AB Style : New Age, New Love, New Friend

New Age Love Friend (hellospringbreeze Req)

Title : New Age, New Love, New Friend

Author :  hellospringbreeze (@hellospringbree)

Genre : Romance, Sad

Lenght : 2.501 word

Main Cast: Huang Zi Tao and Park Ji Young (@meiliji95)

Note:

Makasih banyak buat echa~ Nih, cha aku kasih cinta dari Channie (?)

Thanks for the beautiful poster Ald 

Please read Park Ji Young’s Profile first

 

 

May, 2nd 2013 [07.00 PM]

SM Building

—————

Tao berjalan gontai keluar SM Building. Ada rasa yang melarangnya pergi, tapi Tao tak mungkin membatalkan janjinya begitu saja.

Janji? Dengan siapa?

Tentu saja dengan kekasihnya, Park Ji Young. Hari ini Tao sudah berjanji untuk merayakan ulang tahunnya bersama Ji Young, dan Tao tahu, ia tak mungkin membatalkan janji ini.

Apa yang membuat Tao setengah hati untuk datang menemui Ji Young?

Mereka sedang bertengkar.

Berawal dari hal-hal kecil yang sebenarnya bukanlah suatu masalah. Tao sibuk dengan jadwal latihan untuk comebacknya, Ji Young sibuk dengan kegiatan sekolah yang sangat menyita waktu. Itu artinya, komunikasi mereka berkurang. Perasaan lelah dengan masalah masing-masing membuat mereka tak bisa saling mengontrol emosi, dan ini lah akhirnya. Mereka saling membentak satu sama lain, mereka tak bisa menahan kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka bertengkar hebat lewat telepon semalam.

——-88——-

Ji Young duduk di salah satu bangku taman. Dia menatap kosong jalanan yang ada dihadapannya. Ada sebuah kotak kue kecil di pangkuan Ji Young dan kotak  lain di sebelah kanan Ji Young, entahlah, mungkin itu hadiah untuk Tao.

Ji Young sama sekali tidak memperhatikan sekitarnya, dia tenggelam dalam lamunannya. Ada sesuatu yang berusaha Ji Young sembunyikan. Ini termasuk masa-masa sulit bagi Ji Young. Ji Young tahu ia harus mengatakannya, tapi Ji Young belum ada keberanian untuk bicara serius pada Tao.

15 menit.

Percaya atau tidak, Tao sudah duduk di sebelah Ji Young selama 15 menit, tapi Ji Young tak berkata satu kata pun, bahkan menyadari kehadiran Tao pun tidak.

Apa ini yang disebut buang-buang waktu? Tao menghembuskan napas berat. Kalau saja Tao boleh berpikir egois kali ini. Tao lelah, dia bisa saja membatalkan janji ini secara sepihak. Tao bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk beristirahat di dorm. Tapi tidak, semua orang tahu Tao bukanlah namja yang egois, apalagi ini untuk Ji Young.

Seperti yang Ji Young lakukan, Tao hanya diam menatap Ji Young. Jujur saja, ada rasa menyesal di hati Tao karena sudah membentak Ji Young lewat telepon semalam. Tao tak bermaksud merubah Ji Young menjadi gadis pemurung.

Tao menyesal.

Semua orang tahu Ji Young adalah gadis dengan tawa yang lepas dan senyuman hangat. Lalu? Mengapa sekarang Ji Young hanya diam dengan ekspresi datar? Apa semua ini karena Tao?

“Meiliji, sudah lama menunggu? Maaf aku datang terlambat.” Tao menyentuh puncak kepala Ji Young.

“Ah, kau sudah datang Tao ge. Tidak, aku baru saja duduk disini. Hanya sebentar.” Ji Young memamerkan senyuman hangat miliknya.

Sebentar? Tao sudah duduk di samping Ji Young selama hampir 20 menit. Entah sudah berapa lama Ji Young duduk di bangku ini sebelum Tao datang. Itukah yang Ji Young sebut ‘sebentar’?

Tao membalas senyuman Ji Young.

Saengil chukkae Tao ge. Semoga comeback EXO akan sukses, aku akan selalu mendoakanmu.”

