Virus ChaJin: The Beginning

THE BEGINNING

The Beginning

Author: Immocha | Leght: Ficlet |Cast: Park Chanyeol & Kim Hyo Jin | Genre: Romance

Author Note:

Thanks to Mutia yang udah ngasih kritik dan saran, juga bantuin ngedit FF ini. hihiihi ^^

Please read Kim Hyo Jin’s Profile before read this fanfic.

Happy Reading ^^

________

March 1st, 2013 | 15.30 PM KST

Apgeujong, Gangnam-gu, Seoul

Lelaki itu semakin mempercepat langkahnya di sekitar Apgeujong, lengkap dengan jaket yang terlihat sedikit kebesaran di tubuhnya. Kepalanya terus menunduk seakan menutupi wajahnya dari orang lain.  Langkah kakinya berhenti di sebuah rumah yang tak kalah besar dengan bangunan rumah disekitarnya.

Ia sedikit mendongakkan kepala agar petugas keamanan rumah itu dapat mengenalinya. Setelah pintu gerbang terbuka, ia langsung berlari kecil agar segera memasuki rumah bercat putih itu.

“Selamat siang Tuan Park, apa anda ingin menemui nona Hyojin?”

“Ne ahjumma. bagaimana keadaannya sekarang?”

“Nona muda mulai membaik. Silahkan tuan langsung menemuinya. Nona ada di kamar.”

Setelah mengangguk seraya tersenyum, lelaki itu, Park Chanyeol segera melangkahkan kaki menaiki tiap anak tangga menuju lantai dua, tempat dimana kamar Hyojin berada.

‘Tok tok tok’

Chanyeol mengetuk pintu kamar Hyojin, berharap gadis itu segera berlari untuk membuka pintunya. Tapi setelah menunggu beberapa saat, Hyojin tak kunjung membukakan pintu. Raut muka Chanyeol mulai gelisah, cemas dan takut jika terjadi sesuatu pada Hyojin.

“Jinni-ya, kau didalam? aku masuk ne?”

Chanyeol memasuki kamar Hyojin, kamar yang memiliki atap-atap langit berwarna biru dipadukan dengan wallpaper dinding bermotif berwarna hijau. Chanyeol memutar badannya untuk melihat di balik pintu, siapa tahu saja gadis itu sedang bersembunyi disana. Sayangnya tak ada siapapun di balik pintu.

Ya! Kau bersembunyi dimana eoh? Pasti kau disitu.”

Chanyeol berjalan ke arah kamar mandi, memutar knop pintunya dengan sangat hati-hati, lalu mencondongkan kepala ke dalam.

“Tidak ada.”

Sekarang ia semakin gelisah. Chanyeol berpikir keras kemana perginya gadis itu? Tanpa pikir panjang Chanyeol berlari keluar kamar dan dengan cepat menuruni anak tangga menuju ke sebuah ruangan favorit Hyojin.

“Hyojin-ah,” ujarnya ketika membuka pintu tetapi tak ada tanda-tanda gadis yang dicarinya berada di dalam.

“Aish! kemana perginya anak ini.”

Ia mengacak rambutnya gemas. Chanyeol terus menyusuri tiap sudut rumah Hyojin dengan langkah lebar. Langkahnya terhenti ketika kepalanya tak sengaja menoleh kearah halaman belakang. Gadis itu sedang terduduk manis di atas rumput hijau dan seketika senyum merekah di bibir Chanyeol.  Ia segera menghampiri Hyojin.

“Jinni-ya, apa yang sedang kau lakukan?”

“Mencari udara segar,” jawabnya tanpa menoleh sedikit pun.

“Kau tahu?  aku mengitari seluruh sudut rumah ini untuk mencarimu.”

“Aku tak percaya.”

Chanyeol mengacak rambut Hyojin gemas. Tentu saja Hyojin tak percaya begitu saja dengan perkataan Chanyeol, karena sesungguhnya Chanyeol baru mencari Hyojin di kamarnya dan di ruang musik.

“Tunggu sebentar disini, aku akan segera kembali. Jangan kemana-mana. Arraseo? “

Hyojin mengangguk patuh, ia memiringkan kepalanya dan tersenyum ke arah Chanyeol. Chanyeol berjalan cepat saat kembali memasuki rumah menuju ruang musik. Sebelah tangannya langsung menyambar sebuah gitar yang tersandar rapi di sebuah kursi.

“Apa kau ingin kita bernyanyi bersama Jinni?” tanya Chanyeol saat kembali disamping Hyojin. Ia ikut terduduk di atas rerumputan.

“He’em.”

Chanyeol mulai memetik senar gitar, manik matanya tak henti memandang Hyojin yang sedang menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan mengikuti suara petikan gitar chanyeol. Setelah menciptakan intro, Chanyeol mulai bernyanyi dengan suara bass-nya.

neowa na chinguraneun mari eosaekhae yeoniniran mari eoullyeo

 o~ nan cheo-eumeuro nae mam gobaekhalge nan

jeo haneureui byeoldo ttajulge niga wonhandamyeon mwodeunji

o~ nan haejul suga isseo

Oh I love you love you love you, You love me love me love me

ara nal hyanghan neo-eui maeumeul~ (neo-eui maeumeul)

Oh I love you love you love you, Are you love me love me baby

nado neoreul saranghanikka

nan babo nan neoman boneun babo neol saranghae

 nuga mworago nollindaedo neoman boneun baboga doelge

babo nan neoman boneun babo

nae soneul jabajwo nareul anajwo neoman saranghaneun babo~

nan neoman saenggakhada jamdeureo kkumsogeseo neoman kkumkkuda~

 o nan achimeul kkae-undae~

Oh I love you love you love you, You love me love me love me

ara nal hyanghan neo-eui maeumeul~ (neo-eui maeumeul)

