DoReMi~ Rain Scent

doremi - rain scent

Title : DoReMi~ Rain Scent

Main Cast : DO Kyungsoo (EXO) and Min Hyo Sun (OC)

Genre : Romance   Length : oneshot (about 2800 words)

Rating : G

Author : IsshikiSaika

A nice poster from

http://ladyhachi.wordpress.com/

Notes : Halo semuaa.. sorry for the late post ‘/\’ I put reaally hard work to finish this fic >,<

And big thanks to Kak Muti and Hachi ^^

EGD saranghaeyooow 3>

~Happy reading~

 

 

 

Hyosun menatap papan pengumuman didepannya lamat-lamat. Sebuah pengumuman  tentang audisi drama musikal musim gugur tahun ini membuatnya betah berlama-lama berdiri di depan papan pengumuman itu. Hyosun menelusuri isi pengumuman dengan jarinya, matanya melebar ketika membaca paragraf selanjutnya. Audisinya dilakukan hari ini oleh DO Kyungsoo dan Gikwang selaku panitia juga Mrs. Flo sebagai juri. Apa? Oh sepertinya proyek yang dibicarakan Gikwang padanya tempo hari adalah event ini. Hyosun tidak meneruskan lagi untuk membaca pengumuman itu karena rincian selanjutnya kurang lebih sudah dijelaskan oleh Gikwang padanya. Hyosun berjalan ke kelas dan memutuskan untuk memikirkan hal itu nanti.  Baru beberapa saat gadis itu melangkah tiba-tiba jalannya dihalangi oleh seseorang. Kyungsoo?

“ Bisakah kita bicara sebentar?” Tanya Kyungsoo tanpa basa basi dan mengabaikan suara pekikan gadis-gadis disekitarnya. Hyosun mengerutkan dahi, kemudian memutuskan untuk mengikuti  Kyungsoo yang berjalan ke samping ruang kelas yang cukup tenang.

“ Ada apa Kyung sunbae?” Tanya Hyosun.

“ Kau sudah baca tentang audisi itu?” Kyungsoo balik bertanya. Hyosun mengagguk pelan.

“Baiklah, kalau begitu apa kau berminat mengikutinya? kuharap kau tertarik. Mrs. Flo merekomendasikanmu untuk mengikuti audisi ini.” Kata Kyungsoo, setengah tergesa. Dia tidak punya banyak waktu sekarang dan gadis didepannya ini terlihat bingung.

“ Aku? Mrs. Flo?” Hyosun berusaha mencerna semua penjelasan super cepat yang dijelaskan Kyungsoo tadi. Kyungsoo memutuskan memberi waktu pada gadis itu untuk berpikir, dia berniat beranjak dari tempat itu tapi kemudian Hyosun berujar.

“Baiklah, sepertinya aku tertarik. Audisinya jam berapa?”

Bingo. Misinya berhasil. Kyungsoo tersenyum simpul.

~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~

Kelas baru saja bubar. Hyosun bergegas merapikan buku dan beberapa coret-coretan partitur yang berserakan di mejanya. Tugas membuat instrumen pengiring dari Han seongsangnim kali ini cukup memakan waktu. Hyosun keluar kelas dan melihat Hayoung sudah berdiri di depan kelasnya.

“Hayoung?”  Hyosun menghampiri temannya itu dengan tatapan bingung, biasanya dia akan menelpon dulu sebelum menemui Hyosun.

“ Hyosun-ah, “ Hayoung memasang wajah memelas se-profesional mungkin.

“Ada apa hayoung? Katakan apa yang mau kau lakukan kali ini.” Hyosun menatap penuh selidik ke arah Hayoung. Beberapa minggu mengenal Hayoung dia jadi mengetahui kebiasaan gadis itu untuk melakukan hal-hal spontan dan terkadang tidak masuk akal.

“Aigoo, kau tahu saja kalau aku ingin melakukan sesuatu. Hehe.” Hayoung terkekeh, dia lalu menarik pelan lengan Hyosun.

“Begini Hyosun-ah, kau memiliki Gikwang seongsangnim yang kenal dekat dengan Kyungsoo oppa kan?” Ujar Hayoung pelan, Hyosun mengangguk.

“Nah, kalau begitu, bisakah kau meminta tanda tangan Kyungsoo oppa lewat Gikwang seongsangnim? “ Ujar Hayoung sambil melancarkan puppy eyes nya. Hyosun mendengus pelan.

