[Virus Chajin] Doux Jaloux

NEW CHAJIN - Doux Jaloux Cover

Author: Immocha | Leght: Ficlet |Cast: Park Chanyeol & Kim Hyo Jin | Genre: Romance

Author Note:

Thanks to: semua orang yang terlibat dalam pembuatan FF ini&poster buatan muti, makasih banyak. I love you guys ♥

Please read Kim Hyo Jin’s Profile before read this fanfic.

September 2013

Ini pengalaman pertama bagi Hyojin untuk menemani Chanyeol bekerja. Mereka sedang berada di sebuah studio untuk proses penggarapan sebuah music video yang menjadikan Chanyeol sebagai model utama pria. Selama berada di lokasi syuting tentu saja ia harus menjaga jarak dan sikap seolah-olah mereka bukanlah sepasang kekasih. Hyojin duduk dan berkumpul dengan para staff dan kru. Kim Hyojin tersenyum, akting Park Chanyeol benar-benar memukau. Gadis itu jelas bangga padanya. Ia menyukai semua yang Tuhan berikan pada kekasihnya.

Namun, ada kalanya, pada adegan tertentu, ketika Chanyeol –sebagai pemeran utama pria– harus beradegan mesra dengan intensitas khusus dengan sang pemeran utama wanita, hati Hyojin seperti mendadak berhenti berdetak.

Salah satu contohnya sekarang, ketika Chanyeol harus beradegan berpelukan dengan Lee Ho Jung –model utama wanita– di music video You Don’t Know Love ini. Hanya pelukan singkat sebenarnya.

Seharusnya biasa saja. Kenapa harus kesal?

Tapi tetap saja ada rasa panas yang menjalar merambati pori-pori di sekujur tubuh Hyojin. Membuatnya mendadak gerah. Padahal gadis itu mengerti –sangat mengerti bahkan– bahwa itu semua hanyalah tuntutan peran dan skenario. Bukan mau Chanyeol. Bukan juga mau Ho Jung – perempuan lawan mainnya.

Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka Hyojin harus menekan rasa cemburunya dan membuangnya jauh-jauh.

.

.

Namun kini, ketika Hyojin menyaksikan bagaimana chemistry kedua insan tersebut, tiba-tiba saja seperti ada dua belas serigala yang mencakar hatinya. Terutama karena sifat Chanyeol yang easy-going dan kali ini luar biasa tampan dengan kostumnya, kemeja berwarna biru muda dipadukan dengan sweater hangat berwarna putih tulang. Oh, siapa yang tidak akan tertarik dengan pria setampan Chanyeol?

Bodoh. Mestinya tidak boleh cemburu. Itu kan hanya arahan naskah. Itu jelas-jelas hanya sandiwara. Lalu, mengapa jadi kesal begini?

Sial.

Melihat Hojung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Chanyeol dengan sempurna, kemudian mendekap lelaki itu dengan mesra, Hyojin sudah tidak mampu menyaksikannya lebih lama lagi. Gadis itu bangkit berdiri dan hendak beranjak pergi ketika salah seorang staff mencegahnya.

“Kau mau kemana?”

Van. aku akan beristirahat disana, kepalaku sedikit pusing.”

“Baiklah.”

Hyojin tersenyum singkat, lalu pergi begitu saja, tidak peduli kekasihnya masih harus menyelesaikan beberapa scene lagi. Dia memilih terduduk di kursi paling belakang saat ia sudah berada di dalam van yang membawanya dan Chanyeol ke lokasi syuting.

Hati gadis itu sudah gelisah tidak karuan.

***

Chanyeol menghampiri Hyojin saat ia mendapatkan waktu break dari jadwal syutingnya. Lelaki itu memilih duduk di samping Hyojin sambil mengamati arah pandang kekasihnya itu.

Kosong.

Gadis itu sama sekali tidak melihat apapun di balik kaca mobil.

“Kau tidak apa-apa, VJ? Kata coordi noona tadi kau tidak enak badan, benarkah?”

“Tidak, aku baik-baik saja, oppa.”

“Lalu kenapa denganmu? Kau cemburu?”

Chanyeol menatap lekat-lekat gadis yang sedang duduk di sampingnya. Gadis itu hanya balas menatapnya sekilas, tanpa ekspresi. Lalu, kembali memalingkan wajahnya menatap luar jendela, menghindari tatapan sekaligus menolak untuk merespon pertanyaan dari Chanyeol.

“Benar. Kau cemburu.”

Kali ini yang meluncur dari bibir Chanyeol berupa pernyataan, bukan lagi sebuah pertanyaan. Sudut bibir Chanyeol terangkat. Geli melihat kekasihnya itu tiba-tiba bertingkah semacam ini. Hyojin menjadi dingin, beruntung gadis itu tak lagi menghindari, lalu pergi meninggalkannya ke luar negeri seperti sebelumnya. Gadis itu memilih untuk tidak mengacuhkan Chanyeol sama sekali dan hanya berdiam diri.

Setelah beberapa saat saling diam –lebih tepatnya Hyojin mendiamkan Chanyeol dan lelaki itu menunggu gadisnya bersuara– akhirnya Hyojin berbicara.

“Tidak. Kata siapa?”

Hyojin mengelak dengan defensif, meski tahu bahwa dirinya jelas-jelas sedang terbakar api cemburu.

Gadis itu tidak pernah bisa mengerti kenapa dirinya jadi selalu kekanak-kanakan untuk masalah semacam ini. Sebelumnya, ia cemburu melihat Chanyeol dan Yejin bersama dan sekarang dia cemburu dengan Lee Ho Jung yang berperan menjadi kekasih Chanyeol di MV ini. Hatinya masih panas. Dia butuh menenangkan diri, tapi juga tidak bisa menghindar dan menolak kehadiran lelaki di sampingnya ini. Jadilah dia bersikap aneh dan menggelikan seperti ini.

