AB Style : First Date

hellospringbreeze

Title : First Date

Author :  hellospringbreeze (@hellospringbree)

 Genre : Romance

Lenght : 2.275 word

Main Cast: Huang Zi Tao and Park Ji Young (@meiliji95)

Note:

Makasih banyak buat echa~ *bighug from channie*

Thanks Kangdongmoon for the beautiful poster  🙂

Song of this fanfic : I Wish I had Her Life (Princess and the Pop Star song)

Super Girl (SJ-M)

Please read Park Ji Young’s Profile first

——————————–

February, 18th 2013 [08.05 AM]

EXO’s Dorm

Tao sudah siap untuk berangkat, ia mengenakan salah satu hoody putih miliknya, sepatu santai, dan topi berwarna biru tua sebagai penutup kepalanya. Tao menghela nafas pelan. Baiklah, kali ini dia harus berbohong.

“Hyung, aku pergi dulu.” Tao berharap managernya tak bertanya banyak hal. Tao melesat secepat kilat untuk segera meninggalkan dorm.

“Kau pergi? Mau kemana?” Tao sedikit mendelikkan matanya, Tao memang tak pandai berbohong.

“Aku ada janji. Kumohon, hanya sebentar. Aku berjanji, identitasku tak akan terungkap diluar sana,” jawab Tao cepat.

“Biar aku yang antar, kau tak bisa di percaya.” Sang manager segera mengambil kunci mobil.

——88——-

Tao hanya bisa pasrah. Di dalam mobil dia hanya diam, berharap sang manager tak menanyakan banyak hal tentang janjinya hari ini.

“Kau ada janji dengan seseorang? Siapa?” Baru saja Tao berharap managernya tak banyak bertanya.

“Hanya teman. Bisa cepat sedikit? Aku bisa terlambat,” jawab Tao canggung. Apa? Terlambat? Ini baru jam 8 pagi, sedangkan janjinya jam 10 pagi.

“Park Ji Young, benar? Gadis manis itu?” HAH! Tao sedikit tersentak. Tao gelagapan, bingung harus menjawab apa.

“Kenapa kau diam saja? Dia manis. Kenapa kau bilang kalian hanya teman? Ayolah panda, tak ada yang bisa kau rahasia kan dariku.” Managernya terus mengoceh panjang lebar.

“Iya, aku menyatakan perasaanku tahun baru kemarin. Aku sudah menyukainya sebelum debut. Ji Young terlihat sebagai pribadi yang begitu hangat,” Jawab Tao sedikit tersenyum. Bisa dibilang, Tao bangga memiliki Ji Young.

“Dia gadis yang kuat. Sangat kuat,” tutur sang manager cukup serius.

“Maksudmu hyung?” Tao sedikit menoleh untuk menelaah ekspresi managernya.

“Kau harus banyak bertanya tentang hidupnya,” tambah sang manager singkat.

Tao akui, dia belum terlalu banyak tahu tentang Ji Young. Mereka sudah dua bulan menjalin kasih, tapi Tao belum pernah memberi apapun, Tao juga belum sempat mengajak Ji Young pergi berkencan, ini semua karena jadwal latihan untuk comeback EXO yang sangat padat.

Tak perlu waktu lama, Tao sudah berdiri di depan apartment Ji Young. Tao bukan lagi anak sekolah menengah dengan tangan gemetar di depan kekasihnya, tapi Tao akui, dia gugup saat ini. Tao memencet bel di depan pintu apartment.

TING TONG!

Beberapa saat kemudian knop pintu di putar, detak jantung Tao semakin cepat. Pintu terbuka. Jujur, Tao hampir saja memeluk Ji Young, tapi dia ingat, ini belum saatnya. Bagaimana tidak, Ji Young terlihat sangat manis dengan pakaian rumahnya, hanya sekedar kaos dan celana jeans, tapi Ji Young begitu manis. Rambutnya yang hitam tergerai bebas.

Měilì1, satu kata untuk Ji Young pagi hari ini.

“Hai, datang lebih awal? Tidak masalah. Ayo masuk, sebelum ada fans yang melihat,” Ji Young menyapa Tao dengan senyuman hangatnya. Ji Young dan Tao memang jarang bertemu, tapi senyuman Ji Young tergambar jelas di otak Tao, Tao tak pernah melupakan senyuman itu.

Tao masuk ke apartment yang menjadi tempat tinggal Ji Young dan Il Soo. Apartment yang cukup luas untuk dua orang. Tao melihat sekeliling, dia sedikit tertegun. Apartment ini sederhana, luas, hangat, tapi sedikit sepi. Dinding apartment ini dilapisi cat berwarna putih, terdapat cermin besar di ruang tamunya sehingga apartment ini terkesan sangat luas.