“Im Hayoung, apa kau sedang memanfaatkankku demi memperoleh tanda tangan orang itu?“ Ujar Hyosun lalu mendelik kesal pada Hayoung.

“Bukan seperti itu Hyosun-ah, aku minta tolong padamu, setidaknya kau bisa membantuku karena kau mempunyai kesempatan bertemu mereka. Jebaaal.” Hayoung memelas. Lagi. Hyosun mendecak kecil.

“  Akan aku usahakan. “ Ujar Hyosun sekilas.

“Gyaaaa, gomawoo Hyosun-ah, kau memang teman terbaikku. “ Ujar Hayoung riang sambil melompat-lompat lalu merangkul Hyosun erat. Hyosun tertawa kecil, dia baru sadar kalau temannya itu kadang sangat kekanakan.

“Hyosun-ah, apa kau akan mengikuti audisi itu?”  Tanya Hayoung sambil menunjuk papan pengumuman yang sedang dikerumuni orang-orang. Hyosun mengangguk sekilas.

“Waah, jadi berarti kalau kau lolos kau akan lebih sering bertemu Kyungsoo oppa, waah, kau beruntung sekali. Coba kalau aku berbakat di seni musik. Pasti aku juga akan ikut audisi itu,” Ujar Hayoung sambil megerucutkan bibirnya.

“Kau berlebihan. Ada banyak orang yang berbakat dan jauh lebih baik dariku yang lebih pantas untuk lolos dalam audisi,” Jelas Hyosun. Ada sedikit nada pesimis dalam suaranya.

“Kau terdengar seperti putus asa Hyosun-ah, aku yakin kau pasti lolos. Fighting!” Hayoung mengepalkan tangannya dan tersenyum tulus ke arah Hyosun. Hyosun mengangguk lalu tersenyum.

“Apa semua gadis disini sering melakukan itu? aku melihat ekspresi kalian sangat cute ketika memberi semangat seperti itu,” Ujar Hyosun. Hayoung mengerutkan dahi, mencoba memahami maksud ucapan Hyosun barusan.

“Aah, itu namanya ‘aegyo’, kau tahu itu seperti senjata ah, ani, itu seperti keterampilan khusus sebagai perempuan untuk terlihat  imut, lucu dan manis.“ Jelas Hayoung bersemangat. Hyosun mengangguk paham.

“Hmm, cukup unik, “  Ujar Hyosun.

“Tentu saja, itu termasuk senjata ampuh untuk meluluhkan hati pria.  Nanti aku akan mengajarimu caranya. Araseo?”  Kata Hayoung.

“Heeh? baiklah. Kau harus mengajariku dan awas saja kalau hati pria tidak luluh karena Aegyoku,” Ujar Hyosun. Hayoung tertawa menimpali perkataan Hyosun yang terdengar serius.

“Ah, Hyosun sepertinya aku harus kembali ke kelas sekarang. Gawat Kim Seongsang sepertinya sudah ada dikelas,” Ujar Hayoung sambil melirik jam tangannya gusar.

“Kau masih ada kelas? jadi kau menemuiku hanya untuk membujukku agar memintakan tanda tangan idolamu itu?” Hyosun melebarkan matanya tidak percaya.

“Itu hanya tujuan kesekian Hyosun-ah, aku kesini untuk menyemangatimu untuk audisi itu, jadi berjuanglah. Kau pasti lolos. Aku pergi dulu. Anyeeoong!” Seru Hayoung lalu melambaikan tangan sekilas pada Hyosun kemudian berlari menuruni tangga. Hyosun menggeleng pelan melihat tingkah Hayoung. Beberapa hari yang lalu dia menjelaskan profil semua member EXO dengan sangat menggebu-gebu padanya. Sepertinya  Hayoung benar-benar mengidolakan  grup laki-laki itu.

~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~

“ Anyeonghaseyo” Hyosun membungkuk hormat ketika memasuki ruangan tempat audisi. Dia berdiri  memperkenalkan diri di hadapan Mrs. Flo, Kyungsoo dan Gikwang yang sebenarnya tidak perlu karena mereka sudah mengenali gadis itu.

“Jadi bakat apa yang akan kau tampilkan?” Tanya Kyungsoo sambil memandang lurus ke arah Hyosun.

