Kimi Couple : Before Everything’s Getting Late

BEGL

 

Before Everything’s Getting Late 

Author : Kimmica  (@malaarn)

Main Casts : Kim Minseok (EXO-M Xiumin) & Kim Michelle (OC)

Other Casts: Park Hwayong (OC), Lee Jiwoo (OC), EXO

Genre : Drama, Family, Sad, Romance, Random x_x

Length : 2.796

Rating : G

Disclaimer : I just own the plot and idea. Kim Minseok and EXO’s member belongs to SM Ent.

Author’s Note : Sorry kalau di ff ini sangat bertele-tele dan terlalu panjang. Bisa dibilang boring. Tapi semua jalan cerita pure dari imajinasi saya sendiri, kkk~ Ga terlalu pure juga sih, masih di bantu dengan Momo dan Ka Echa^^ Thanks buat Momo dan Ka Echa yang udah mau di curhatin soal inspirasi nulis ff, hikesu:” Makasih banyak atas bantuannya^^ *bow* And I wanna say thanks to the readers^^ thanks for read my ff and thanks for giving some comment. Happy reading!

I love ya, XOXO~

Please Read Kim Michelle’s Profile, first.

Another Story of Kimi Couple: A New FamilyI Know Who You AreThe Truth

–Kimmica©2013 –

June 14th 2013, 04.53 PM

Mica’s Apartment, Yeonsandong, Yeonje-gu, Busan

Sudah seminggu lebih sejak acara fanmeeting di Busan berlalu. Hari-hari Mica sekarang disibukan dengan kegiatan fangirling jika ia memiliki waktu senggang. Entah kenapa, Mica yang awalnya tidak terlalu tertarik dengan K-Pop, sekarang malah mulai mengikuti perkembangannya. Seperti sekarang, Mica sedang sibuk duduk menatap layar laptop-nya untuk mencari informasi tentang schedule EXO hari ini.

“Ah, jadi mereka akan melakukan fansigning di dua tempat yang berbeda setelah tampil di Music BankEoh? Ternyata jam nya juga bersamaan. Pasti lelah sekali,” Mica bicara sambil terus menatap layar laptopnya.

Mica mengalihkan pandangannya pada frame photo di sebelah laptop. Ia tersenyum saat menatap foto itu.

“Minseok oppa, fighting!”

Bo bo boy I miss you, baby uh uh uh~ Boini neo mitgil barae~

Bobobo boy I miss you baby yeah eh eh~ Nareul…

“Yeoboseyeo?”

Ya, ini eomma. Mica, bagaimana keadaanmu? Kau sudah merasa lebih baik? Kau tidak lupa meminum obat-obat itu kan?”

Mica tersenyum, “Ne annyeong eomma. Eum, eomma jangan khawatir. Aku selalu meminum semua obatku tepat waktu dan aku juga sudah merasa lebih baik sekarang.”

“Aah, syukurlah. Eomma senang mendengar itu. Mica-ya, jangan terlalu lama berdiam diri di depan layar laptop, radiasi nya sangat berbahaya untuk tubuhmu.”

“Eomma, aku tau. Eomma tidak perlu khawatir,” Mica memelankan suaranya.

“Baiklah, Mica. Mianhae eomma belum bisa ke sana. Pekerjaan eomma masih belum selesai. Kalau ada waktu, eomma pasti akan ke sana bersama appa. Arraseo?”

Ajak dia juga… Batin Mica.

“Ekhem, arraseo eomma.”

“Ne, sekarang istirahatlah. Eomma akan menelponmu lagi nanti. Annyeong.”

“Ne,” Mica memutuskan hubungan telepon.

Mica menaruh handphone di meja dan menatap lurus pada sebuah bungkusan plastik berisi obat-obatan. Mica kembali mengambil handphone dan membuka salah satu foto dalam galerinya. Foto itu adalah foto jadwal minum obat rutinnya. Mica menghela nafas panjang. Aku ingin sembuh…

***

June 14th 2013, 03.55 PM

On the sidelines of EXO’s activity at Music Bank

“Hyung, pada beberapa acara fansigning yang lalu, kau selalu saja menyebutkan bahwa kau merindukan adik perempuanmu. Nuguya? Kim Mica?”