“Ayo duduk. Tao ge, kau bawa filmnya?” Suara ceria Ji Young memecah lamunan Tao. Ji Young sudah duduk di sofa ruang tengah dan menyalakan DVD playernya.

“Bawa.”

Tao tersenyum hangat lalu duduk di sebelah Ji Young. Dia menyerahkan beberapa film anak-anak yang dia bawa. Film anak-anak? Jangan tanya darimana Tao mendapatkannya, Tao harus mengendap-endap pergi ke toko, lalu membeli sebanyak mungkin film anak-anak yang dia lihat tanpa sepengetahuan penghuni dorm. Semua ini Tao lakukan karena menurut Tao belum saatnya orang-orang tahu tentang hubungannya dan Ji Young.

Kini Ji Young terlihat sibuk dengan berbagai film anak-anak yang Tao bawa. Tao sangat gemas melihat Ji Young yang tak henti-hentinya bersenandung. Ji Young sangat bersemangat pagi ini.

“Kau manis.” Tao membelai halus rambut Ji Young. Harum, aroma rambut Ji Young tersebar keseluruh rongga dada Tao.

Ji Young diam dan menghentikan aktifitasnya. Ji Young sedikit kaget. Lantas? Tao ikut terdiam, tak seharusnya dia melakukan itu. Tao tersenyum kikuk. Tao mengumpat dirinya sendiri.

Belum saatnya Huang Zi Tao! Tao berteriak dalam hatinya. Perasaan canggung membatasi Ji Young dan Tao selama lebih dari dua menit.

“Kita nonton ini saja,” Ji Young sedikit berteriak karena terlalu bersemangat.

Tao tersenyum cerah, akhirnya ada yang bisa menetralkan suasana diantara mereka berdua. Tao melihat film yang di pilih Ji Young.

Barbie: Princess and the Pop Star.

——88——-

Selama film diputar, tak ada sedikit pun dialog film yang masuk ke otak Tao. Yang ada di otak Tao hanya ‘mengapa Ji Young selalu menyita perhatianku?

Tao terus saja melirik Ji Young yang duduk tenang di samping kirinya. Tao sudah terlalu sering duduk disebelah yeoja, tapi kini rasanya sedikit berbeda. Ada sedikit rasa canggung, tapi ada juga rasa ingin merangkul Ji Young. Perlahan tapi pasti Tao merangkul Ji Young.

TAP!

Tangan Tao sudah merangkul bahu Ji Young. Ji young hanya diam, tak bereaksi sama sekali. Kenapa? Karena Il Soo sering merangkul Ji Young, menurut Ji Young itu salah satu wujud kasih sayang Il Soo pada Ji Young, dan itu juga berlaku untuk Tao.

Ada rasa bangga di hati Tao. Senyuman nakal tak henti menghiasi wajahnya. Beruntung Ji Young tak melihat senyuman nakal ini, Ji Young terlalu fokus pada film yang sedang di putar.

Tao lega. Akhirnya dia bisa merangkul Ji Young. Semalaman suntuk Tao memikirkan hal ini. Bukan hal yang tidak-tidak, Tao hanya ingin membuat Ji Young nyaman selama berada di sampingnya.

Film selesai, Ji Young bertepuk tangan.

Menggemaskan.

Tao ingat Ji Young pernah berkata, ‘Aku bukan yeoja dengan aegyo dan dress feminim mereka

Ji Young memang tak pernah mengenakan dress, tapi Ji Young penuh dengan aegyo. Disadari atau tidak, Ji Young selalu bertingkah menggemaskan, setidaknya begitu bagi Tao.

Ji Young punya mata dengan binar indah, Ji Young punya hidung yang tak kalah mancung dengan hidung Tao, rambut hitamnya selalu harum. Tao yakin, barbie di film itu kalah cantik dengan Ji Young.

Měilìji.” Tao menarik beberapa centi sudut bibirnya.

“Hah? Maksudnya?” Ji Young menggerakan kepalanya ke samping dengan tatapan tak mengerti.

Měilì Ji Young, beautiful Ji Young.” Tao menjelaskan arti kata-katanya barusan.

“Jinjja? Gomawo,” Ji Young tersenyum hangat.

DEG!

Tao cukup kaget melihat senyum hangat Ji Young.

‘Aigooo! Mengapa Ji Young terlalu manis?’ Tao terus saja berdialog dengan hatinya.

“Iya, kau cantik Ji Young.”

Tao tak lagi bisa menahannya, tangan Tao menyentuh pipi Ji Young. Halus, kulit Ji Young halus.