“Aku akan memainkan piano dan menyanyi,” Jawab Hyosun.

“Kalau begitu silahkan dimulai,” Ujar Gikwang lalu tersenyum. Hyosun mengangguk pelan, ia lalu berjalan ke arah piano yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Forget me not, Lucie Silvas,” Ucap Hyosun. Dia  memejamkan mata beberapa saat, mengambil napas kemudian menghembuskannya perlahan lalu membuka matanya dan mulai memainkan tuts piano.

Kyungsoo tidak melepas sedetikpun pandangannya dari Hyosun, ia terus fokus pada gadis itu sampai dia tidak menyadari kalau Hyosun sudah mengakhiri lagunya. Hyosun mengangkat kepalanya dan menatap tepat ke arah Kyungsoo, sepersekian detik gadis itu dapat menangkap senyum Kyungsoo.  Kemudian terdengar suara tepuk tangan Mrs. Flo dan Gikwang.

“Wah, Marvelous! Kau membawakan lagunya dengan sempurna,” Ujar Mrs. Flo, lalu tersenyum puas.

“Good job Hyosun,” Gikwang menimpali.

“Ah, Gamsahamnida,” Ujar Hyosun sopan lalu membungkuk,dia sudah mengenali  kebiasaan itu karena dad-nya selalu mengajari kebudayaan Korea sejak kecil. Setelah itu Gikwang memberi sedikit penjelasan tentang mekanisme pengumuman peserta yang lolos nantinya lalu kemudian Hyosun pamit keluar.

Hyosun menghembuskan napas lega begitu keluar dari ruangan. Selama berada di dalam ruangan tadi dia berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan kegugupannya . Bagaimana tidak, setiap kali dia mengangkat kepala yang dilihatnya adalah wajah Kyungsoo yang serius menatapnya dan ketika mereka bertukar pandangan Hyosun selalu merasa  kesulitan bernapas. Sejak kapan tatapan seseorang membuatmu sulit bernapas? Ah. Tidak mungkin. Dia tidak boleh terpengaruh dengan tatapan itu. Hyosun menggelengkan kepala. ia segera mempercepat langkahnya meninggalkan ruangan itu lalu berjalan ke perpustakaan. Membaca biografi Strauss untuk bahan kelas History nanti sepertinya bisa membuat pikirannya kembali normal.

~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~

Hyosun merenggangkan badannya. Sudah dua jam lebih gadis itu menekuri beberapa buku biografi yang ditumpuk di depannya. Hyosun melirik jam tangan yang menunjukkan tepat  pukul empat. Hyosun memandang keluar jendela perpustakaan, cuaca hari ini mendung. Ia merapikan tumpukan buku  lalu memutuskan untuk segera pulang. Hujan sudah mulai turun begitu Hyosun keluar perpustakaan. Gadis itu berdecak kecil ketika melihat isi tasnya. Mengapa ia selalu lupa membawa payung ketika hujan dan malah membawa benda itu ketika cuaca sedang terik seperti kemarin. Hyosun memutuskan berdiri di depan gedung fakultasnya, mungkin ia bisa meminta tuan Kang menjemputnya. Hyosun membuka ponselnya yang terhubung dengan headset. Ia menghela napas pelan. Ia lupa kalau dari tadi malam music playernya menyala.

“Ayolah, satu baterai saja setelah itu terserah,” Hyosun menatap layar ponsel penuh harap, namun detik itu juga ponselnya mati total. Hyosun mendengus frustasi. Hal  buruk apalagi yang akan terjadi setelah ini?  Hyosun memutuskan untuk menunggu sampai hujan reda, namun semakin lama hujan justru semakin deras. Pilihan terakhir Hyosun adalah menerobos hujan lalu lari secepat mungkin ke halte dan menunggu bis datang. Hyosun memegang erat tasnya, ia mengambil ancang-ancang untuk berlari, satu dua tiga. Tepat pada hitungan ke tiga lengannya di tahan seseorang.

“Agassi. Tunggu.”

~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~

Kyungsoo masih menekuri laptop di depannya, ia harus segera mengirim beberapa file ke email  Mrs. Flo. Ia duduk berseberangan dengan Gikwang, laki-laki itu juga sedang sibuk memeriksa beberapa dokumen. Kyungsoo merogoh ponselnya dan menemukan pesan singkat dari manajer hyung yang mengatakan akan menjemputnya setengah jam lagi. Kyungsoo membereskan laptopnya lalu berdiri.

