana kau menyatakan perasaanmu?” Tanya Hyosun kemudian sambil melipat kedua tangannya di dada.

Kyungsoo tampak terkejut beberapa saat sebelum menjawab, “tahun kedua SMA, waktu itu aku menyanyikan sebuah lagu untuknya sepulang sekolah.”

Hyosun merasakan bahunya merosot. “Hmm, baiklah…” Ucapnya sambil memandang bingkai jendela dengan pandangan menerawang. Gambaran wajah Kyungsoo yang sedang menyanyikan lagu pada gadis yang disukainya tercetak jelas di benaknya.

“Hey..” Kyungsoo melambaikan tangannya di depan wajah gadisnya.

Hyosun mengerjap beberapa kali lalu merespon dengan bergumam.

“Kupikir kau akan bosan jika aku menyanyi seperti itu disaat mengatakan perasaanku, mengingat kau sudah terbiasa dengan musik.”

“Tapi aku tidak pernah bosan dengan suaramu.” Hyosun menggigit bibirnya begitu kata-kata itu meluncur begitu saja.

Kyungsoo merasaka kedua sudut bibirnya terangkat otomatis seiring dengan semburat merah muncul di kedua pipi Hyosun.

“Baiklah. Aku akan menyanyikan banyak lagu untukmu nanti.” Kyungsoo menatap Hyosun lembut.

Hyosun balas menatap laki-laki itu, “arasseo.”  Ucapnya pelan. Hyosun sudah bisa menyesuaikan aksen Korea-nya setelah beberapa bulan kembali ke negara itu.

“Giliranku kan?” Tanya Kyungsoo memastikan.

Truth Or Dare?”

Truth

“Siapa first kiss mu dan umur berapa kau mendapatkannya?” Hyosun tersedak mendengar pertanyaan yang dilontarkan Kyungsoo.

“Uh.. Itu waktu aku berumur lima tahun, dia tetanggaku. Dan umm ya, dia yang melakukannya.” Hyosun kembali bernostalgia ketika menjawabnya.

 Setelah pindah ke Wina ia tidak pernah mendengar kabar apapun lagi tentang tetangganya itu. Dulu di tahun-tahun awal kepindahan keluarganya ia hampir setiap hari menelpon anak laki-laki itu, namun seiring berjalannya waktu dan Hyosun kecil mulai memasuki play group, kontak mereka menjadi jarang bahkan akhirnya terputus sama sekali.

“Apa dia juga first love-mu?” Tanya Kyungsoo lagi, namun detik berikutnya ia merutuki pertanyaan yang akan menjadi boomerang itu.

Hyosun tersenyum kecil ke arah Kyungsoo, “akan ku jawab untuk truth or dare berikutnya.”

Truth or Dare, Kyung?” Hyosun memang kadang memanggil pacarnya tanpa embel-embel ‘oppa’  dibelakangnya dan Kyungsoo tidak keberatan dengan itu sama sekali. Cara Hyosun memanggil namanya dan membuat panggilan itu sudah cukup membuatnya senang.

Dare.” Hyosun bersorak riang. Sepertinya ia benar-benar menunggu kesempatan laki-laki itu menjawab dare.

“Lakukan Aegyo dan aku akan merekamnya.” Kata Hyosun dengan sorot mata jahil.

Kyungsoo menelan ludah. Aegyo adalah hal yang paling jarang dan dihindari untuk dilakukannya selama ini. DI depan kamera pun, hal itu selalu menjadi opsi terakhirnya.

Namun kali ini ia harus menelan mentah-mentah tantangan untuk melakukannya.

“Ayolah kyung, tenang saja, aku tidak akan menyebarluaskan aegyo spesial ini.” Hyosun terkikik geli sambil mengatur mode video di ponselnya.

Hana, Dul, Set.” Hitung Hyosung dengan semangat. Kyungsoo memposisikan dirinya tepat di depan kamera lalu mulai menggerakkan tangannya ke samping pipi dan..”bbuing bbuing.”

