JoonJoo’s Mate : Just (not) an Ordinary Date

Cover8

Author : Namu ( @oncemelody )

Cast : Kim Joonmyeon & Seo Injoo

Genre : Romance

Lenght : 1600 words

Recommended Song : DBSK/ TVXQ : Hug ( Kangen mereka berlima lagi 😥 )

A/N : Special Thanks buat kak Echa atas ide date-nya #hug+kecupbasah dan Marmel yang sudah memberikan support buat JoonJoo lewat twitter #lemparinLay. Maaf kelamaan menunggu (kalo ga ada juga gapapa xD). Aku ga pernah bisa buat cerita romance soalnya.

Please read Injoo Seo’s Profile first before you read this fanfic.

Happy Reading 😀

^

^

Seoul

June 21st 2013

In front of Shiwon’s House

Shiwon mengumpat kesal saat mendengar bel apartemennya berbunyi. Gadis yang masih berada di atas tempat tidurnya melirik jam disamping tempat tidurnya. Jam sembilan pagi. Masih terlalu pagi untuk Shiwon bangun di hari bebas kuliah seperti hari ini. Karena tidak bisa bersabar lagi Shiwon turun dari tempat tidurnya dan melihat siapa yang berani mengganggu waktu tidurnya yang tidak bisa didapatkan kapan saja.

Shiwon melihat seorang gadis berdiri di balik pintu apartemennya lewat interkomnya. Seo Injoo. Untuk apa dia datang kemari, pikir Shiwon heran.

“Selamat pagi, Miss Sung,” sapa Injoo ceria ketika Shiwon sudah memasuki apartemennya. “Wah, wajahmu jelek sekali hari ini.”

Shiwon melempar bantalan kursi di dekatnya ke arah Injoo. Tetapi gadis itu dengan sigap menangkapnya. “Aku kesini karena aku membutuhkan bantuanmu, Miss Sung.”

Shiwon mendengus. “Aku tahu, kau hanya akan datang kemari jika ada mau saja. Selebihnya selalu aku yang datang kerumahmu.”

Ya, Injoo bukan orang yang senang berpergian dan berada di luar rumah. Dia lebih senang berada di dalam kamarnya dan hanya keluar jika ada hal yang memang harus membuatnya keluar dari kamarnya. Eunkwang bahkan menjulukinya sebagai ‘Queen of Room’.

“Bantu aku. Joonmyeon akan mengajakku ke sesuatu tempat besok. Tapi aku tidak mempunyai pakaian yang layak,” pinta Injoo, menangkupkan kedua tangannya, dan menatap Shiwon dengan puppy eyes-nya.

Sayangnya Shiwon tidak pernah mempan dengan jurus puppy eyes itu. Tapi tanpa Injoo memintanya Shiwon dengan senang hati membantu sahabatnya itu. Apalagi moment seperti ini jarang sekali terjadi.

Biasanya Injoo jarang peduli dengan pakaian apa yang dipakainya. Dia lebih suka memakai pakaian yang nyaman untuknya. Kaos kebesaran, celana jeans, dan jaket. Injoo orang yang tidak terlalu peduli dengan perkataan orang lain tentang selera berpakaiannya yang kadang membuat orang mengomentari pakaiannya.

“Baiklah. Aku tahu lemarimu itu hanya dipenuhi baju-baju tidak menarik sama sekali. Jadi kita akan berbelanja banyak pakaian hari ini,” seru Shiwon riang. Shopping adalah salah satu hobbynya.

^^^

June 22nd 2013

When the night comes…

Musim panas sudah dimulai. Tetapi angin yang berhempus masih tetap saja dingin. Kemarin adalah hari yang paling melelahkan bagu Injoo. Shiwon membawanya hampir ke seluruh tempat perbelanjaan di Seoul. Kakinya masih terasa sakit namun tidak sesakit semalam.

Injoo tidak tidur karena terlalu cemas kakinya tidak akan sembuh hari ini. Namun dia bersyukur Shiwon tidak memaksanya untuk memakai high heels. Injoo memakai sebuah dress selutut bewarna LightSeaGreen sepatu flat datar dengan warna senada.

Shiwon juga telah memberi wajahnya sedikit make up yang tidak terlalu menor. Sebenarnya Injoo kurang suka memakai make up karena kulit wajahnya sedikit sensitive dan mudah berjerawat. Tetapi Shiwon berhasil membujuknya dan Injoo membiarkan sahabatnya itu melakukannya.

Injoo berjalan pelan ke sebuah taman yang tidak terlalu banyak pengunjungnya. Masih ada satu dua orang yang berada disana. Joonmyeon datang lima menit sedikit lambat dari perjanjiannya. Seperti biasa, Joonmyeon selalu terlihat tampan dengan apapun yang dipakainya.