“Aku akan bawakan makanan kecil, tunggu sebentar, ne.” Ji Young bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan menuju dapur.

——88——-

Tak beberapa lama, Ji Young kembali duduk di samping Tao dengan enam buah cupcake di tangannya.

“Silahkan.” Ji Young mempersilahkan Tao untuk menyantap cupcake yang dibawanya.

Měilìji, kau yang membuatnya?” tanya Tao sambil melahap salah satu cupcake dengan hiasan buah cherry di atasnya.

“Iya, bagaimana rasanya?” Ji Young tertawa kecil mendengar panggilan barunya dari Tao.

“Rasanya? Rasanya seperti Park Ji Young,” jawab Tao santai.

“Maksudmu Tao ge?” Sungguh Ji Young tak mengerti apa yang dimaksud Tao.

“Iya, rasa cupcake ini seperti Park Ji Young, manis.”

DEG!

Kali ini Ji Young yang kaget dengan tingkah Tao. Ingin rasanya Ji Young berlari lalu masuk ke kamarnya dan menutup wajahnya dengan bantal, Ji Young malu. Wajah Ji Young bersemu merah.

Untuk beberapa saat hening menyelimuti apartment Ji Young. Mereka berdua hanya sibuk dengan cupcake buatan Ji Young yang memang sangat lezat.

——88——-

Look at her in the spotlight

I love her purple hair

She can do, what she wants to

As crazy as she dares

She doesn’t need to be polite

I wish I had her life

 

Bait lagu di film Barbie itu berputar di kepala Ji Young. Bagaimana rasanya menjadi seorang bintang?

“Tao ge, bagaimana rasanya berada di atas panggung?” tanya Ji Young penasaran.

“Rasanya? Kau bisa berekspresi semaumu, menyenangkan. Kapan-kapan kau mau datang ke konser EXO, Měilìji?” Tao menanyakan ini dengan intens.

“Tentu, aku bisa pergi bersama teman-teman,” jawab Ji Young bersemangat.

Ji Young senang, mengingat teman-teman Ji Young sering sekali pergi bersama-sama, mungkin pergi ke konser akan jadi hal baru yang menarik untuk mereka coba.

“Tapi kau tak perlu datang ke konser Ji,” jawab Tao serius.

“Maksudmu Tao ge?”

Oh, kali ini apa lagi Tao? Ji Young tak mengerti maksudmu!

“Aku bisa memberinya secara cuma-cuma,” Tao memamerkan smirknya.

“Jinjja?” jawab Ji Young bersemangat.

Tao menggenggam tangan Ji Young, lalu mengajak Ji Young ke depan cermin besar di ruang tamu apartment ini.

Ji Young hanya terpaku menatap bayangan Tao di cermin itu. Sekarang apa lagi yang akan Tao lakukan?

Oh my Super girl, ni shi wo de Baby girl

Ta kan bu jian ni de mei li, ping fan bei hou de mo li

Oh my Super girl, wo shi ni de super man

Ni de yan shen rang wo zhao mi

Wei le ni wo shen me dou yuan yi

 

Tao bernyanyi sambil menari dihadapan Ji Young. Tao memang bukan main vocalist atau pun main dancer di EXO, tapi menurut Ji Young penampilan Tao barusan sangat bagus. Entahlah, sudah berapa kali Tao membuat senyuman Ji Young merekah pada pagi hari ini.

Yey!” teriak Ji Young sambil bertepuk tangan di akhir penampilan Tao barusan.

“Kau suka?” Tao bertanya sambil tersenyum jenaka.

“Tentu. Kau menggemaskan Tao ge.”

YA! Tao berteriak dalam hati. Ada rasa bahagia yang membuncah di hati Tao.

“Satu kali lagi, kali ini kau harus ikut bernyanyi, Měilìji,” ajak Tao, Ji Young langsung mengangguk bersemangat.

Oh my Super girl, ni shi wo de Baby girl

Ta kan bu jian ni de mei li, ping fan bei hou de mo li

Oh my Super girl, wo shi ni de super man

Ni de yan shen rang wo zhao mi

Wei le ni wo shen me dou yuan yi

Entahlah, hanya beberapa kalimat yang mereka nyanyikan, hanya beberapa gerakan pula yang mereka gerakkan, tapi hal ini berhasil membuat mereka tertawa lepas.

Menyenangkan.

Itu adalah kesan dari kencan pertama mereka.

“Kau pandai menari Ji,” Tao mengelus puncak kepala Ji Young.

“Ya, Il Soo mangajarkanku banyak hal,” jawab Ji Young cepat.