Hyosun mendecak tidak puas,”kau malah terlihat menyeramkan seperti itu.” Kyungsoo menggeleng begitu melihat Hyosun kembali mengatur mode ponselnya-bermaksud mengulang shooting dadakan itu.

“Lakukan dengan ekspresi cute, ayolah sekali-kali ber-aegyo didepanku ‘kan bagus, aku jadi tidak akan kesal lagi kalau kau membatalkan kencan hanya dengan memutar video ini, ne? ne?” pinta Hyosun.

Kyungsoo menarik napas.

“Baiklah.” Hyosun bertepuk tangan begitu ia melihat Kyungsoo bersiap melakukan aegyo lagi. Ia lalu mulai merekam dan menghitung dengan mengacungkan jarinya di samping ponsel. Pada hitungan ke tiga Kyungsoo serta merta beraksi dengan aegyo selama lima belas detik. Hyosun berusaha menahan tawanya ketika Kyungsoo mengerucutkan bibirnya lalu kemudian tersenyum dengan ekspresi imut. Entah berapa kali laki-laki itu mengatakan ‘bbuing bbuing’ lalu mengerling.

“Hahaha.. Good Job, Kyung!” seru Hyosun sambil memegang perutnya begitu video itu berhasil tersimpan.

“Kau benar-benar beruntung Hyosun, aku tidak pernah menunjukkan aegyo dalam waktu selama itu.” Ujar Kyungsoo setelah menutupi wajah dengan sebelah tangannya karena menahan malu.

Hyosun tersenyum girang,”wah, aku menjadi saksi aegyo langkamu.” Timpalnya.

Kyungsoo mengangguk setuju, “Sekarang aku, truth or dare?”

Dare.”

“Buatkan aku makanan umm.. aku pilih cookies, selama seminggu sebagai sarapanku sebelum berangkat shooting.”

Ne?” Hyosun terperanjat mendengar tantangan itu.

“Aku akan menyempatkan diri ke sini dulu setiap pagi, letakkan saja di mejaku.” Lanjut Kyungsoo sambil menunjuk mejanya.

Ne?” ulang Hyosun tak percaya.

“Ayolah, itu akan membuatku lebih semangat tiap hari.” Kyungsoo mengerling.

Hyosun menghela napas. Dia tidak pernah punya hubungan yang harmonis dengan dapur.Kyungsoo benar-benar memberikan dare yang ‘tepat’.

“Baiklah.”

Jinjja?”

“Hmm.”

Yes! Aku akan menjadi orang pertama yang mencicipi masakanmu.” Kyungsoo berlonjak girang.

“Tapi Kyung, aku tidak ingin kau juga yang menjadi korban pertama karena memakan masakanku.” Ujar Hyosun cemas yang seketika mengundang tawa Kyungsoo.

Gwaenchana, aku percaya pacarku tidak akan membuatku berakhir di rumah sakit karena masakannya.” Kyungsoo menepuk-nepuk pelan bahu Hyosun.

“Arasseo, aku akan berusaha sebisa mungkin.” Kata Hyosun sungguh-sungguh.

Truth Or Dare, Kyung?” Lanjut Hyosun.

Truth

“Jelasakan bagaimana kau bisa menyukaiku.”

Kyungsoo mengusap dagunya-berpikir,”sejujurnya aku bingung. Kau menumpahkan kopi di blazer-ku lalu ternyata kau sepupu dari Gikwang Hyung, lalu kau mengikuti audisi itu dan aku mulai memerhatikanmu karena aku ingin tahu gadis seperti kau , lalu setelah mengantarmu pulang waktu itu, aku menyimpulkan kau gadis yang menyenangkan dan aku berpikir untuk mengajakmu kencan suatu hari nanti.”

Hyosun terkesiap mendengarnya. Sesedarhana itu?