“Sudah menunggu lama?” tanyanya.

“Tidak sampai membuatkku mati kebosanan,” jawab Injoo. Joonmyeon tersenyum dan meraih tangan Injoo. Joonmyeon terlihat tampan. Lebih tampan dari hari kemarin. Dengan setelan jas hitammnya itu.

“Kita mau kemana?” tanya Injoo penasaran. Tetapi Joonmyeon tidak berniat menjawab pertanyaan Injoo. Injoo juga tidak berniat bertanya lebih lanjut dan membiarkan Joonmyeon membawanya kemanapun. Joonmyeon membawa sebuah mobil bersamanya.

“Aku tidak tahu kau pandai mengemudi,” ujar Injoo saat berada di dalam mobil.

“Aku tidak ingin memamerkannya,” sahut Joonmyeon sambil sesekali melirik Injoo di sebelahnya yang malah asyik memandang ke luar jendela.

Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di sebuah hotel yang terlihat megah. Injoo sangat takjub dibuatnya. Grand Hyatt Hotel Seoul. Salah satu hotel berbintang lima di Seoul. Mata Injoo sibuk menyelusuri setiap bagian hotel yang dilewatinya. Tidak sadar bahwa mereka telah sampai di restoran hotel yang juga terlihat elegan dan mewah.

“Apakah ini tidak terlalu berlebihan?” tanya Injoo berbisik pada Joonmyeon. Joonmyeon tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.

“Kurasa tidak untuk kencan pertama kita,” jawab Joonmyeon. Lalu seorang pelayan mendatangi meja mereka dan mencatat pesanan mereka.

“Ya, aku melupakan fakta ‘Rich Suho’,” sahut Injoo dengan suara kecil namun masih bisa tertangkap oleh telinga Joonmyeon. Joonmyeon tidak mengatakan apapun dan memasang wajah cemberut.

“Oke, lupakan hal itu. Tapi apa Oppa tidak takut ada salah seorang fans yang melihatmu berada disini?”

“Aku tak yakin. Tapi aku berjanji akan melindungimu jika kita ketahuan,” ucap Joonmyeon berusaha menyakinkan Injoo. Joonmyeon tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti Injoo.

“Jangan terlalu memikirkannya. Kurasa orang-orang yang berada disini-,” Joonmyeon menunjuk kesekeliling mereka, “-memiliki urusan masing-masing dan tidak berniat mengurusi urusan orang lain.”

“Tapi tetap aja aku takut. Bagaimana jika mereka memutilasiku dan membuang setiap bagiannya di tempat berbeda. Mengerikan!”

“Fansku tidak seperti itu, Seo Injoo.”

“Aku tahu. Aku hanya memikirkan kemungkinan terburuknya, Kim Joonmyeon.”

“Oh, kau melupakan kata ‘Oppa’ dibelakang namaku, nona Seo.”

Injoo mendengus. Sebenarnya dahulu Injoo tidak pernah memanggil Joonmyeon dengan panggilan ‘Oppa’ tetapi sejak mereka official menjadi sepasang kekasih Joonmyeon meminta Injoo memanggilnya dengan panggilan ‘Oppa’.

Perdebatan kecil mereka terhenti ketika pelayan membawa pesanan mereka. Injoo yang sudah merasa lapar segera saja menyantap hidangan dihadapannya.

“Makananmu tidak akan lari jika kau tidak cepat-cepat memasukkannya kedalam mulutmu,” tegur Joonmyeon. Tidak seperti Injoo, Joonmyeon mencoba menyantap makanannya dengan anggun.

“Ayolah, biasanya kau juga seperti ini dirumah,” ucap Injoo dengan mulut penuh. Hal itu membuat Joonmyeon gemas.

“Setidaknya jangan berbicara ketika mulutmu penuh, Injoo-ya!” jerit Joonmyeon tertahan. “Dan sudah ku bilang gunakan kata ‘Oppa’ untuk mengganti kata ‘kau’.”

Tetapi Injoo tidak mengacuhkan perkataan Joonmyeon dan memakan makanannya sampai habis. Hancur sudah keinginan Joonmyeon untuk memiliki makan malam romantic bersama kekasihnya. Setidaknya Injoo bahagia.

^^^

Injoo merasa kecewa. Terlihat jelas diwajahnya.

“Hei, jangan memasang wajah seperti itu,” sahut Joonmyeon. Namja itu menggoyangkan tangan Injoo yang berada didalam genggamannya.

“Padahal aku ingin sekali melakukannya,” ucap Injoo sedih. Joonmyeon mendecak dan membuat tubuh Injoo menghadapnya.