Xiumin hanya memangguk.

“Apa kau tidak takut para fans dan yang lain penasaran dengan pernyataanmu itu? Mereka pasti akan menanyakan siapa adikmu,” tanya Kyungsoo tanpa basa-basi.

“Aniya, aku akan tetap merahasiakannya. Bagaimanapun caranya, aku akan melindungi Mica dari para fans dan pihak social media.”

Kyungsoo tertawa pelan, “Kau menyayanginya, hyung?”

“Tentu saja. Menjadi saudara tiri tidak harus jahat, kan?” ungkap Xiumin sambil membetulkan posisi topinya.

“Bukan itu maksudku, hyung.”

“Aku tau apa maksudmu Kyungsoo-ya,” Xiumin tersenyum.

“Jadi?” Kyungsoo menatap Xiumin sambil membulatkan matanya.

“Jadi, ayo kita fokus pada pekerjaan kita,” Xiumin tertawa sambil merangkul Kyungsoo.

“Mwoya?”

Xiumin tersenyum. Senyum yang mengisyaratkan banyak arti. Ya, Do Kyungsoo, aku menyayanginya. Sangat menyayanginya…

***

08.26 PM

Mica’s Apartment, Yeonsandong, Yeonje-gu, Busan

“Mica-ya, kau tau sekarang EXO sedang ada kegiatan apa?” Tanya Hwayong yang saat itu datang menjenguk Mica.

“Hm, ne. Menurut schedule yang aku dapatkan tadi, setelah Music Bank, mereka masih punya jadwal untuk fansigning di dua tempat berbeda dalam waktu yang bersamaan. Kenapa?” Jawab Mica sambil menyalin catatan yang dibawakan Hwayong.

“Ani. Kenapa kau tidak bertanya langsung saja pada Xiu oppa?”

“Dia sedang sibuk. Aku tidak ingin mengganggunya.”

“Adik yang baik, hihi. Ah Mica, aku pinjam laptop mu, ne? Aku mau mencari tau soal EXO dan Infinite lagi.”

“Pakailah.”

Merci.”

“Hm,” Mica masih terus menyain catatannya.

Kegiatan Mica terhenti saat ia melihat sesuatu berwana merah pekat yang jatuh di bukunya. Mica menunduk sambil memegangi hidungnya. Aku mimisan lagi…

“Ah, mereka tampan sekali. Omo, Baekhyun oppa!” Hwayong yang sedang sibuk sama sekali tidak memperhatikan apa yang terjadi pada sahabatnya.

Mica segera berdiri dan berlari ke kamar mandi. Ia sempat mendengar Hwayong berteriak ‘jangan tergesa-gesa Kim Mica’. Di kamar mandi, ia membasuh wajah dan hidungnya. Berusaha menghilangkan sisa-sisa darah. Mica mengambil tisu lalu menyumbat hidungnya agar darah itu tidak keluar lagi.

“Hhh, aku tidak apa-apa. Aku tidak apa-apa.”

Mica keluar dari kamar mandi sepuluh menit kemudian. Wajahnya terlihat pucat. Ia kembali ke meja belajar dan kembali menyalin.

“Lama sekali?”

“Kau tau? Sakit perut di malam hari itu benar-benar tidak enak,” tentu saja Mica berbohong.

“Haha, pantas saja lama,” ucap Hwayong tanpa menoleh sedikitpun pada Mica.

Mica hanya tersenyum. Ia melirik handphone nya yang sama sekali tidak menunjukkan adanya pesan atau telpon yang masuk. Pikiran Mica kembali kosong.

Ya Kim Michelle! Ini sudah jam berapa?”

Mica yang melamun sedikit terkejut saat mendengar sahabatnya itu berteriak, “Ini sudah jam Sembilan. Wae? Ah! Kau mau pulang jam berapa Hwayongie? Eomma mu pasti sedang mencarimu.”

Hwayong berdiri dan memasang jaketnya, “Itu dia. Aku benar-benar lupa waktu. Ish, eomma pasti akan memarahiku.”

Mica ikut berdiri, “Kau yakin mau pulang naik bus? Kenapa tidak menggunakan taksi saja?”

“Hemat biaya, hihi. Sudahlah, aku sudah biasa naik bus, kok.”