Oh I love you love you love you, Are you love me love me baby

nado neoreul saranghanikka

nan babo nan neoman boneun babo neol saranghae

 nuga mworago nollindaedo neoman boneun baboga doelge

babo nan neoman boneun babo

nae soneul jabajwo nareul anajwo neoman saranghaneun babo~

Baby~ want your love, Baby want your love~

love you love you I’ll take you in to my mind

Baby~ want your love, Baby want your love Oh oh

nan babo nan neoman boneun babo gomaun-geol

chingudeul modu bureowohae naman boneun babo ttaemune

babo neon naman boneun babo

 eonjena mideulge uri hamkkehae dulman baraboneun babo

Baby~ want your love, Baby want your love~

 love you love you I’ll take you in to my mind

Baby~ want your love, Baby want your love~

 love you love you I’ll take you in to my mind

Chanyeol mengakhiri permainan gitarnya, meletakkan gitar itu disampingnya.

“Suaramu benar-benar indah Hyojin,” puji Chanyeol tulus.

“Kau juga.”

“Hyojin-ah, saranghae.”

“Apa kau yakin mencintai gadis sepertiku? Aku takut semua fansmu akan kecewa.”

Hyojin menundukkan kepalanya, menghela nafas pelan sebelum melanjutkan ucapannya, “Karena kau sekarang adalah seorang idola.”

“Tapi aku tetap manusia biasa. Aku yakin dengan apa yang telah aku katakan. Semua akan baik-baik saja, selama kau ada di sampingku dan aku ada di sampingmu. Percayalah padaku.”

Chanyeol menarik tubuh Hyojin kedalam pelukannya. Hyojin menyandarkan dagunya di bahu lebar Chanyeol.

“Channie, kau tahu? Ini benar-benar suasana baru.”

“Tapi lebih baru lagi kalau kau pindah dari sini. Aku tak akan membiarkanmu berlama-lama mengingat kejadian buruk itu. Setidaknya jika kau pindah, akan membuatmu lebih baik.”

Chanyeol mengusap rambut panjang Hyojin dengan lembut.

“Kau setuju Jinni?”

“Baiklah aku setuju. Aku akan menghubungi mommy nanti.”

“Tak perlu, Shinyeong ahjumma sudah tau. Bahkan ia sudah membantuku memcarikanmu apartment.”

“Mwo? Jinja?”

Hyojin melepas pelukannya dan terkejut mendengar penjelasan Chanyeol. Laki-laki itu mengangguk bersemangat dan tak lupa menunjukkan deretan gigi putihnya. Wajahnya benar-benar menggelikan.

“Aku sudah menceritakan semuanya. Kau tak perlu khawatir.”

“Gomawo Channie.”

“Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan oppa. Bagaimanapun aku lebih tua dua tahun darimu. Aish, neo!”

“Haruskah?”

“Harus. Besok lusa setelah sesi pemotretan selesai aku akan menjemputmu, sekitar jam 10 malam mungkin. Jadi cepat packing barang-barang yang harus kau bawa. Aku tahu kau akan membawa banyak barang.”

“Ne, Channie.. eh maksudku Channie oppa.”

Chanyeol terkikik geli mendengar panggilan Hyojin untuknya.

Good job. Aku harus segera kembali karena harus melanjutkan persiapan album baru kami.”

Hmm. hati-hati.”

“Sampai jumpa besok VJ!”

Chanyeol berjalan sambil melambaikan tangannya

Ya! Siapa yang kau maksud VJ?”

“Kau VJ. Virus Jean! Hahhaha.”

Chanyeol tertawa cukup keras, ia terus melanjutkan langkah lebarnya tanpa menoleh lagi menghadap Hyojin yang saat ini sedang mem-pout-kan bibirnya. Semakin lama, punggung lebar itu menghilang. Hyojin tak henti tersenyum sekarang, ia bahkan lupa jika beberapa saat yang lalu hatinya masih kalut. Apa yang lebih menggembirakan dari suasana baru? Dan tentu saja, kekasih baru.

••• ♦ ♦ •••

Iklan

11 thoughts on “Virus ChaJin: The Beginning

  1. aduh kak.. ini ff kalah manis sama gula :3
    ga bisa bayangin chan romantis gini. Pas aku baca bagian awal, aku pikir Jinni unnie nya mau main petak umpet sama chan XD

    • Hallo nabila~ ^^
      Jinni masih kalut krn kejadian itu, gak sempet kepikiran main petak umpet u.u
      Chan romantis? hanya di khayalanku sepertinya. anak itu kan aslinya gak bisa diem.. -____-

      • iya aslinya chan itu sebenarnya baru umur 5 tahun, masih pengen main. makanya unn kalo aku baca ff chan yang romance itu agak gimana .
        aku paling suka baca ff chan yang komedi wkwkkw …. 😀

  2. ulalala, kalo aku jadi jean aku udah sesek napas liat channie main gitar di depan mata, pas dia manggil VJ aku kebayang deh senyuman channie yang mereka lebar from ear to ear itu, i’ll wait for next fic echa~

  3. Ff pertama yang kubaca di blog ini. Hihihi.
    Hiyaaaaa, chanyeol udah punya pacar di sini. Andwae! Chanyeol itu kan punyaku. Hihihi. :p
    Nanti aku mampir2 lagi ya baca ff yang lainnya. Terutama sih dia yang punya senyum menular bikin kesetrum ini. Kya, chanyeol, kok kamu nyanyi buat yeoja lain sih. Aku cemburu. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s