“Kita bisa datang lain waktu untuk bermain ice-skating,” bujuk Joonmyeon dan mencoba menarik Injoo menjauh dari kolam renang luar hotel yang biasa menjadi ice-skating rink di bulan December itu. Sayangnya, mereka datang di bulan Juni, saat musim panas di telah mulai.

“Janji? Kalau tidak aku bisa meminta Sungjae menemaniku.”

Wajah Joonmyeon berubah gelap ketika Injoo menyebut nama Sungjae. Injoo sudah menceritakan tentang Sungjae yang mengutarakan perasaannya pada Injoo beberapa hari yang lalu. Dan Joonmyon merasa sedikit cemburu.

“Awas jika kau berani-berani pergi dengannya,” ucap Joonmyeon tegas. Injoo tertawa mendengar ada nada kesal dari perkataan Joonmyeon. Injoo hanya ingin mengetes Joonmyeon. Karena pada akhirnya Injoo akan selalu memilih Kim Joonmyeon

“Ya, aku tahu, Kim Joonmyeon.”

“Oppa!”

“Oke, Joonmyeon Oppa!”

Mereka berdua meninggalkan tempat itu. Terjadi kebisuan sesaat diantara mereka saat berada di dalam mobil sebelum Injoo mengeluarkan suaranya.

“Oppa, kita mau kemana lagi?”

“Kau akan tahu nanti,” jawab Joonmyeon sok ganteng misterius.

Injoo tidak tahu berapa lama dia berada di dalam mobil yang melaju kesuatu tempat itu kerena dia sudah tertidur. Mobil telah berhenti ketika dia membuka matanya, dia melihat sekelilingnya dan tidak melihat Joonmyeon. Injoo menyingkirkan jas Joonmyeon yang tersampir di tubuhnya, lalu memakainya sebelum keluar dari mobil.

“Joonmyeon.”

Injoo mencoba memanggil Joonmyeon walau dia tahu Joonmyeon tidak akan mendengarnya jika dia memanggilnya dengan suara nyaris berbisik. Saat kesadarannya sudah terkumpul sepenuhnya, dia menyadari dirinya berada di tepi sungai Han dan terlihat jelas Banpo Bridge di depannya.

“Hei, kau sudah bangun?”

Jantung Injoo berdetak kencang saat mendengar suara itu dari arah belakangnya. “Woah, Oppa kau mengejutkanku.”

“Mianhaeyo. Ayo pertunjukkannya sebentar lagi dimulai.” Joonmyeon menarik tangan Injoo mendekat ke tepian sungai Han. Sudah banyak pengunjung lain yang juga ingin menikmati pertunjukan Rainbow Fountain dari Banpo Bridge itu.

Jembatan ini cukup menarik karena dibangun diatas jembatan yang dinamakan jembatan Jamsu. Kedua jembatan ini menghubungkan dua distrik di Seoul, yaitu distrik Seochu dan distrik Yongsan. Rainbow Fountain adalah pertunjukan air mancur warna-warni dan menjadi daya tarik bagi turis luar negeri maupun turis dalam negeri yang harus dikunjungi ketika berada di Seoul. Injoo sendiri sangat jarang berjalan-jalan di Sungai Han pada malam hari. Jika Shiwon tidak membawanya kemana-mana, Injoo bisa berdiam diri dikamarnya seharian.

Injoo terpesona ketika melihat air mancur yang terlihat dari sisi kiri dan kanan Banpo Bridge dan memanjang sepanjang Banpo Bridge. Air mancur tersebut menari-nari beratraksi membius dan membuat kagum siapa pun yang melihatnya, termasuk Injoo. Air mancur yang juga berasal dari air di sungai Han tersebut adalah hasil terobosan yang kreatif pemerintah Korea Selatan sejak tahun 2007. ( Semoga Indonesia punya satu yang seperti ini :3 ) Dan selama pertunjukan air mancur itu, terdengar suara music yang mengiringi.

Pertunjukan air mancur itu berakhir setalah lima belas menit kemudian. Kali ini Injoo kembali kecewa. Dirinya masih ingin menikmati pertunjukan itu sekali lagi. Tatapi ada rasa senang dihatinya setelah melihat pertunjukan itu.

“Wah, ini menakjubkan,” seru Injoo riang. Para pengunjung mulai membubarkan diri dan melanjutkan aktivitas mereka kembali.

“Berarti aku berhasil membuatmu terpesona, huh.”

Injoo mengangguk kecil. “Sedikit.”

Joonmyeon mengkerutkan dahinya. “Sedikit?”

“Ya, karena aku tidak bisa bermain ice-skating hari ini,” ujar Injoo memberengut.

“Bukankah sudah ku bilang. Aku akan mengajakmu lain kali.”

