Puzzle Tub: Cropped Side

wpid-poster-cropped-side.jpg

Cropped Side

| Marumero | Zhang Yixing (EXO-M), Shim Nayong (OC) | Drama, Romance | Chaptered | G 

Disclaimer: OC, plot and story are mine, Zhang Yixing belongs to fans 😀

PS: Horra!!! Setelah sekian lama, akhirnya bisa update ya huhuhu. Terima kasih untuk semua dukungan dan untuk mereka yang menantikan kelanjutan Puzzle Tub kekeke. Love you all. Semoga bisa lanjut secepatnya. *peluk semua, peluk Lay* 😀 Btw, the poster was so ugly hahahahell~

Enjoy the words ^^

Sejauh Nayong bergabung dan mendengar masa lalu Yixing dari teman-teman di fanclub dan dari Li Na, kali ini adalah pertama kalinya ia benar-benar terkejut mendapati fakta ada sesuatu yang terpotong dari cerita mereka. Entah karena ia tak mendengarkan bagian dimana Yixing mempunyai teman perempuan atau entah karena mereka semua memang belum mengetahui fakta tersebut. Nayong memutar otak, berusaha mencari hal yang ia lewatkan dari cerita mereka, nihil. Ia tak menemukan apapun, mendadak otaknya berhenti bekerja, sekelebat perasaan tak enak menjalar keseluruh tubuhnya. Bertanya-tanya mengapa tiba-tiba terjadi kejadian semacam ini.

Matanya masih menatap Yixing dan mata Yixing masih menatap gadis itu. Ia membeku, sama halnya dengan Nayong. Yixing masih belum menjawab pertanyaannya dan waktu serasa bergulir dalam slow motion. Membingungkan.

Detik berikutnya, ia tau waktu perlambatannya telah berakhir dan yang terjadi kemudian terasa begitu cepat, ketika Li Na dan teman-teman yang lainnya menyerobot ke kerumunan mereka.

“Nayong!” teriaknya, menghambur memeluk Nayong. Mereka melihat sunbaenim dan menyapanya. Sebelum Nayong sempat bereaksi dengan serangan mereka yang tiba-tiba, Nayong telah dikepung oleh beberapa dari mereka. “Sunbaenim, kami harus membawa Nayong sekarang, maaf karena telah menyeretnya.” Nayong mendengar Li Na membungkuk meminta maaf pada sunbaenim dan ia meliriknya sekilas, menatap Yixing yang masih mematung ditempatnya. Sunbaenim hanya tertawa dan membiarkannya pergi membawa Nayong, ia memaklumi apa yang mereka lakukan. Ia tersadar apa yang akan terjadi pada Yixing jika mereka telah menyeretnya dan membiarkannya sendiri disana. Nayong hampir memberontak saat kemudian ia mendengar, “Dan Yixing oppa, kau harus ikut dengan kami.” Ujarnya dan menyeret Yixing mengikuti dibelakang Nayong. Seketika kekhawatirannya menghilang. Ia juga melihat gadis itu hanya terdiam melihat kepergian Nayong dan Yixing tanpa merubah ekspresi dari sebelumnya.

Nayong menghela nafas, berjalan keluar dari tempat pertunjukan. Sepanjang perjalanan ia mengobrol dengan mereka dan Li Na masih bersama Yixing di belakangnya. Ia meliriknya sekilas dan tak mempunyai ide sama sekali ketika ia menatap Yixing mengangkat bahu, mengikuti rencana yang sedang berjalan.

Nayong melanjutkan perjalanan dan tersenyum kecil, serangan Li Na tadi terasa membuatnya merasa terselamatkan. Entah ia harus berterima kasih karena ia telah dibebaskan dari suasana canggung atau ia harus marah pada Li Na karena ia merusak fakta yang akan terungkap jika mereka berdua masih berdiri disana. Melihat bagaimana hal terjadi sesuai apa yang teman-temannya rencanakan, Nayong meyakini ia memilih yang pertama. Dan ia harus berterima kasih karenanya.

Setelah menyusuri lorong, tibalah mereka dipintu rahasia. Mereka berhenti sejenak dan kembali melangkahkan kaki ketempat keramaian. Hari mulai malam dan lampu-lampu jalanan menyala.