Oh, tentu. Dia pun sesederhana itu menyukai laki-laki yang sedang berada dihadapannya sekarang.

“Kau melamun lagi, hm?” Hyosun mengerjap kaget begitu mendapati wajah Kyungoo yang sedang tersenyum menatapnya.

“Eh, iya.” Hyosun menoleh ke arah jam dinding. “Lima belas menit lagi jam enam. Ku rasa kau harus menelpon manajermu Kyung,”

“Sudah, dia sedang dalam perjalanan kesini. Aku akan mengantarmu dulu.” Kata Kyungsoo.

“Bagaimana dengan jadwalmu nanti?” Tanya Hyosun ragu. Ia tidak ingin Kyungsoo terlambat nanti.

“Manajer sudah mengaturnya. Tenang saja jadwal hari ini tidak terlalu mendesak.” Ujar Kyungsoo dengan senyum menenangkan. Ia kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Hyosun yang masih duduk.

Kaja.”

Hyosun menarik pelan tangan itu lalu ikut berdiri di samping Kyungsoo. Tanpa melepas pegangan tangan Hyosun, Kyungsoo menyelipkan jari-jarinya diantara jemari milik Hyosun. Hyosun mengulas senyum.

Kau selalu punya cara untuk membuat jantungku berdetak tidak karuan, Kyung.

~♪~♪~♪~

 

Alloha~~

DoReMi~ Series Back…. kkkk~

Shout out Kyungsoo-Hyosun shipper out there….!!

Yow..! /Heboh sendiri/

Hi again to all EGD readers,..^^

Do enjoy your visit and don’t forget to leave some notes, kay?

/wink/

/bbuing bbuing bareng Kyungsoo/ xD

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “DoReMi~ Truth Or Dare

  1. akhirnya doremi update jugaa 🙂
    aaaa, baru aja ngulang ep weekly idol yg dyo disuruh aegyo, itu seremmm en menggelikan menurutku .-. hahahaha. apalagi kalo aegyo nya lamaan dikit di dpn hyosun, kebayang betapa gelinya si hyo. wkwk.
    kasian hyosun disuruh bikin cookies buat dyo selama seminggu penuh, nanti kalo dapurnya meledak tiap hari gimana. ㅋㅋㅋㅋ
    doremi hwaiting!

  2. KYAAAAAA~ ya ampuuuuuun, kenapa manis banget yang ini, lama-lama aku overdosis kalo dicekokin kayak ginian terus rin….. awwwwh
    sukak banget sama percakapan mereka yang sweet luar biasa dan yeah, Rini, Gos bless me, aku nggak tau caranya main truth or dare, jadi ya geleng-geleng aja gitu pas baca ini, aku mudeng-mudengin aja walau dalam hati aku nangis kejer karena nggak bisa memahaminya betul-betul…
    tapi wajah Kyung tetep bisa dibayangin kok ahahaha
    aku nih aku! KyungHyo garis keras! keras banget malah lol
    keyeennnn… ditunggu kelanjutannya rin, yang makin sweet yaaak 😀 bodo amat lah mau overdosis atau gimana kkk~

  3. Aku yang baca aja deg2an apalagi Hyosun yang ngalamin sendiri ya hihihihi
    Asik doremi update dan sudah romantis2an sekarang ya ga malu-malu lagi :3
    Hyosun pengertian ya soal schedulenya Kyungsoo (‘._.’) Walaupun kesal dia masih bisa menahan emosinya, hebat. dan cara menyelesaikan masalahnya lucu dan manis :3 Pacar yang baik dan pengertian sekali. Hyosun, boleh minta video si mata belo lagi aegyo ga? XD
    Ga kebayang sebesar dan sebulat apa mata Dio pas Hyosun minta dia beraegyo XD
    Akhirnya di minggu2 ff “potek” (?) di EGD ada juga yang masih kasih genre fluff. Bagus2. Terus romantisan ya aku senang bacanya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s