“Baiklah. Tuan Kim Joonmyeon. Apakah aku boleh mengajak Sungjae kesini dilain hari?”

“Tidak.”

Injoo mengecek arlojinya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 lebih. Sudah waktunya dia pulang karena Injoo sudah berjanji tidak akan pulang terlalu malam.

“Sudah ingin pulang?” tanya Joonmyeon ketika melihat Injoo memperhatikan arlojinya. Injoo mengangguk. “Tapi kita belum melakukan apapun,” ucap Joonmyeon dengan suara kecil.

“Palli, Oppa. Ayahku akan menghukumku jika aku tidak pulang segera.”

Injoo berjalan mendahuli Joonmyeon menuju tempat mobil berada. Sementara Joonmyeon berjalan santai dibelakangnya. Setidaknya dia senang, batin Joonmyeon.

“Terimakasih, Oppa. Untuk malam yang menyenangkan,” ucap Injoo ketika mobil Joonmyeon sudah sampai di depan gedung apartemen Injoo.

“Ya, aku senang mendengarnya,” balas Joonmyeon menepuk puncak kepala Injoo.

“Selamat malam,” ucap Injoo lagi sebelum keluar dari mobil bersama Joonmyeon dan berjalan menuju pintu gedung.

“Seo Injoo,” panggil Joonmyeon segera saat Injoo akan memasukkan kode apartemennya.

“Hmm.” Injoo kembali berbalik dan melihat Joonmyeon memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

“Kau terlihat cantik hari ini.”

KKEUT

p.s Infinite comeback. yey! ( abaikan ini)

Bonus pic Junmen make jas xD

1001845_143093059221632_927002325_n

Iklan

16 thoughts on “JoonJoo’s Mate : Just (not) an Ordinary Date

  1. Keren apalagi suka pas bagian muka suho berubah gelap kalo denger injoo ngomong tentang sungjae kkk~ ditunggu mate selanjutnya

  2. kkkk tentu saja seorang $uho kalau nge-date sama pacarnya pasti romantis mewah gini. ckckck sekalipun leader satu itu mencoba menutupi fakta kekayaannya, yah sebenarnya udah keliatan jelas sih dari aura sm hobi dia -.-
    dan seketika eunhee iri…
    aku paling suka sama bagian mereka berantem kecil pas lagi makan malam hihihi. emm aku ngerasa nyata aja ngebayangin nya. terus aku juga suka bagian joonmyeon cemburu soal sungjae. kyahahaha. sungjae ganteng bgt <3<3 lain kali aku minta bonus pic sungjae yah *kedip2 *digampar

    • iya kak… biasalah malu dibilang anak orang kaya #iri maklumlah copiannya siwon oppa.
      sebenarnya ini Joo masih bingung mau pilih sungjae atau junmen </3
      minta chen ajakin eunhee kencan juga tapi jangan berantem kecil, berantem besar aja u,u kkk~
      pic sungjae ? dipikir2 dulu deh nanti saingan Joo bertambah 😀 kkk~

  3. oke nam, sama-sama, senang bisa membantu 😀 *tunjuk ucapan terima kasih diatas*
    WOW! it’s so eksklusif pake banget XD yeah Rich Suho, I love this words lol
    sependapat dengan kak Echa diatas, Joo juga kayaknya mirip sama Nayong, memang benar hahaha jadi JiYongJoo itu miripan oh astaga 😀
    selamat ya nam sudah lulus untuk membuat datenya *mendadak galau mikirin date layong* XD
    I’ll wait the next story :3

    • masih banyak rintangan T^T ini baru awal awal. masih banyak yang harus dipikirkan, sungjae misalnya. hahahaha… kita bertiga memang sehati, kenapa bisa coba. kamu juga jangan galau terlalu lama, kasihan layongnya udah pengen ngedate juga.. 😀
      thanks mel 😀

      • yaudah selamat bekerja keras nam hahaha
        ya nggak tau lah nam, takdir mungkin lol
        masih jauh dari kata nge’date’ buat layong, oh yeah aku memang harus mikirin mereka deh waks terlalu lama nggak tersentuh 😀
        urwel nam 🙂

  4. Junemennya cakep euy pake jas :3
    Injoo lucu ya, selalu bawa-bawa nama Sungjae sampe si Joonmyeon panas mulu XD
    Kencannya keliatan biasa sih, tapi kalo bareng Junemen apapun terasa spesial ❤ ㅋㅋㅋ

    • kkk~ jinja ?? maklum sungjae itu ga kalah cakep sama junmennya :’ biar di warung pinggir jalan nge-date langsung berasa makan di hotel berbintang ya xD

      thanks udah baca 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s