“Sepertinya aku harus pulang sekarang. Manajer hyung sebentar lagi menjemput,” Ujar Kyungsoo tanpa menoleh ke arah Gikwang.

“Oh, yasudah. Hati-hati. Diluar hujan deras,” Kata Gikwang sambil memandang ke arah jendela. Kyungsoo mengangguk. Dia mengambil payung yang terletak di sudut meja  kemudian keluar ruangan. Kyungsoo bermaksud meneruskan langkahnya namun ia melihat sosok Hyosun dari kejauhan, ia bisa melihat gelagat kebingungan gadis itu. Kyungsoo sedikit mempercepat langkahnya, dia berjalan ke arah Hyosun, sepertinya gadis itu bermaksud untuk menerobos hujan. Kyungsoo tidak begitu mengerti apa yang mendorongnya untuk menghentikan gadis itu. Ia segera berlari kemudian menahan lengan Hyosun.

“Agassi. Tunggu,” Kyungsoo mengatur napasnya.

“Tidak baik menerobos hujan deras seperti ini. Kau akan basah kuyup dan supir bis nanti tidak akan mengizinkan kau naik,” Kyungsoo menahan erat lengan Hyosun.

“Kyung sunbae?” Hyosun terperanjat melihat laki-laki itu kini berdiri di dekatnya sambil memegang lengannya. Kyungsoo menarik gadis itu berjalan mengikutinya.

“Kaja. Aku akan mengantarmu ke halte.”

“Eh? Tapi-“ Hyosun mengerjap bingung.

“Anggap saja sekarang adalah perkenalan resmi kita. Aku merasa kejadian kemarin hanya sebagai kebetulan dan aku belum mengenalmu. Bagaimana , kau setuju?” Jelas Kyungsoo sambil merentangkan sebuah payung di depannya. Hyosun masih menatap Kyungsoo dengan pikiran yang mengambang. Apa sosok  yang tampak sekarang ini adalah kyungsoo yang sebenarnya? Dia tidak sehoror yang dipikirkan. Hyosun  lalu tersentak dan mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Ah, baiklah. anyeonghaseyo, Hyosun imnida,” Hyosun spontan beridiri  tegak lalu membungkuk. Kyungsoo tertawa kecil.

“Anyeong, aku Kyungsoo, dan mulai sekarang kau bisa memanggilku oppa,” Ujar Kyungsoo.

“Eh? Oppa?” Kyungsoo mengangguk mantap.

“Oh, baiklah.Oppa.” Ucap Hyosun sedikit canggung.

“Kaja. Kita ke halte sekarang.” Kata Kyungsoo lalu menarik gadis itu merapat ke arah payung yang dipegangnya. Hyosun menurut lalu berusaha menyamai langkahnya dengan Kyungsoo.

Mereka berjalan tanpa bercakap-cakap.Hyosun menoleh ke arah Kyungsoo dan seketika wajahnya memerah, jarak mereka sangat dekat, ia bahkan bisa mencium aroma sweet orange Kyungsoo yang perlahan-lahan memenuhi paru-parunya. Kyungsoo melirik gadis disampingnya melalui sudut matanya, ia bisa melihat rona merah di wajah gadis itu. Kyungsoo mengulum senyum.  Beberapa saat kemudian mereka mencapai halte. Halte itu menjadi sesak karena kerumunan orang semakin bertambah, mereka semua memiliki tujuan yang sama, berteduh dan menunggu bis melintas.

Hyosun mendengus pelan. Dia tidak begitu suka kerumunan.

“Kalau seperti ini lebih baik kau tidak naik bis,” Ujar Kyungsoo sambil menatap ke sekitar halte. Hyosun menghela napas.

“Sepertinya memang begitu. Tapi aku tidak bisa meminta supir untuk menjemputku sekarang-“

“Aku bisa mengantarmu pulang, jika kau tidak keberatan,” Tawar Kyungsoo. Hyosun berpikir sejenak. Setelah menimbang-nimbang akhirnya dia mengangguk.

“Baiklah, tapi apa tidak menganggu? Uhm. Maksudku kau kan-“ perkataan Hyosun kembali disela Kyungsoo.