Mica memang mengkhawatirkan Hwayong, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa jika sahabatnya itu sudah mengambil suatu keputusan.

“Hati-hati Hwayongie,” Mica berjalan pelan mengikuti Hwayong ke arah pintu.

“Ne. Ah Mica, kau pucat sekali. Neo gwaenchana?”

Mica mengangguk lemah, “Gwaencha…”

Belum selesai Mica bicara, tubuhnya ambruk ke lantai. Mica pingsan. Dan tentu saja itu sangat membuat Hwayong panik.

Ya! Kim Mica! Ireona! Mica-ya, ireona. Mica, bangun!” Hwayong mengguncang pelan tubuh Mica dan memegang keningnya.

“Omo! Panas sekali!”

Untung saja Hwayong sigap. Ia mengambil handphone Mica dan segera menelpon orang tua Mica. Ia juga menelpon ambulance untuk pertolongan medis.

“Mica-ya, bertahanlah,” Hwayong memeluk tubuh Mica sambil menangis.

***

June 15th 2013, 00.015 AM

Dong-eui Medical Center , Yangjeong-dong, Busanjin-gu, Busan

Setelah tiga jam berapa di ruang ICU, akhirnya Mica dipindahkan ke kamar rawat inap. Kondisi Mica saat ini sangat drop. Bahkan, Mica belum sadar juga sampai sekarang.

Hwayong duduk di samping Mica sambil terus menggenggam tangannya. Orang tua Hwayong juga ada di sana untuk menemani. Samar-samar Hwayong bisa mendengar Lee Jiwoo –eomma Mica– berbicara di telepon menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin sedang bicara dengan ayah kandung Mica, batinnya.

“Mica-ya, ireona. Nan yeogiya. Ireona,” Hwayong kembali menangis.

“Hwayongah-ah,” panggil Lee Jiwoo.

“Ah, ne ahjumma,” Hwayong membungkukkan badannya.

“Tadi aku baru saja bicara dengan ayah kandung Mica. Aku menceritakan kondisi Mica saat ini. Dan kami sepakat untuk,” Lee Jiwoo menatap Hwayong.

“Kami sepakat untuk membawa Mica ke Paris untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik lagi.”

“Mwo? Paris? Chakkaman ahjumma, sebenarnya Mica sakit apa? Apakah separah itu? Apa pengobatan Mica tidak cukup di sini saja?”

Lee Jiwoo menggeleng pelan, “Aniya, pengobatan medis di sini sudah sangat baik. Tapi di sana pastinya akan lebih baik lagi. Lagipula di sana ada ayah kandungnya. Soal penyakit Mica, sebaiknya kau tidak perlu tau hwayong-ah.”

“Arraseo. Keunde ahjumma, Mica pasti tidak akan mau pergi ke sana.”

“Kau ingin Mica sembuh kan? Kita semua ingin Mica sembuh. Dan ini cara yang paling baik. Mica juga pasti ingin sembuh,” Lee Jiwoo menundukkan kepalanya.

Hwayong diam dan tidak bisa menjawab. Tentu saja ia ingin Mica sembuh. Tapi apakah harus? Ia tau benar bahwa Mica sangat tidak ingin bersama ayah kandungnya.

Tanpa disadari oleh mereka, Mica menangis. Walaupun ia dalam keadaan tidak sadar, ia masih bisa mendengar dan merasakan sakit pada kepalanya.

“M–min–minseok…”

Hwayong menoleh ke arah Mica, “Mica! Mica ini aku, Hwayong. Ppaliwa Mica, ireona!”

“M–min–minseok…”

“Mwo? Nugu? Minseok? Kim Minseok? Mica, bangun, jawab eomma.”

“Ne Mica, ada apa dengan Xiu oppa? Kau merindukannya?” Tanya Hwayong pelan.

Perlahan Mica membuka matanya dan bicara dengan suara lirih, “M–min–minseok… Eodi, eodi neo?”

Lee Jiwoo dan Hwayong saling bertatapan. Seakan mengerti apa maksud Mica mencari Minseok.

“Kau ingin bertemu dengan Minseok?” Tanya Lee Jiwoo dengan lembut sambil mengelus pelan pipi Mica.