Kalian lupa? Il Soo, kakak laki-laki Ji Young adalah koreografer di SM Int. Jadi, tak heran jika Ji Young bisa menari dengan baik.

——88——-

Sudah berapa lagu yang mereka nyanyikan? Sudah berapa macam gerakan yang mereka lakukan? Entahlah, mereka tidak menghitungnya.

Yang Tao dan Ji Young tahu hanyalah ‘hari ini, kami tertawa bersama, dan itu menyenangkan.’

Acara konser-gratis-secara-cuma-cuma ini berakhir dengan gelak tawa Tao dan Ji Young yang begitu lepas.

“Ji, golongan darahmu apa?” tanya Tao secara tiba-tiba, mereka berdua masih duduk di lantai apartment, masih berada di depan cermin besar.

“AB, sama sepertimu,” jawab Ji Young sambil mengatur napasnya yang sedikit terengah-engah akibat konser buatan mereka barusan.

“AB Style!” TOS! Refleks, mereka refleks melakukannya.

Tidak romantis? Mereka aneh? Terlihat seperti teman biasa?

Mereka tak peduli dengan apa yang orang lain katakan, bagi mereka, hanya merekalah yang mengetahui perasaan mereka masing-masing.

Tao tahu Ji Young tak pernah mengenakan dress, tapi dengan jeans dan kaos santai pun Ji Young sudah menyita perhatian Tao. Tao tahu Ji Young tidak pernah menunjukan aegyonya pada Tao, tapi bagi Tao senyuman hangat Ji Young sudah termasuk aegyo yang sangat menggemaskan.

Begitu pula sebaliknya. Ji Young tahu Tao tak pernah memberinya buah tangan, dengan menyempatkan datang ke apartementnya sambil membawa beberapa film anak-anak pun Ji Young senang. Ji Young tahu Tao bukan namja dengan kata-kata romantisnya, tapi dengan panggilan Měilìji saja Ji Young sudah tersipu.

AB Style couple, pasangan yang punya cara sendiri untk mengekspresikan kebahagian mereka, tidak romantis, konyol, tapi mereka saling mencintai. Tao dan Ji Young hanyalah dua manusia dengan jalan pikiran anak-anak, tapi seiring berjalannya waktu, cinta mereka tumbuh menjadi cinta yang lebih dewasa. Tao dan Ji Young tak perlu banyak menoleh, mereka tak perlu melihat bagaimana pasangan lain menyatakan kasih sayang mereka. Karena inilah mereka, pasangan sederhana yang punya cara berbeda.

——88——-

Tao melirik jam dinding apartment Ji Young. Hampir pukul 12 siang. Tao harus segera pulang, mengingat janjinya pada manager untuk pulang sebelum makan siang.

Tao menatap Ji Young yang masih menggumamkan beberapa lirik lagu film Barbie tadi. Sebegitu sukakah Ji Young pada film itu?

“Ji Young, aku harus pulang.” Tao bangkit dari duduknya.

“Baiklah, hati-hati dijalan,” jawab Ji Young segera.

Ji Young tidak menyuruh Tao untuk tetap berada di sampingnya? Dia rela ditinggal Tao? Iya, jawabannya adalah ‘iya’. Kenapa? Karena Ji Young tahu, pasti akan ada pertemuan berikutnya. Ji Young tahu bagaimana sibuknya Tao untuk comeback EXO, Ji Young tidak boleh egois.

Mereka berdua berjalan menuju pintu apartment Ji Young. Ada rasa tidak rela untuk meninggalkan Ji Young sendirian lagi di hati Tao. Il Soo juga sedang sibuk di SM Building, Tao tahu betul Il Soo sering pulang larut malam.

“Jika kau kesepian, kau bisa telpon aku Ji.” Tao sudah berdiri di depan pintu apartment.

“Tenang ge, aku tak akan kesepian,” jawab Ji Young ceria.

“Aku pulang dulu ne. Bye.” Tao sudah memutar kenop pintu.

“Bye.” Ji Young melambaikan tangannya untuk Tao.

Tao sudah berada di luar apartment. Langkah Tao yang lebar membuatnya cepat menghilang dari pandangan Ji Young. Ji Young hanya bisa menatap punggung Tao yang semakin menjauh.

Tidak. Kencan ini tidak sampai disini saja…….

Tao membalikan badannya lalu berlari ke arah Ji Young yang masih berada di ambang pintu apartment.

Saranghae.”

Tao mencium dahi Ji Young kilat, lalu melambaikan tanganya sambil tersenyum di depan Ji Young.