“Kalian akan membawaku kemana?” tanya Nayong saat mereka berhasil menyeberang jalanan sepi.

“Oh ayolah, apa kau benar-benar berpikir tak akan ada pesta ulang tahun? Kau berhutang pada kami.” Li Na merangsak masuk diantara Nayong dan yang lainnya, bergelayut dibahu Nayong. “Setidaknya harus ada sesuatu yang gratis.” Ucapnya, berkedip menggoda pada Nayong dan Nayong tertawa melihatnya.

“Aku kan tidak pernah menjanjikan apapun.” Sengalnya, gemuruh kecil kemudian berdengung menandakan mereka kecewa. “Baiklah, baiklah, selama kalian berjanji tak akan menambah porsi kalian. Kalian tau, kalian mengerikan jika telah berhubungan dengan makanan, girls.” Nayong memutar bola mata dan membuat mereka semua tertawa. Mereka masih tertawa sepanjang perjalanan dan untung saja mereka masih didaerah yang sepi, jadi tak perlu menganggu pejalan kaki lainnya. Nayong menoleh kebelakang dan melihat Yixing ikut tersenyum dengan mereka, kemudian ia memisahkan diri dan berjalan sejajar dengan Yixing.

Oppa maaf membuatmu mengikuti kami, apa akan baik-baik saja? Kau ada jadwal hari ini?” Nayong berkata lirih dan menatap Yixing yang sedang menatapnya juga.

“Tidak, tidak. Aku tak ada jadwal hari ini, aku bisa ikut bersama kalian. Tak perlu khawatir.” Yixing tersenyum dan membuat Nayong ikut tersenyum, ia bisa merasakan pipinya memanas.

Tak lama kemudian mereka sampai ditempat tujuan mereka, tempat dimana mereka selalu makan bersama ketika ada perayaan tertentu. Mereka masuk kedalamnya dan menempati meja panjang disudut ruangan. Nayong memesan makanan untuk tujuh orang dan mengobrol sedikit saat menunggu makanan mereka datang.

“Ternyata kau selama ini menyembunyikan pacarmu dari kami, Nayong, tega sekali kau tidak mengenalkannya pada kami.” Ujar mereka.

Nayong terkesiap dan menatap mereka tajam, ini bukan yang pertama kalinya Yixing dikira sebagai pacarnya. Tapi lama-lama ia merasa tak enak juga pada Yixing, tapi yang bersangkutan hanya tersenyum, menyilangkan tangan didada dan masih terdiam.

“Apa-apaan kalian ini, di-dia bukan pacarku. Kami hanya teman.” Jawabannya kemudian disusul dengan sorakan kecil dan membuat wajahnya terasa sangat panas sehingga mereka semakin menertawakan Nayong. “Kalian bisa memanggilnya Yixing.” dengan begitu Nayong mengakhiri pembicaraannya ketika Yixing mulai angkat bicara dan ngobrol dengan mereka.

Nayong bisa melihat keterkejutan diwajah Yixing saat melihatnya sedang mengobrol dengan teman-temannya. Nayong tau ia terkejut karena mereka sama sekali tak mengenali Yixing sebagai idol dari grup baru bernama EXO yang berada dibawah SM Entertainment yang begitu terkenal. Itu karena mereka tidak begitu tertarik dengan mereka para idol, dan tentu saja bukan karena ada sesuatu yang salah dengan mereka. Tapi karena mereka memutuskan jalan mereka untuk seperti itu. Nayong selalu menghormatinya. Mereka satu angkatan dengannya tapi dijurusan yang berbeda, dua orang menetap di musik tradisional dan dua orang lainnya di musik modern. Cukup mengherankan juga bagaimana dua diantara mereka menetap di musik modern tetapi tidak menyukai Hallyu Wave. Ya, begitulah mereka.

Keterkejutan Yixing kemudian terganti dengan keramahan yang selalu terpasang diwajahnya. Mereka masih mengobrol tentang banyak hal sampai akhirnya makanan datang dan mereka makan bersama.

Yixing berterima kasih pada Nayong karena makanannya tidak pedas jadi ia tak perlu khawatir untuk memakannya. Sama seperti Nayong yang juga memesan makanan tanpa rasa pedas.