.

“Tentu saja kataku. Kau cemburu, Kim Hyojin.”

“Aku tidak cemburu, Park Chanyeol.”

.

Chanyeol mengangkat alis. Tak lama kemudian senyuman lebar penuh kemenangan menghiasi wajahnya.

Hyojin mendengus dengan sebal.

“Oke. Oke. Aku hanya sedang kesal. Aku hanya tidak suka melihat gadis itu memelukmu dan bertingkah—”

“Tapi kau tahu itu hanya sandiwara. Itu hanya tuntutan peran. Sutradara sudah menuliskan naskah sesuai dengan lagu K-Will sunbaenim,” potong Chanyeol cepat.

Hyojin menghela napas panjang. “Aku tahu. Tapi…”

Kalimat Hyojin menggantung di udara. Gadis itu tidak dapat menjelaskan apa yang dia rasakan dengan logika. Bukankah segala sesuatu yang menyangkut hati memang tidak dapat dijelaskan dengan logika?

Pokoknya dia cemburu. Hanya itu. Titik.

Hyojin tidak suka melihat Chanyeol dekat dengan wanita lain. Lalu bagaimana dengan staff perempuan? Fans?

Sepertinya Hyojin telah membuat pengecualian dengan orang-orang tersebut.

Sebagai pengalihan, Hyojin memilih untuk merogoh ponselnya yang tersimpan di saku celana. Menelan rasa jengkel yang bercokol di hatinya. Berharap kekesalannya akan luntur jika dia bermain game. Mungkin dia memang orang yang paling mudah terbakar api cemburu.

.

Chanyeol tertawa melihat kekesalan Hyojin yang ia luapkan secara terang-terangan. Lalu mencodongkan tubuh dan mimiringkan mukanya persis di depan muka Hyojin, menghalangi pandangan gadis itu dari handphonenya. Tingkah Chanyeol yang diluar dugaan itu membuat Hyojin mendadak mundur. Tangannya terangkat untuk menggeser muka Chanyeol ke tempat semula.

.

Lalu, tiba-tiba saja sesuatu yang mengganjal pikiran Hyojin sejak dua bulan kemarin, meluncur begitu saja dari bibir gadis itu.

“Kau tahu? Kau dan Yejin eonni pasangan yang serasi. Banyak sekali EXO fans yang membuat kalian menjadi pemeran fanfiction mereka sebagai sepasang kekasih.”

.

Chanyeol tertegun mendengarnya. Lelaki itu tahu bahwa gadisnya akan begini, mengungkit kejadian yang pernah membuatnya kesal. Karena dulu ketika mereka bahkan masih hanya berstatus sebagai teman, Hyojin melakukan hal yang sama. Tapi tentang fanfiction yang memasangkan dirinya dan Yejin sebagai sepasang kekasih merupakan hal baru di telinga Chanyeol.

Air muka Chanyeol terlihat serius lalu mengatakan, “Ah, iya benar. Kami memang pasangan yang serasi.”

.

Hyojin mengerjap, kekesalan semakin menumpuk dalam hatinya. Bukan itu jawaban yang ingin didengarnya. Lalu ocehan selanjutnya meluncur begitu saja dari bibirnya.

“Dia juga luar biasa cantik. Sempurna. Berbakat. Idaman para pria. Seorang trainee dan tak lama lagi dia akan memulai debutnya.”

“Kau benar. Yejin memang cantik”

.

Uh oh. Kau ingin menggali kuburmu sendiri ternyata, Tuan.

Hyojin memutar badannya ke arah Chanyeol, kini mereka berhadapan. Menatap lelaki itu dengan tatapan membunuh.

“Ya sudah. Kenapa kau memutuskannya, Park Chanyeol? Kenapa tidak pacaran saja lagi dengan—”

.

..

….

Dingin. Manis. Dan rasa strawberry.

.

Ketika Chanyeol melepasnya, muka gadis itu merona merah.  “Kau mencurinya, Park Chanyeol.”

Sudut bibir lelaki itu terangkat lagi, membentuk seringai, menggoda.

“Tapi kau menikmatinya.”

Hyojin membeku, memilih tidak merespon ucapan Chanyeol.

 .

“Kenapa? Mau lagi?”

.

Hyojin memelototi Chanyeol. Demi Tuhan Park Chanyeol, ini kan di dalam van. Bagaimana jika ada orang yang mengetahui kejadian ini.

Lelaki itu tertawa, mengabaikan reaksi Hyojin.

“Aku tidak mau dia. Cerita tentangku dan dia sudah selesai. Aku mempunyai cerita baru sekarang. Apa kau tahu dengan siapa?”

.

Ucapannya membuat pipi gadis itu semakin memerah seperti kepiting rebus.

Ugh.

Hyojin benci Chanyeol dan kemampuan lelaki itu dalam membuatnya meleleh seperti cokelat.

“Kau tahu, VJ? Mereka hanya memilikiku dalam cerita semu, hanya terpaku dengan naskah yang dibuat sutradara, sedangkan denganmu…”

Chanyeol mengecup pipi Hyojin kilat.

.

“Kau dan aku bisa menulis cerita kita sesuai yang kita mau, kau hanya perlu mempercayaiku. Aku milikmu, Park Hyojin.”

Iklan

4 thoughts on “[Virus Chajin] Doux Jaloux

  1. kisseu >_< uri girin ternyata sesuatu ya :3 HAHAHA, Aku senang kaka bisa comeback lagi {}
    Hyo, terus memikirkan masa lalu dan rasa cemburu tak ada gunanya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s