Ji Young membeku. Tidak ada satu kata pun yang terucap dari mulut kecilnya. Tao kembali melangkah cepat meninggalkan apartment ini sambil memamerkan smirknya karena tingkah polos Ji Young.

Tao sudah pergi dengan senyuman nakalnya.

BLAM!

Ji Young sedikit membanting pintu apartment. Ji Young memegang pipinya, panas. Ji Young sedikit berteriak lalu tertawa kecil. Huang Zi Tao, AB Style namja, hanya dia yang bisa membuat Ji Young seperti ini.

—————

1cantik

_THE END_

Yeah, i am back!

Sorry for typo(s) i hope u enjoy, like, leave a comment and follow this blog

Kira-kira yang  dimaksud dengan “Dia gadis yang kuat. Sangat kuat,” oleh sang manager itu apa ya? Hha, nantikan AB style fic berikutnya (sok meriah)

Btw, for barbie: princess and the pop star itu beneran bagus loh, kalian harus nonton -_-

22 thoughts on “AB Style : First Date

  1. ecieh panda jatuh cinta sama Měilìji…eh joonmen juga ab style loh ><
    tapi benar2 AB style~ ~ aneh masa nonton film berbi kak -_-

    • hha, thanks udah baca sama komen ya dek, jinjja? jangan2 nnti joonmen jadi suka meiliji? (abaikan) ntah apa yg ada di pikiran Tao ampe dia milih barbie -..- kenapa ga kungfu panda aja coba?

      • iya padahal aku punya loh cdnya panda ga pernah di nonton xD
        jangan sampai junmen suka meiliji nanti junmen di tebas ama tongkat wushunya tao ge~

  2. Hai chacha~ *peluk balik Channie*
    jujur ngakak aku baca tao ngedance sma jiji -_____- mian
    tapi mendadak melting pas tao jahil cium keningnya jiji.
    sweet~ 😀
    cepet buat lanjutannya ca..gak mau tau *maksa*
    hahhahaha 😀

    • hallo echa~ hha, iya nih tao sok banget bisa dance, apaapaan coba -_-
      iyaaaaa, tao jahil nih cium2 jiji, kan jiji masih kecil. hha
      ok ok tunggu caca with AB Style selanjutnya (sok)

  3. Let me pick Tao as my bias!
    Hahaha aku senyum2 sendiri pas baca bagian “Belum saatnya Huang Zi Tao”. Dari situ aku penasaran apa yang bakalan dilakuin Tao kalau sudah saatnya. Kyahahaha uri panda ternyata sudah besar (?)
    Btw Eunhee golongan darahnya juga AB. Berarti Eunhee-Tao juga AB Style dong ya *dancing *dilemparJiyoung. Ga bisa bayangin gimana gantengnya Tao dengan smirk nya habis cium dahi Jiyoung *pingsan
    Ternyata ini dia maksudnya ada barbie di AB Style. Kkk lagu2 barbie itu bagus2 lho. Aku juga suka. Tapi aku paling suka Barbie and The Diamond Castle ._.

    • yey! tuh kan Tao jadi banyak fans hha.
      kalau sudah saatnya? hmmm, apa yang akan dilakukan Tao? hahahahaha
      nah loh, banyak bgt ya yg AB mama aku juga AB (apaan coba) -___-
      iya, pasti ganteng bgt ya Tao kalo smirk nakal gitu, well just jiji and junso yang tahu 😀
      hahaha, barbie and the diamond castle? iya bagus, yg ada nyanyi2nya juga kan (tuhkan jadi ngmgin barbie)
      btw, thanks for read and leave a comment yaaa ^^

  4. kakak~ aku suka banget sama barbie loh, pokoknya aku pengen ngegantiin Jiyoung XD *gampar plak
    Tao manis, Jiyoung manis, cocok sudah AB Style :3
    ditunggu kelanjutannya kak 😀

  5. Ping balik: AB Style : New Age, New Love, New Friend | EXO Girl's Daily

  6. Huaaa. Sepertinya saya amat terlambat membaca fic ini-_-
    Seperti yang diprediksikan, FF ini bikin melting abis. Date yang sederhana pun jadi luar biasa dimata Tao-Jiyoung. Hihihi
    Fighting untuk AB-Style yang lain ya!

  7. Yah aku bacanya terlambat banget
    soalnya baru tau blog ini kemarin..

    Ngk bisa bayangin Tao pake Smirknya
    Ceritanya bagus eonni

    keep writing for AB style
    aku juga bergolongan darah AB *abaikan*

    • wah, sering sering ke sini ya anisa 🙂 kita puny abanyak cerita menarik hihihi
      ok makasih makasih for always supporting me yah baby

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s