Oppa kau harus mencoba yang ini. Ini enaaaak sekali.” Li Na menawarkan Yixing, wajahnya sangat meyakinkan.

“Benarkah? Tidak pedas kan?” ujarnya menanggapi Li Na.

Nayong menatap Li Na, ia melihatnya dengan curiga. “Tentu saja tidak, cobalah.” Li Na menjawab. Nayong terdiam memegang sendoknya dan melihat Yixing mengambil sesendok makanan yang ditunjuk Li Na.

Kemudian ia memakannya dan Li Na tertawa, Nayong semakin curiga. Dan benar kecurigaan Nayong.

“Li Na, ini pedas!.” Teriaknya pada Li Na yang tertawa terbahak-bahak dan Yixing mulai mengipasi lidahnya dengan tangan. Wajahnya kemudian memerah diikuti oleh anggota tubuh lainnya. Nayong mendelik kearah Li Na dan mengulurkan segelas air putih pada Yixing.

Oppa, minumlah.” Yixing menerima gelas itu dan meneguknya.

Yang lainnya ikut tertawa karena wajah Yixing yang memerah. Mereka berhenti tertawa saat wajah Yixing kembali normal. Nayong menatap Li Na marah, tapi tak ada yang bisa ia lakukan sekalipun ia ingin sekali melemparkan mangkuk didepannya kewajah Li Na.

Oppa maafkan Li Na, ia memang suka keterlaluan.” Katanya.

Li Na mendengus dan menjejalkan makanan ke mulutnya. “Tak apa-apa, aku tau dia memang kurang ajar.” Ejek Yixing dan membuat Li Na tersedak. Sekarang giliran Nayong yang tertawa bersama mereka semua.

Mereka melanjutkan makanan mereka dan terus mengobrol. Nayong menangkap sesuatu yang terlintas dipikirannya. Ia merasa iri kepada Li Na karena ia begitu dekat dengan Yixing, sedangkan ia masih merasa canggung untuk berinteraksi secara dekat dengan Yixing. Mungkin karena mereka mempunyai darah yang sama sebagai orang China, jadi tak ada sekat diantara mereka, Nayong meyakinkan diri.

Setelah makanan habis dan teman-temannya tak ada yang melanggar janji untuk memesan porsi lebih, Nayong mengangkat ibu jarinya pada mereka dan tersenyum.

“Kau tidak memesan soju, kau sudah dua puluh tahun sekarang, kan?” bisik Li Na ditelinga Nayong. Ia membelalakan matanya dan menatap Li Na tajam. Walaupun Li Na berbisik tetap saja masih terdengar oleh mereka semua, mereka kemudian menatap Nayong, menunggu jawaban yang akan ia ucapkan.

“Tak akan.” Jawabnya tegas.

Li Na tertawa keras dan membuat yang lainnya bingung, termasuk Yixing. “Kenapa?” ujar mereka.

“Dia takut mabuk, bukan karena dia tak suka alkohol atau membencinya, alasan konyol.” Jawab Li Na mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah sebelum Nayong sempat membuka mulut untuk menjawab. Mereka hanya menganggukan kepala dan Nayong merasa malu. Pembicaraan itu menjadi topik terakhir mereka sebelum pulang.

Keempat temannya tiba-tiba membuka tas dan mengeluarkan empat kotak besar berkilauan. Nayong terkejut melihatnya.

“Selamat ulang tahun!” teriak mereka dan bertepuk tangan. Nayong menerimanya dan mengucapkan terima kasih pada mereka. Matanya memanas dan mulai berkaca-kaca, tapi ia menahannya. Kemudian Li Na mengeluarkan kamera dan mengambil foto bersama.

Setelah membayar makanan, mereka bersiap pulang, saat Nayong mengajak Li Na, ia berkata tak bisa pulang dengannya karena harus pergi kesuatu tempat dengan yang lainnya, kemudian Yixing menawarkan diri untuk mengantar Nayong dan jadilah mereka pulang bersama.

“Jadi kau ulang tahun, hm?” tanyanya lembut ketika mereka mulai berjalan setelah turun dari bus.

“Begitulah.” Ujar Nayong, mengangkat bahu.

Langkah mereka terhenti, telah sampai ditujuan. Nayong berdiri menghadap Yixing, menatapnya.