Mica mengangguk, “Handphone, pesan, hhh…”

“Igeo Mica, ini handphone mu. Mau aku bantu?”

Mica menggeleng. Dalam keadaan masih sangat lemah, Mica memaksakan diri untuk mengetik sebuah pesan untuk Minseok. Setelah beberapa saat, ia menaruh handphone dan menangis pelan.

“Eo–mma, bawa aku ke tempat a–appa. Aku mau sembuh…”

Hwayong terkejut mendengar pernyataan Mica. Begitu juga Lee Jiwoo.

“Mica-ya jinjja? Kau benar-benar ingin ke sana? Bukankah kau,” Hwayong tidak dapat melanjutkan perkataannya saat Mica tersenyum.

“Aniya. Tapi a–aku ingin terus bersamanya,” Mica memejamkan matanya.

Kini Hwayong mengerti. Ia mengerti dan akan mendukung apapun keputusan sahabatnya. Aku tau Mica. Kau ingin terus bersama dengan Xiumin oppa, kan? Hwayong tersenyum sambil menahan tangisnya.

“Baiklah. Eomma akan urus semuanya. Hwayong, aku sangat membutuhkan pertolonganmu,” Lee Jiwoo membungkukkan tubuhnya.

“Ne ahjumma, aku akan membantu sebisa mungkin!” Hwayong menjawab dengan pasti.

Senyum itu tidak hilang dari bibir mungil Mica. Ia terus memejamkan matanya sampai pada akhirnya, ia tertidur.

***

00.31 AM

EXO’s Dorm, Cheongdam-dong, Gangnam-gu, Seoul

Xiumin yang sudah bersiap-siap untuk tidur menyempatkan diri untuk melihat handphone nya. Ia melihat banyak pesan yang masuk. Ia tersenyum saat melihat ada banyak pesan dari Mica. Di sisi lain ia juga merasa bersalah karena beberapa hari ini jarang mengiriminya pesan. Ia mulai membaca satu persatu pesan yang dikirim Mica.

06-13-2013, 11.57 PM

From: KMC

Oppa! AKu merindukanmu. Sangat merindukanmu. Sudah seminggu kita tidak bertemu>< kau sedang apa? Apa kau tidak merindukanku?:(

06-14-2013, 07.19 AM

From: KMC

Oppa, aku sakit. Jadi aku tidak sekolah, ㅋㅋㅋ. Kau sudah bangun? Semangat untuk hari ini oppa. Doakan aku cepat sembuh ya, XOXO

06-14-2013, 11.38 AM

From: KMC

Obat yang harus kuminum banyak sekali>< sakit itu tidak enak TT.TT oppa, kenapa kau sama sekali tidak membalas pesanku? Kau marah padaku? Apa kau tidak merindukanku?

06-14-2013, 04.02 PM

From: KMC

Tadi eomma menelponku. Ya Tuhan, dia cerewet sekali. Aku kan hanya sakit biasa. Tapi dia benar-benar khawatir, ㅋㅋㅋ. Ya, oppa. Aku tadi mimisan. Kemarin juga. Mimisan itu tidak enak. Membuat kepalaku pusing saja TT.TT

06-14-2013, 08.10 PM

From: KMC

Kim Minseok oppa, jeongmal bogoshippeoyo. Aku ingin bertemu denganmu. Bisakah? Hanya sebentar saja. Sebelum semuanya terlambat. XOXO

Kau sakit apa Mica? Kenapa kau mimisan sesering itu? Kau pasti kelelahan. Aniya, kau salah Mica. Aku juga sangat merindukanmu. Tapi aku benar-benar tidak ada waktu untuk membalas pesanmu. Maafkan aku. Aku juga ingin bertemu. Tapi apa maksudmu sebelum terlambat’? Xiumin membuka pesan terakhir dari Mica.

06-15-2013, 00.28 AM

From: KMC

오빠 어디 너? Aku sedang dirawat sekarang. Eomma bilang aku akan dibawa ke Paris. Di sana aku bisa lebih cepat sembuh. Aku ingin sembuh agar bisa terus bersamamu. Sebelum aku pergi, bisakah aku bertemu denganmu oppa? Aku benar-benar ingin melihat wajahmu, sekali saja…사랑 해요, XOXO

“Paris?!” Tanpa sadar Xiumin berteriak.