Ji Young segera membuka kotak kue yang ada di pangkuannya. Hanya kue kecil dengan hiasan panda juga lilin-lilin kecil yang mengelilinginya. Ji Young menyalakan satu per satu lilin itu.

Make a wish.

Ji Young menyodorkan kue ulang tahun itu kepada Tao sambil tersenyum. Entahlah, ada sesuatu yang kurang dari senyuman Ji Young, dan Tao tahu itu apa.

“Aku harap Meiliji mau memaafkanku.” Tao meniup satu per satu lilin yang ada di atas kue ulang tahunnya.

“Kau tidak salah apapun Tao ge.” Ada raut kecewa di muka Ji Young.

“Aku membentakmu kemarin,” jawab Tao cepat.

“Itu karena kita sama-sama lelah,” Ji Young memperkuat argumennya.

“Maaf.”

“Kau tak bersalah, Tao ge.”

“Aku….”

Sebelum Tao sempat menyelesaikan kalimatnya, Ji Young sudah menyodorkan kotak lain pada Tao.

“Hadiah?” Tanya Tao santai.

“Buka dan jangan banyak bicara.” Ji Young benci Tao selalu menyalahkan dirinya sendiri.

Tao membuka kotak ukuran sedang berwarna biru itu, warna favorit Tao. Didalamnya hanya ada sebuah bingkai foto dan selembar kertas.

Bingkai foto?

Tao mengangkat bingkai foto itu agar bisa melihatnya dengan jelas. Oh ya, itu foto yang mereka ambil saat kencan kedua mereka, makan siang di restaurant favorit Ji Young.

Kertas?

Tao tersenyum manis melihat kertas ini. Seorang Park Ji Young menulis surat? Itu berarti sebuah keajaiban.

Tao melirik Ji Young yang sedang membuang mukanya kelain arah sebelum membaca surat itu.

For my AB Style namja, Tao ge

SAENGIL CHUKKAE! Maaf mungkin kue yang aku beli tidak semahal kue dari fans mu. Bagaimana acara mu dengan fans-fansmu? Menyenangkan?

Terkadang aku ingin jadi fangirl saja. Kenapa? Karena saat jadi kekasihmu aku adalah orang terakhir yang memberimu hadiah dan kue, hari ulang tahunmu kau habiskan bersama fans.

Baiklah, aku tak mau betele-tele. Yang pasti aku harap hubungan kita bisa bertahan lama, maaf atas segala keegoisanku kemarin.

Satu hal lagi yang ingin aku katakan padamu Tao ge….

Selesai? Suratnya selesai?

“Meiliji, suratnya selesai?” Tao sedikit heran.

“Tiba-tiba aku kehilangan mood-ku untuk menulis surat,” jawab Ji Young cepat dengan muka polosnya.

Aigoo, Ji Young memang tak pantas di bentak. Tao tersenyum jenaka. Ji Young terlalu menggemaskan bagi Tao.

“Apa yang ingin kau katakan?” Tao masih penasaran dengan kelanjutan surat Ji Young.

“Aku malu mengatakannya,” Ji Young membuang mukanya ke lain arah untuk kesekian kalinya.

HAH! Tao melirik Ji Young. Ji Young malu?

“Katakan saja Meiliji, jangan malu,” Tao menggenggam tangan Ji Young erat agar Ji Young mempercayai Tao.

“Aku malu,” Ji Young menundukkan kepalanya.

“Baiklah, aku tak akan memaksakannya,” jawab Tao datar. Tao sengaja membuat Ji Young merasa bersalah, Tao berusaha terlihat marah.

“Jangan marah Tao ge,” pinta Ji Young yang segera menatap Tao setelah mendengar nada Tao barusan.

“Aku tidak marah.”

Tao membuang mukanya ke lain arah. Jujur, Tao hampir saja tertawa. Tao hanya ingin tahu apa yang dikatakan Ji Young, dan ini lah satu-satunya cara.

“Baiklah, aku akan mengatakannya, tapi jangan lihat mukaku.”

Ji Young membalikan badannya, sekarang Ji Young membelakangi Tao.