“Tidak usah khawatir, kau tidak menganggu, hanya saja kau perlu bersabar untuk menunggu manajer hyung yang baru akan menjemput sekitar setengah jam lagi,” Ujar Kyungsoo.

“Oppa, yang aku khawatirkan adalah bagaimana kalau ada penggemarmu yang melihat gadis misterius memasuki mobil bersama Do Kyungsoo disaat hujan deras seperti ini,” Jelas Hyosun setengah menggeram kesal. Mengapa idol seperti dia tidak memikirkan kemungkinan itu?

“Ahaha. Itu terdengar seperti headline berita,” Kyungsoo tekekeh pelan sementara Hyosun hanya mengernyitkan dahinya.

“Tenang saja, aku cukup ahli menmbaurkan penampilanku,” Jelas Kyungsoo menenangkan Hyosun. Gadis itu hanya mengangguk mengerti.

“Oppa, bagaimana kau tahu kalau aku pulang naik bis?” Tanya Hyosun. Kyungsoo tersentak,dia  tidak mungkin menjawab kalau dia sudah mengetahui  itu dari Gikwang. Yah, dia kadang menanyakan Hyosun pada Gikwang dan temannya itu tahu kalau Kyungsoo sepertinya tertarik pada sepupunya.

“Ah, kebetulan kemarin aku melihatmu pulang dengan bis,” Jawab Kyungsoo sedikit tergagap. Hyosun mengangguk pelan.

Setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka. Kyungsoo dan Hyosun hanya  duduk dan diam di halte yang riuh itu. Mereka memilih membiarkan percakapan dan suara-suara yang terdengar  disekitar mereka mendominasi suasana itu. Hyosun menghela napas. Mengapa waktu berjalan sangat lambat sekarang? Dia begitu canggung dengan laki-laki yang duduk disampingnya ini. Dia juga tidak mengerti mengapa dia bisa setenang ini dan tidak mengeluarkan celotehan yang biasa dia lakukan untuk sekedar berbasa basi mencairkan suasana. Pada akhirnya gadis itu tidak bisa menemukan sesuatu untuk diperbincangkan. Dering ponsel Kyungsoo menyelamatkan suasana canggung itu.

“Yeoboseyo? Oh, hyung? sebelah mana?” Kyungsoo berdiri dan mencari tempat yang dikatakan manajer nya.

“Ah, ne, aku akan kesana. Geunde, hyung aku akan mengantar seseorang dulu,” Ada jeda beberapa saat dimana Kyungsoo diam mendengarkan dengan seksama penjelasan manajer hyung.

“Ne? Ah, baiklah,” Kyungsoo memutuskan sambungan lalu menoleh ke arah Hyosun.

“Manajerku sudah datang, kaja,” Kyungsoo kembali menarik Hyosun dan merapatkan diri di bawah payung yang dipegangnya. Hyosun mengikutinya tanpa bersuara. Begitu masuk ke dalam van hitam milik Exo itu Hyosun dan Kyungsoo disambut oleh beberapa member yang berada di dalam.

“Hei hyung kau dari mana saj- wooh, siapa dia hyung?” Kai dari dalam Van langsung menyerocos. Hyosun membungkuk sekilas dan memberi salam.

“Kemana member lain?” Kyungsoo mengabaikan pertanyaan Kai.

“Luhan , Kris, Lay ada di dorm seharian ini dan sisanya sepertinya berkencan,” Jawab Sehun cuek.

“Ah, bukankah kau juga?” Tanya Kyungsoo sambil menahan senyum.

“Mwo?” Sehun berjengit.

“Kencan,” Jawab Kyungsoo yang seketika itu membuat wajah Sehun memerah sontak gelak tawa terdengar jelas di dalam van itu.

“Kyungsoo mengapa kau tidak pernah cerita kalau kau mengenal gadis di kampus?” Sahut Chanyeol sambil memandang ke arah Kyungsoo dan Hyosun bergantian.

“Hei, dia hanya menceritakannya pada Suho hyung,” Celetukan Baekhyun itu langsung dibungkam dengan  tatapan khas Kyungsoo. Baekhyun langsung menampakkan wajah polos-beraegyo-nya.

“Hei kalian sangat berisik. Jangan membuat gadis itu merasa tidak nyaman,” Ujar manajer hyung yang tetap fokus menyetir.