Ya Tuhan, kenapa aku begitu bodoh? Kenapa untuk menanyakan kabarnya sebentar saja aku tidak bisa? Sekarang aku bisa apa? Tidak mungkin aku ke Busan sekarang. Eottokhe? Mica-ya, mianhaeyo, jeongmal…

Xiumin mencoba berkali-kali menelpon Mica tapi tidak diangkat. Akhirnya ia mencoba menelpon Lee Jiwoo.

Ttuuut…ttuuut…

“Yeoboseyeo?”

“Eomma, ini aku.”

“Ah, Minseok-ah. AKhirnya kau menelpon. Apa kabarmu?”

“Itu tidak penting eomma. Eomma, mana Mica? Apa dia baik-baik saja? Apa dia bangun sekarang? Aku mohon izinkan aku bicara dengannya,” Xiumin bicara dengan suara berat.

“Mica… Kondisi Mica saat ini sedang tidak baik Minseok-ah. Tapi dia baik-baik saja. Aniya, dia sedang tidur sekarang. Eomma tidak bisa membangunkannya.”

“Eomma, sebenarnya apa yang terjadi? Mica sakit apa?”

“Eomma tidak akan memberitahumu. Yang jelas, penyakit ini menyangkut hidup dan mati Mica. Minseok-ah, eomma akan membawa Mica berobat ke luar negeri. Mica bisa mendapat pengobatan yang lebih baik di sana.”

Xiumin mendengar suara Lee Jiwoo bergetar, “Aku tau eomma. Mica sudah bilang padaku. Eomma eottokhe? Aku ingin bertemu Mica, aku ingin bersamanya eomma…” Tanpa terasa, air mata mengalir di pipi Xiumin.

“Mica akan berangkat hari Sabtu minggu depan, Minseok-ah. Nanti saat eomma, appa dan Mica berada di Seoul, eomma akan mengabarimu.”

Sabtu? 22 Juni? Music Core! Eottokhe? Xiumin terlihat sedikit panik.

“Yakso? Aku ingin Mica sembuh,” Xiumin menangis layaknya anak kecil. Tapi kali ini ada hal lain yang ia rasakan. Ia merasa hatinya sangat sakit.

“Ne, yakso.”

“Eomma, bisakah eomma tempelkan handphone eomma di telinga Mica. Setidaknya, ia masih bisa mendengar aku bicara.”

“Arraseo, chakkaman… Bicaralah Minseok-ah.”

Ya, Kim Michelle. Ini aku. Kau tau ini suaraku , kan? Iya, ini aku Minseok. Mica-ya, aku merindukanmu. Sangat merindukanmu. Aku minta maaf karena tidak membalas pesanmu. Aku benar-benar minta maaf. Aku tau aku sangat bodoh. Maafkan aku Mica. Kau tau? Aku juga benar-benar ingin bertemu denganmu. Aku ingin bersamamu. Kau mendengarku, kan? Mica-ya, cepatlah sembuh. Aku mohon… Aku menyayangimu Kim Mica. Aku sangat menyayangimu,” Xiumin sudah tidak bisa melanjutkan perkataannya lagi. Ia hanya bisa menangis sekarang.

“Minseok-ah, Mica mendengarmu. Ia menangis Minseok-ah, ia menangis.”

Hati Minseok sangat sakit. Di saat seseorang yang sangat ia sayangi membutuhkannya, ia malah tidak bisa berada di sisinya. Jaraklah yang menjadi masalah dan penghalang mereka. Ia benar-benar menyesal karena sudah terlambat membaca dan membalas pesan Mica. Kini ia hanya bisa menyesali semuanya. Sebelum ia mengakhiri pembicaraan, ia meminta sesuatu pada Lee Jiwoo.

“Eomma, tolong fotokan Mica dan kirimkan padaku. Secepatnya. Nan gidaryeo. Selamat malam,” Xiumin memutuskan sambungan telepon.

Tidak berapa lama, Lee Jiwoo mengirimkan sebuah foto pada Xiumin. Hatinya lagi-lagi seperti dihatam oleh batu yang sangat besar saat melihat foto Mica yang sedang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.