“Aku tahu, semua ini memang sudah jadi konsekuensinya. Aku tahu kau sibuk dan lelah. Seharusnya aku bisa mengerti ini dari awal, tapi ternyata sulit. Seharusnya aku bisa lebih mengerti karena kau lelah dengan segala urusan comeback EXO. Seharusnya aku tidak balas membentakmu kemarin. Mian Tao ge, aku harap itu adalah kali pertama dan terakhir kita untuk bertertengkar.

Dan satu hal lagi, aku harap kau bisa mengerti maksudku. Hmm….

Aku sudah memikirkan hadiah dan kue ulang tahun mana yang pantas untukmu sejak satu bulan lalu. Ya, walaupun aku tahu kau punya banyak kue dan hadiah lain dari fans-fansmu.

Aku ingin jadi orang pertama yang ada di hadapanmu sambil membawa kue ulang tahun di hari ini, aku ingin jadi orang pertama yang kau ucapkan terimakasih untuk hari ini, aku ingin jadi orang pertama yang membuat kejutan untukmu, tapi itu semua mustahil, hari ini kau untuk fans.”

Tao hanya bisa menatap datar punggung Ji Young. Jujur saja, Tao tak menyangka jika Ji Young akan seperti ini. Ji Young menarik napas sebelum mengatakannya.

“Tao ge, aku cemburu.”

Tao tahu, nada bicara Ji Young berbeda. Tao memeluk Ji Young dari belakang. Tao melingkarkan tangannya pada Ji Young.

“Meiliji jangan menangis, maafkan aku.”

Tao semakin mempererat pelukannya saat ia tahu ada beberapa tetes air mata yang Ji Young keluarkan.

“Aku harap kita tidak akan bertengkar lagi, maaf Tao ge, aku memang egois,” Ji Young sedikit terisak.

“Maaf aku membentakmu kemarin. Kumohon jangan menangis Meiliji,” Tao benci melihat air mata Ji Young.

Ji Young segera menghapus air matanya, ia tak mau terlihat cengeng di depan Tao.

Tao bangkit dari tempat duduknya, sekarang Tao sudah berlutut di depan Ji Young. Tao menghapus sisa-sisa air mata Ji Young yang membuat pipinya basah. Tao menangkup wajah Ji Young lalu menatap matanya lekat.

“Meiliji, aku mengerti maksudmu. Tapi perlu kau ketahui, kau tak perlu jadi orang yang pertama. Menurutku tetap saja kue darimu yang paling special, menurutku tetap saja ucapan dari mu yang paling berharga. Meiliji, jangan cemburu, kau tetap jadi yang special.”

Ji Young tersenyum. Iya, mulai sekarang Ji Young tidak boleh cemburu.

“Hatiku terbagi menjadi 100 bagian. 70 bagian untuk keluargaku dan EXO, 30 bagian untuk fans.” Tao bicara sangat serius sambil menggenggam tangan Ji Young.

Lalu?

Tidak ada hati untuk Ji Young?

Tao, kau tega.

“Tapi saat seluruh bagian itu menjadi satu, satu hati yang utuh itu milikmu Meiliji.” Tao membuat Ji Young kembali tersenyum lebar.

“Meiliji, terimakasih untuk semuanya, untuk hari ini.” Tao memeluk Ji Young, untuk pertama kalinya.

“Sama-sama Tao ge.” Ji Young membalas pelukan Tao.

——-88——-

Tao dan Ji Young berjalan beriringan menyusuri jalan setapak. Tangan kanan Tao menjinjing dua kotak pemberian Ji Young, kotak kue dan kotak berisi hadiah. Sedangkan tangan kanan Tao menggenggam tangan Ji Young erat. Tao mengenakan topinya agar tak ada yang tahu identitasnya.

Apa tujuan AB Style couple malam ini?

Entahlah, mereka hanya berniat untuk mengitari Cheonggyecheon Stream. Mereka akan menikmati suara air yang mengalir, mereka juga akan menikmati cahaya-cahaya dari lampu kecil yang indah. Hanya ini yang bisa Tao berikan. Ji Young tak pernah menuntut lebih, Ji Young senang malam ini. Tao hanya punya satu jam sebelum dia kembali ke dorm.