“Ah, mianhada.” Ucap Chanyeol dan Baekhyun hampir bersamaan pada Hyosun. Hyosun hanya tersenyum sekenanya. Sebenarnya gadis itu tidak terlalu menangkap pembicaraan mereka karena mereka berbicara terlalu cepat dan gadis itu tidak bisa menerjemahkan semua percakapan itu. Setelah itu yang mendominasi percakapan di mobil  hanya Chanyeol dan Baekhyun. Kai dan Kyungsoo hanya sesekali menimpali sedangkan Sehun lebih memilih untuk menikmati music lewat ipodnya.

Hyosun memerhatikan wajah para member itu sekilas, ah sepertinya yang diceritakan Hayoung mengenai fakta-fakta EXO member itu benar. Hanya saja Hyosun tidak bisa mengingat semua nama member yang telah dijelaskan secara komplit oleh Hayoung kemarin. Satu-satunya yang diingat hanya Kyungsoo. Ah atau karena sepanjang penjelasan Hayoung kemarin dia hanya memperhatikan bagian Kyungsoo saja? Hyosun merasa wajahnya memanas ketika mengingat hal itu.

Beberapa saat kemudian Hyosun melihat gang menuju rumahnya sudah tidak begitu jauh. Dia memutuskan untuk menghentikan mobil. Kyungsoo menoleh ke arah Hyosun.

“Apa rumahmu sudah dekat?” Tanya Kyungsoo. Hyosun mengangguk.

“Ah, berhenti disini saja,” Ujar Hyosun. Kyungsoo melihat keadaan diluar dengan membuka jendela. Ia lalu keluar van bersama Hyosun, setelah mengucapkan terima kasih dan pamit pada manajer dan member EXO, Hyosun membalik badannya.

“Akan ku antar sampai depan rumahmu.” Ujar Kyungsoo sambil kembali merentangkan payung.

“Ah, tidak apa-apa, rumahku sudah tidak terlalu jauh. “ Tolak Hyosun. Gadis itu merasa tidak enak pada Kyungsoo.

“Sekarang masih hujan, gwaenchana. aku akan mengantarmu.” Ujar kyungsoo. Kyungsoo memegang payung lalu  mendekatkannya pada Hyosun. Mereka kembali berjalan beriringan melewati gang. Para member yang melihat kejadian itu hanya menggeleng dan berdecak kecil.

“Do hyung sepertinya menyukai gadis itu,” Ujar Sehun.

“Hmm, jelas sekali,” Tambah Baekhyun. Mereka masih terus memerhatikan Kyungsoo dan Hyosun yang berjalan masuk ke gang.

“Hey kalian. Beri sedikit privasi bagi mereka. Sepertinya mereka masih sangat canggung,” Chanyeol menimpali sambil terkekeh pelan.

“Ah, jatuh cinta memang menyenangkan,” Suara manajer hyung dari kursi kemudi serentak membuat para member terlonjak kaget lalu tertawa.

“Hyung, sepertinya manajer kita juga sedang sibuk berkencan,” Kata Sehun dan ditimpali dengan sorakan member lain.

Hyosun berhenti di depan sebuah pagar rumah. Kyungsoo menoleh ke arahnya.

“Apa sudah sampai?” Tanya Kyungsoo. Hyosun mengangguk pelan.

“Baiklah kalau begitu sampai jumpa,” Kata Kyungsoo lalu tersenyum. Hyosun dapat merasakan jantungnya berdetak lebih cepat.

“Oppa jeongmal gomawoyo,” Ujar Hyosun.

“Aksen mu sangat aneh. Lain kali akan ku ajari bahasa korea yang benar,” Kyungsoo tersenyum kecil, sejak kapan mereka bisa berbicara seringan ini?

“Haha, aku tahu tapi aku harus tetap membiasakannya. Terima kasih sudah mau mengantarku,” Ujar Hyosun lalu tersenyum tulus.

“Terima kasih sudah mengikuti audisi dengan sangat baik,” Balas Kyungsoo lalu mengusap pelan kepala Hyosun. Gadis itu mematung di tempat.

“Aku pulang dulu. Anyeong,“ kata Kyungsoo lalu melambaikan tangan. Hyosun yang masih setengah sadar ikut melambaikan tangan. Setelah Kyungsoo menghilang dari balik gang Hyosun mengatur napasnya sambil memegang dadanya, semua yang terjadi hari ini benar-benar diluar dugaan. Hyosun kemudian melangkah masuk ke rumah.