“Kim Michelle, saranghaeyo…”

Untuk beberapa jam, Xiumin tidak bisa tidur. Ia terus-terusan memikirkan Mica. Sampai akhirnya ia lelah dan tertidur.

***

04.14 AM

To: KMS

Annyeong oppa^^ oppa, terimakasih sudah bicara denganku. Aku minta maaf hanya bisa mendengarkan tanpa membalas perkataanmu. Aku senang kau merindukanku oppa. Aku senang kau juga ingin bertemu denganku. Dan aku senang, kau menyayangiku… XOXO

***

Xiumin melewati hari-harinya dengan berat. Berat karena ia harus menghitung mundur sisa harinya yang harus ia lalui tanpa Mica lagi di sisinya. Keadaan itulah yang membuat Xiumin lebih sering terlihat murung. Semua member EXO yang mengetahui perubahan suasana hati Xiumin hanya bisa menyemangatinya karena Xiumin tak menceritakan apapun pada mereka. Hanya karena alasan profesionalitas dia menunjukkan senyum indahnya d idepan semua fansnya, menunjukkan pada dunia jika dia bahagia dan baik-baik saja.

***

June 22nd 2013, 04.03 PM

At Music Core

Hari ini tepat seminggu setelah obrolan via telepon dengan ibunya. Berarti hari ini Mica akan pergi ke Paris. Xiumin tak henti-hentinya mengecheck handphone nya, memastikan ia tak akan terlewatkan lagi. Hatinya benar-benar gelisah menunggu kabar tentang Mica. Tak jarang manager hyung menegurnya. Ia hanya membungkukkan badan dan meminta maaf.

Nal annaehaejwo~ Yeah geudaega salgo inneun gose

nado hamkke deryeo…

“Yeoboseyeo? Eomma?!”

“……..”

“Ne. Aku masih di acara Music Core, masih satu jam lagi acaranya selesai. Apa tidak bisa menungguku?”

“……..”

“Arasseo. Tetaplah di sana,  aku ke sana sekarang juga.”

Xiumin berjalan menjauh. Pikirannya tertuju pada satu nama. Di otaknya hanya terisi satu nama, Kim Michelle.  Gadis itu, entah sejak kapan telah mengisi bagian kosong pada dirinya. Bahkan ia sendiri tak menyadari semua ini.

“Hyung, kau mau ke mana?” Kyungsoo menghentikan langkah Xiumin yang terburu-buru.

“Kyungsoo-ya, untuk kali ini saja, kumohon bantu aku. Aku hanya tak ingin semuanya terlambat.”

Kyungsoo tersenyum, lalu menepuk pundak Xiumin pelan, “Pergilah, pertahankan apa yang semestinya harus kau pertahankan hyung.”

“Gomawo.”

***

June 22nd 2013, 05.56 PM

Incheon Airport, Seoul

Xiumin berlari tak tentu arah. Ia sudah tak mempedulikan penyamaran seadanya yang sedang ia gunakan. Baginya, yang terpenting saat ini adalah Mica. Incheon hari itu benar-benar penuh dengan lautan manusia. Ia mengamati seluruh jadwal penerbangan tujuan Paris, dan hanya tinggal dua jadwal penerbangan hari ini. Ia harus memastikan adiknya berada disalah satu diantaranya.

Ia terus menajamkan penglihatannya, mengamati satu persatu pengunjung Incheon dan pada akhirnya, pandangannya terhenti pada seorang yang kini sedang terduduk di kursi roda bersama dua orang yang sedang berada disamping kiri dan kanannya.

“Mica-ya. Kau baik-baik saja?” Pertanyaan bodoh yang keluar dari bibirnya hanya ditanggapi anggukan lemah Mica.

“Eomma, appa, tidak bisakah Mica tetap tinggal di sini? Korea punya alat-alat medis yang canggih, jadi tidak perlu membawanya ke Paris.”

“Tapi di sana pasti lebih baik.”

“Tidak. Dia tidak akan lebih baik tanpaku appa. Aku tidak tau apa semua ini benar atau salah, aku mencintainya, bukan sebagai adik tapi sebagai seorang gadis. Tegakah appa memisahkan kami?”

Mica menutup mulutnya. Ia benar-benar kaget mendengar penjelasan Xiumin.