Seperti biasa, mereka tertawa bersama, membicara apa saja yang menurut mereka lucu. Tao bercerita tentang lelucon-lelucon konyol EXO, Ji Young bercerita tentang kebiasaan buruk Il Soo. Hal-hal biasa tapi bisa membuat mereka tertawa.

Mereka terus berjalan santai melewati beberapa orang yang juga sedang menikmati pemandangan Cheonggyecheon Stream. Tapi tawa mereka lenyap saat seorang gadis yang ada dihadapan Ji Young hampir saja jatuh ke tanah. Dengan sigap Ji Young menopang tubuh mungil itu.

“Agashi, kau kenapa? Apa yang terjadi?” Ji Young cukup panik melihat muka pucat gadis itu.

“Astaga, Meiliji dia yeojachingunya Chanyeol hyung,” Tao segera membawa tubuh lemah Hyojin.

——-88——-

08.57 PM – Cheongdam-dong, Gangnam-gu, Seoul.

Ji Young dan Tao terlihat mondar-mandir dengan ekspresi cemas mereka saat Chanyeol datang.

“Dimana VJ?” tanya Chanyeol sedikit terengah-engah karena dia harus berlari untuk sampai kesini.

“Didalam, hyung, masih dalam pemerikasaan dokter.” Jawab Tao segera.

Ji Young, Tao, dan Chanyeol hanya bisa termenung sambil berdoa untuk Hyojin. Chanyeol menatap Ji Young dengan tatapan ‘sepertinya aku kenal dia’. Ini memang bukan kali pertama bagi Ji Young untuk melihat Chanyeol, mengingat Ji Young memang sudah sering datang ke SM Building. Tapi Ji Young belum pernah berkenalan secara langsung dengan Chanyeol.

Beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang pemerikasaan. Beruntung, Hyojin hanya kelelahan dan hanya butuh banyak istirahat. Chanyeol segera masuk untuk menemui Hyojin, diikuti dengan Ji Young dan Tao di belakangnya.

Ji Young sangat prihatin dengan Hyojin yang terbaring lemah, mukanya pucat. Entahlah, mungkin karena Ji Young belum pernah punya saudara perempuan, ada rasa sayang di hati Ji Young.

“VJ, mian. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu.” Chanyeol menggenggam tangan Hyojin, berusaha mentransferkan hangat tubuhnya pada tubuh Hyojin yang dingin.

“Tidak apa-apa Channie. Aku senang, karena aku sudah di selamatkan uri evil maknae dan yeojachingunya.” Hyojin tersenyum hangat pada Ji Young dan Tao.

Ji Young tertawa kecil mendengar Hyojin memanggil Tao dengan sebutan ‘evil maknae.’ Sedangkan Tao hanya tersenyum simpul, ada sesuatu yang mengganjal di hati Tao.

“Hyung, seharusnya kau antar Jinni-ya sampai kerumah,” Tao bicara dengan nada serius sambil menatap Chanyeol dengan tatapannya yang menusuk.

Chanyeol menoleh ke arah Tao, Chanyeol balik menatap Tao garang. Ada yang ingin Chanyeol katakan, tapi urung niat Chanyeol saat Hyojin semakin erat menggenggam tangan Chanyeol.

Lagi, Chanyeol kembali menatap Hyojin. Tao benar, memang Chanyeol salah, dan Chanyeol tak berhak untuk marah dengan kata-kata Tao barusan.

“Channie, Tao ge, jangan bertengkar. Aku baik-baik saja.”

Untung saja Hyojin bisa menetralkan suasana. Tao hanya bisa menghembuskan napas pelan, masih ada yang mengganjal. Tapi urung niat Tao saat melihat tatapan penuh harap Ji Young.

“Sudahlah Tao ge.” Bisik Ji Young pada Tao.

——-88——-

Hyojin menggenggam erat tangan Chanyeol. Ia semakin memperketat syal yang membungkus lehernya sebelum keluar dari rumah sakit. Sekarang mereka berempat sedang berada di lobby rumah sakit.

“Terima kasih Tao ge, terimakasih juga….” Hyojin tersenyum tulus menatap Ji Young.