“Mom, Katie is home,” Ujar Hyosun riang.

“Oh hai sweety, sepertinya harimu cukup menyenangkan. Lain kali kau harus mengajaknya masuk dan menikmati beberapa potong chifeletti,” Ujar Mom yang sedang sibuk mengatur kanvas-kanvas yang berjejalan di seberang ruangan.

“Hmm, sepertinya begitu,” Hyosun  menimpali dengan riang, ia bermaksud masuk ke kamar namun langkahnya terhenti.

“Mom? Tadi apa kau –“  Hyosun tidak bisa meneruskan pertanyaannya karena mendapati Momnya sedang mengerling jahil ke arahnya.

“Ah, Mom. Kami bukan seperti itu,“ Hyosun berusaha menjelaskan namun melihat Momnya yang hanya menanggapi dengan tersenyum maklum rasanya sangat tidak nyaman. Jadi Hyosun memutuskan untuk segera masuk kamar dan mengurung diri disana sampai waktu makan malam tiba dan berharap mom-nya tidak akan membeberkan hal itu secara berlebihan pada dad nanti.

 

~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~♪~

Iklan

25 thoughts on “DoReMi~ Rain Scent

  1. Akhirnya dipublish juga ya. Selamat ^^
    Kkk kyungsoo lagi jatuh cinta lucu juga ya. Aku paling suka momen2 Hyo numpang di van exo. Astaga. Ga kebayang gimana ributnya di dalam sana. Dan Kai langsung nyambar aja pas ‘istri’ nya bawa masuk cewek lain. Hahaha XD *dipentung
    Asiknya punya ibu kaya gitu ‘-‘

    • iyaa kak akhirnyaa :’)
      aku juga pengen sekali2 nyasar ke van mereka/pletak/
      itu baru setengah member yang ada gatau deh kalo mreka ber12 ada di van dan Chen ngetroll disana .-.
      kkkkkk~
      yang pas mereka masuk van itu aku seketika galau mau bikin doremi moment atau kaisoo XD
      iyaaa, momnya hyosun berjiwa muda hehehe 😀
      makasiih ya kak ^^

      • ah aku juga kepengen :”) semua yg aku kepengen akhirnya cuma bisa dikhayalin dan dimasukkin ke daehee
        wkwkwwk my beloved troll man ❤ ditungguin momen hyo ketemuan sama kedua belas membernya ^^
        sama2 🙂

      • kkkk~ iyaa kak >,<
        next series mungkin Hyosun bakal ktemu mereka ber12, ah tapi masih bingung dan masih ke distract sma Growl /ngek/
        aku penasaran sma dance nya u.u
        *fangirl mode*

      • aku juga penasaran :”) terlebih salah satu laki aku disana mulai berani sleeveless

  2. Gimana rasanya jadi Hyosun yang satu van sama anak2 EXO ._. big envy ><
    kyungsoo luluh nih ye habis denger permainan pianonya hyosun :p so sweet~
    ditunggu next Doremi nya 😀

  3. aaaakkkk! Kyungie :3
    waktu hyosun mencium aroma sweet orange, kayaknya baunya sampe sini deh Rin wekekeke
    itu Hayoung-nya kok aku kebayangnya Hayoung Apink deh, dari awal begitu hihi
    rusuh banget ya kalo se van sama anak-anak EXO, itu pasti waks,
    sip ditunggu kelanjutannya Rin, mereka berdua udah ada something kayaknya 🙂

    • ahahaha yaampun XD berarti aroma mereka membahana .-.
      gapapa bayangin Hayoung apink aja, selain Chorong aku suka dia jga di Apink kkkk~
      ah iya , jadi pngen ngerusuh sma anak2 EXO di Van ;3
      makasiih yaa mela, next series mungkin somethingnya udah mau terungkap 😀
      oiya Layong nya manaah , itu episod kemarin tegang bnget tau u.u

      • nah itu dia, yang muncul malah si maknae terus wekek, aku rela kalo dia berteman sama hyosun deh hahaha *siapa aku? O.o*
        ah nggak ada yixing di van sih, jadi kurang rusuh >,<
        bagus kalo dinext bakal terungkap! I'll wait :3
        Layong? jangan berharap mereka keluar dulu, mereka lagi semedi wakakaka, sabar ya Rin, nanti juga keluar sendiri nyahaha XD