“Terima kasih untuk hari ini.” Ucapnya, Yixing mengulurkan kantong berisi hadiah dari teman-temannya. Nayong menerimanya dan membungkukan badan sebagai tanda terima kasih.

Yixing membalasnya dan berkata, “Aku juga berterima kasih untuk hari ini,” ia melangkah maju, menghampiri Nayong. “Dan selamat ulang tahun untukmu, aku tak bisa memberikan apapun sebagai hadiah.” Tangannya mengacak rambut Nayong dan membuat Nayong berdiri membeku. Matanya melebar dan jatungnya berdetak sangat cepat.

“K-kau t-tak perlu memberiku hadiah, yang terjadi hari ini saja sudah cukup, aku sangat senang.” Nayong tersenyum dan membuat Yixing ikut tersenyum. Kemudian tangannya turun dan mencubit pipi Nayong sekilas. Nayong bisa merasakan pipinya terbakar dan memanas dengan seketika.

“Masuklah, kau harus istirahat.” Nayong mematung mengangguk sekilas dan berusaha bernafas dengan baik sampai akhirnya ia berbalik dan meninggalkan Yixing menatap punggungnya menghilang dibalik pintu.

Yixing melangkah pergi dan Nayong menaiki lift. Bersandar pada dinding lift yang dingin dan menyentuh dadanya yang meronta-ronta. Pikirannya melayang pada kejadian barusan dan hari ini, ulang tahun terbaik yang pernah dialaminya seumur hidup. Dan untuk pertama kali dalam hidupnya, Nayong menyukai ulang tahun. Menghabiskan waktu bersama Yixing adalah hadiah terindah yang pernah ia dapatkan.

Pikirannya sejenak terganggu, senyumnya sedikit memudar, ketika ia mengingat satu hal yang masih membuatnya berpikir curiga. Potongan cerita mereka yang masih belum ia temukan. Entah susuatu yang terpotong atau terlewatkan, Nayong harus menemukannya.

Denting lift berbunyi menandakan ia telah sampai dilantai yang ia tuju. Tangannya menenteng kantong dan ia kembali tersenyum sementara tangan lainnya membuka pintu kamar.

Best birthday…ever.” Ujarnya tersenyum menghambur kedalam kamar.

That’s all! Bagaimana? Aku harap cukup memuaskan hihi.

Terima kasih yang sudah membaca, komentar, likes, saran, kritik sangat dinantikan demi kemajuan penulisan kekeke ^^ Have a wonderful day 😀 *elus-elus abs Lay*

bboing~

Iklan

9 thoughts on “Puzzle Tub: Cropped Side

  1. kak kenapa di bold semua sih ._____.
    anyway keputusanmu itu menyelamatkan nayong dari crushing di awal /? aku gak tau mau komen apa tapi ini pendek, aku agak sebel soalnya aku berharap bakal panjang -_- huhu.

  2. hai Mel,…
    aku sukaaa part ini.
    terutama bagian
    ~ Nayong takut mabuk XD ahhaha
    ~ Lay nagcak2 rambutnya Nayoung trus dia cubitin pipinya.. omoo gege >,<
    semoga Lay gak php, smoga ultah Nayong yang berikutnya Lay ngasih surprise u.u
    dan Nayong harus menemukan potongan yang terlewatkan itu! ya,ya. haru Nay < panggilan baru-,-a
    okeeee next Puzzle Tub ditunggu ^^

    • Hai rin, maaf lama banget balesnya yaaaa :O
      terima kasih sebelumnya udah setia baca kekeke, aku belum lanjutin Doremi-nya malahan u,u
      wah Rin, kok kamu bisa suka ya sama bagian yang mabuk itu, itu konyol banget menurutku, Nayong suka aneh soalnya, kunyuk banget ini anak emang kekeke
      aku sih juga mau dicubit-cubit sama gege :3 jebaaaal :3
      iya nih Lay-nya nggak update berita jadi dia nggak tau kalo yonggu ultah dan nggak ada hadiah pastinya huhu
      Haru Nay? panggilang khusus? XD bayar duluuuuuu :*
      thankseu rin~

  3. Ping balik: Puzzle Tub: Invisible | EXO Girl's Daily

  4. Ping balik: Puzzle Tub: Speak Now | EXO Girl's Daily

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s