“Park Ji Young, panggil saja Ji Young,” jawab Ji Young bersemangat saat Hyojin tersenyum padanya.

“Terimakasih Jiji.”

Jiji? Panggilan baru untuk Ji Young dari Hyojin.

“Hah? Park Ji Young? Kau adik Park Il Soo? Pantas saja aku sering melihatmu. Ternyata. Tao sudah berapa lama kalian…”

“Sejak tahun baru.” Jawab Tao cepat, bahkan Chanyeol belum sempat menyelesaikan kata-katanya.

“Hmmm.. Ternyata selama ada di SM Building matamu mencari gadis-gadis ya.” Chanyeol tertawa lepas.

“Channie ini rumah sakit. Kecilkan suaramu, bagaimana jika ada fans yang tahu?” Hyojin menyenggol Chanyeol dengan bahunya.

“Mianhae VJ,” Chanyeol menundukan kepalanya.

Ji Young dan Tao hanya bisa cekikikan melihat tingkah Chanyeol yang menggelikan.

Tiba-tiba Ji Young mendekati Hyojin.

“Umm, boleh aku panggil eonnie? Aku kelahiran 95,” tanya Ji Young secara tiba-tiba.

“Boleh, aku kelahiran 94,” Hyojin tersenyum cerah.

“Eonnie boleh aku katakan sesuatu?” Ji Young sedikit berbisik.

“Boleh,” jawab Hyojin cepat, dia penasaran dengan apa yang akan dikatakan Ji Young.

“Bukan aku bermaksud sok tahu, tapi aku hanya ingin bilang, jika ada sesuatu yang kau rasakan di hatimu, lebih baik kau ceritakan saja pada Chanyeol oppa. Aku tahu pasti ada sesuatu yang mengganjal di hatimu sampai-sampai kau pergi seorang diri. Eonnie, kau juga bisa bercerita padaku, aku harap kita bisa jadi teman,” Ji Young tersenyum lebar memamerkan giginya.

“Terimakasih Jiji,” Hyojin memeluk Ji Young.

Hyojin dan Ji Young baru saja berkenalan beberapa menit yang lalu. Hyojin akan selalu menjaga jarak dan jauh lebih pendiam dengan orang yang baru dia kenal. Tapi entahlah, setelah mendengar kata-kata Ji Young barusan, Hyojin juga ingin jadi teman Ji Young. Tao dan Chanyeol hanya bisa bertukar pandang melihat Ji Young dan Hyojin yang berpelukan.

“VJ, ayo kita pulang,” Chanyeol menggenggam tangan Hyojin lagi.

“Sampai jumpa,” Hyojin melambaikan tangannya pada Ji Young dan Tao.

Ji Young dan Tao membalas lambaian tangan Ji Young.

——-88——-

Tao dan Ji Young sudah berada di depan apartment Ji Young.

“Il Soo sudah pulang?” tanya Tao.

“Belum,” jawab Ji Young cepat.

“Aku bisa menemanimu sampai Il Soo kembali,” jawab Tao, Tao tak mau meninggalkan Ji Young sendirian di apartment.

“Tidak, kau harus pulang Tao ge. Kau pasti lelah.” Ji Young menggeleng cepat mendengar tawaran Tao.

Untuk beberapa saat Tao hanya menatap mata Ji Young lekat. Ada gurat-gurat kekecewaan di mata Ji Young, Tao tahu sebenarnya Ji Young ingin tetap bersama Tao malam ini.

“Meiliji..”

“Kumohon Tao ge. Aku ingin kau berisirahat malam ini,” Ji Young sedikit mendorong Tao.

Tao menghembuskan napas berat. Tao memeluk Ji Young.

“Meiliji, mungkin kita akan semakin jarang bertemu. Comeback EXO sudah dekat. Maaf jika ini sulit untukmu,” Tao semakin mempererat pelukannya.

“Aku mengerti, cepat pulang dan istirahat Tao ge,” Ji Young melepaskan pelukan ini.

“Saranghae,” Tao mencium dahi Ji Young.

“Nado, saranghae Tao ge,” Ji Young melambaikan tangannya pada Tao.