  4. kak rini!!!!! aku suka caramu gambarin kyungsoo: emak-emak bawel yang pasang muka datar EWH.
    terus gatau kenapa ya aku kok jadi ngerasa agak sebel sama Hayoung padahal dia cuma minta tanda tangan 😕 apa karena aku cemburu karena gak punya temen kayak hyosung /? /gak
    oya, si hyosung nih kayak cewek di wolf -_- pulang pulang dianterin anak exo.
    si kikwang nih temennya soso kan ya? kok dia songsaengnim? guru dong? :O
    oya maaf nih sebelumnya tp aku mau koreksi soal tanda baca+eyd dikit gapapa ya kak? jadi setauku kalo mulai percakapan baru habis tanda petik itu harusnya huruf besar sama kalo habis kalimat langsung itu harusnya dikasih koma. contoh: “mom, Katie’s home.” Ujar Hyosun riang. harusnya –> “Mom, Katie is home,” ujar Hyosung riang.
    Maaf ya kak kalo sotoy -_-v udah segini aja dulu 😮

    • hai Devi, aduh aku baca komenmu ngos-ngosan .-.
      oke. itu Kyungsoo gak bawel2 amat kok ><
      trus si Gikwang disitu dy jdi semacam guru muda nan kinclong/yah begitulah/ trus dia sma Kyungsoo dket krena sring bikin project breng.
      oiya ya, di fic ini bnyak typo nya huks~
      okedeh aku edit lagi.
      makasii ya devi ^^

      • tapi suka :$ kayak aslinya /digetok/ oya si sunsun nih dipikiran aku kayak anak-anak dream high gitu /?
        ENAK BANGET IDUPNYA (udah bilang aja kamu iri)
        samasama kak 😀
        oya aku mau nanya dong kak… kamu anak psikologi kan? beli obat penenang tanpa resep dokter bisa gak sih? terus psikolog tuh bisa kasih obat gak?

    • oalah, iyaa aku pngen kyk dia juga sbenarnya kkkk~
      iyaa aku maba psikologi (tahun kemaren) ;3
      umm, setahu aku yaa, gak boleh,kalo mau beli obat penenang harus ada rujukan dari dokternya, soalnya obat penenang (sedatif) itu termasuk obat yang diawasi peredarannya.
      kalo psikolog dlam memberi treatment ke klien gak ngasih resep obat dek,
      soalnya kalo udah pke obat2an berarti udah masuk ranah psikoterapis (dokter jiwa) dan kalau misalnya pada suatu kasus yang mengharuskan ada treatment ngasih obat untuk mempercepat proses penyembuhan,
      psikolog harus udah paham dan tau takaran yang tepat dan dia juga udah konsul sma partner yang ahli kyk farmaklogist misalnya.
      sejauh ini yang aku tahu kayak gitu 🙂
      kok tiba2 tanya soal obat penenang? ini ada hubungannya sma jules kah ? kok aku punya firasat ini tentang Jules ><

      • bukan rin, ini bukan buat jules, tapi buat dek depik sendiri, dia butuh obat kejiwaan 🙂
        *bhahahahahaah aku nisatain dekdepik wakakaka* lololol

      • iri sama sunsun 😦 dia dulu pasti berjasa banget sampe pulang dianter oppa oppa ganteng 😦
        oh gitu ya baru ngerti :O berarti psikoterapis itu harus jadi dokter dulu? kamu ada acc line atau whatsapp gak kak? kalo gak ada nomer deh O,O aku mau nanya banyak nih.
        bukan kok n_____n emang ada sih nanti tapi masih lama

      • ahaha, dia cma berhasil bkin Do terpesona aja XD
        iyaa, dan kalo psikoterapis itu joinnya sma FK,krena masuk bidang kedokteran jiwa, kalo psikologi fakultas sndri, line,wa, opseo~ tapi aku lmyan sring on di acc > @saikaa95 ,
        oh, kirain kmu mw bkin sesuatu trjadi sma jules dket2 ini ><

  5. ya!!!!! authornim >W< jago juga ya dia..
    wkwkkwk, daebak!! harus kasih tau aku ya kalo uda publish yg lainnya ^_^
    *kiss from lay* :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s