“Kumohon, sekali ini saja, biarkan Mica tetap dirawat di Seoul. Aku berjanji akan menjaga gadisku dengan baik.”

Xiumin tidak pernah memohon sebelumnya. Dan kali ini ia memohon untuk mempertahankan cinta dan gadisnya.

“Bagaimana keputusanmu Mica? Kau bisa merubahnya jika kau mau. Kami tak akan memaksamu.”

Xiumin menunggu jawaban Mica. Ia tidak bergerak sedikitpun. Masih berlutut dan memegang erat tangan Mica.

“Aku, aku ingin di sini…” Hanya gumaman dan anggukan lemah kepala Mica yang menjadi jawaban.

Xiumin langsung mencium kening Mica, air mata masih terus mengalir di kedua pipinya yang menirus. Kecupan hangat yang cukup lama sebelum Xiumin menjauhkan bibirnya dari kening Mica.

“Saranghae Kim Michelle.  Nan jeongmal saranghaeyo,” Xiumin memajukan tubuhnya untuk mendekap tubuh ringkih Mica ke dalam pelukannya.

“Nado saranghaeyo oppa,” jawabnya lirih.

Xiumin tak peduli amukan manager hyung saat ia kembali ke Music Core nanti. Bahkan jika berita ini mencuat ke media maupun fansite sekarang juga, ia tidak peduli. Yang terpenting baginya, ia sudah mempertahankan apa yang harusnya ia pertahankan.

Before everything’s getting late, I wanna tell you what I feel…

-FIN-

Iklan

16 thoughts on “Kimi Couple : Before Everything’s Getting Late

  1. Halo~ Momo here~ LOL. Aigoo aku kaget karena baru ngeh nama aku ditulis Momo. Padahal sebelum publish aku udah baca ff nya -_-a
    Mala2 di dinding… Aku pas baca pertama kali kaget karena kamu bikin Mica sakit. Uh. Seperti yang aku bilang, kan Xiu sama Mica baru aja ketemuan. Hiks. Terus kan (aku baru sadar sekarang) Eunhee sama Mica janjian mau ketemuan dan jalan bareng lagi habis ketemu di acara fansigning. Kalau Mica sakit terus berobat ke Paris, berarti kita ga jadi ketemuan don mal? Hiks
    Jadi jadi jadi? Mica sama Xiu disini pacaran? Bisa jadi bahan gosip Eunhee-Jongdae nih >.< *gossipcouple

    • Tp kan Mica nya ga jadi pergi gr2 Xiu nya mohon2 gituu.. Wkwkwk pcrn ga yahh? Hahahah^^ nanti jd kok, cuma yahh nanti. Tunggu aja lanjutannya. Eeeyy~~ jangan dijadiin gossip dong, kan malu u.u heheh makasih buat bantuannya yahh Momo^^ makasih buat semuanya^^ *bow*

  2. Yahh jadi mica tetep disini gitu? Terus penyakitnya gimana? Semoga cepet sembuh plissss pacaran aja ​(˘ʃƪ˘) oke ditunggu cerita selanjutnya

  3. Mica sakit apa??
    Buat mreka pacaran thor!
    Trus buat momen” mereka waktu pacaran >.<
    di tunggu kelanjutanya…
    Oh iya aku readers baru,, nely imnida.. Salam kenal 🙂 #bow

  4. Mala…Mala… I’m here 😀
    Ok butuh penjelasan sebenernya mica sakit apa?
    Galau aku mikirnya.. 😦
    Mana xiumin mewek segala, tega bener buat xiumin mewek gtu…
    Semoga aja mereka pacaran yaa~ wkwkwk
    Ditunggu lanjutannya :^)

    • Haloooo^^ hahaha penjelasannya nanti dong di cerita selanjutnya wkwkw^^ hahaha yaaaaa semoga aja yahh mereka pacaran. Ahh keundeee, Xiumin naekkoyaaaa u.u hahaha makasih sdh like sm comment kak^^ makasih banyak

  5. kak Mala~~~
    kenapa Mica sakit >,<
    kesakitan Mica bikin galau T^T
    Xiu sama Mica cepetan pacaran please 😀 Xiu jadi romantis kayaknya saking sayangnya sama Mica mhihihi
    ditunggu kelanjutannya ya kak ^^~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s