Tao melangkah cepat meninggalkan apartment, Ji Young segera masuk ke dalam apartmentnya.

Sepi.

Tapi Ji Young tidak boleh egois. Ji Young bersyukur sudah bisa menghabiskan malam ini dengan Tao. Ji Young sudah terlalu sering ditinggal sendiri, dan dia sudah terbiasa.

Ji Young masuk ke dalam kamar tidurnya, menyapa ikan-ikan kecil peliharannya.

“Mosya Syaloo, bagaimana hari ini? Aku? Aku senang karena aku dan Tao gege sudah tidak bertengkar lagi. Hari ini Tao gege punya umur baru. Hari ini juga aku mengungkapkan isi hatiku, cinta kami tumbuh jadi cinta yang baru. Hari ini aku bertemu seseorang. Hyojin, nama gadis manis itu. Yeojachingu Park Chanyeol. Dia memanggilku dengan sebutan Jiji, dan aku suka. Aku harap kami bisa jadi teman. Aku punya teman baru.”

_THE END_

Sorry for typo(s) i hope u enjoy, like, leave a comment and follow this blog

maaf ya kalo absurd, aneh -___________-

Oh ya, gimana pendapat kalian tentang rambut barunya EXO? Ganteng ya merekaaaaaaa

Hihihihi :3 well, makasih udah baca, love yaaa~ ❤

22 thoughts on “AB Style : New Age, New Love, New Friend

  1. anyeong,, eoni ^^
    ah, jadi mereka sempat berantem ;3
    tapi semua itu selesai karena ke-sosweet-an Tao :)) trus yang nolong Hyojin itu ternyata Ji Young.. omonaa~ taengitta~ (ps : Kak Echa aku kira yang nolong Hyojin itu siapanya channie, pkoknya udah khawatir duluan eh ternyata bukan >w<) nice fic eon,, next AB style storynya ditunggu ^^
    oiyaa rambutnya mereka kereeen ^^ apalagi si baek aduh XD *brb di seret DO*

    • anyeong juga ^^
      iya mereka berantem, biasa anak muda (?)
      iya tao gombal masa -______- hahaha, kirain mantannya channie gitu ya, atau selingkuhannya channie (di gampar echa)
      aduh, makasih yaaaa.
      Tao juga keren *tetep* hahahaha 😀

    • hahaha nah loh nab, aku laporin echa entar, hahahah 😀
      aku juga cemburu nih tao (apaan coba)
      well, makasih udah baca dan komen ya 😀

  2. Kan! Sudah aku duga kalau yang nolongin Hyojin itu Jiyoung. Apa aku berbakat melihat masa depan? *plaak :”D
    Ish kalau aku jadi Jiyoung juga pasti kesel sama sedih dibentak gitu. Iya tau cape, tapi ga mesti bentak2 orang juga kan. Tapi ada yang mengganjal di aku. Ada apa dengan Tao sama Hyojin? Menurutku kenapa Tao reaksinya segitunya ya ,_.
    Ah enaknya punya hewan piaraan TT Eunhee ga punya bakat miara hewan, karena seminggu dua minggu kemungkinan hewan itu ga bernyawa lagi…

    • hahaha, muti peramal masa depan :O
      ya namanya anak muda, mereka masih labil mut, ntar juga nyesel sendiri (?) -_____-
      nah loh ada apa dengan taohyojin? jangan2 mereka secret couple? OH NOOOO
      hahaha, itu juga jiji peliharaannya yang gampang aja, yang bisa di tinggal, kalo kucing apa anjing kan harus di urus bgt -______-
      tapi jiji punya peliharan baru, ‘AB Style kung fu panda the peacock boy’ hahahaha

  3. Ya namanya pasangan sih pasti ada likalikunya. Hihihi.
    Tapi lucu kok cara menyelesaikan masalahnya. Jiyoung udah berani ngungkapin apa yang dirasakan.
    Fighting untuk AB-Style yang lain ya!

  4. jadi mereka sempet berantem…?

    ngebayangin Tao ngomong kayak gitu ke Ji Young jd melting…

    keep writing eonni for AB style!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s