Creamy Krim : The Young Lady

TYL2Title : The Young Lady
Author : Minchan
Genre : Romance
Lenght : 3000 word
Main Cast: Kris Wu and Juliet Kim (OC)

Guys, maaf sekali ff ini lama. Selain karena kesibukan RL saya, saya juga lagi gampang capek dan yah begitulah. Semoga ff ini bisa menghapuskan penantian kalian. Maaf ya kalo banyak typo alurnya gaje dll dll. Ini sebenernya mau publish kemaren malem tapi karena saya lama bikin posternya jadi yagitu. Anyway selamat baca aja ya~~ XOXO

The Young Lady

Kris sedang berdiri di tepi jalan saat seorang wanita menarik perhatiannya. Wanita itu sibuk dengan telefon di telinganya, sesekali alisnya mengerut menunjukkan ketidaksukaannya. Lampu sudah hijau, tapi Kris mengabaikannya. Oh ayolah, wanita itu jauh lebih menarik.

“Mom, I’m in Seoul now! TSk, Lay is my bestfriend. You get it?” suara wanita itu terdengar sayup-sayup oleh Kris.

Bruk.

“Oh no! Shit,” umpat wanita itu. “What?” sahut Kris.

“Mom, I have to go. I’ll call you later.” Si wanita itu menutup telefonnya dan memunguti barangnya yang berserakan. “Maaf, Ahjussi.” Wanita itu mengganti bahasanya dengan bahasa Korea. Kris mengernyit, bahasa Koreanya tidak terlalu baik.

“Just use English. I…I… I don’t really understand?” Kris menautkan alisnya.

“Oh well.” Julie menautkan alisnya secara tidak sadar, menunjukkan keheranan di wajahnya.

“I’m Kris, I’m a foreigner,” Kris menjelaskan. Dia kemudian menyodorkan tangannya begitu mereka berdiri.

“I’m Juliet just call me with Jules. Aku baru saja tiba di Seoul beberapa minggu yang lalu. Maaf sudah menabrakmu. My mom, she’s a distater.” Jules menjabat tangan Kris. Kris tertawa mendengar penjelasan Juliet.

“Aku harus pergi sekarang. Terimakasih sudah membantu. Aku akan menraktirmu kopi kalau kau mau. Aku cukup stress tidak bisa menggunakan bahasa Inggris di sini.”

“Sure,” Kris mengiyakan dengan semangat.

“Di mana kita bertemu?”

Kris memandang sekeliling kemudian menunjuk sebuah kedai kopi di sebelah toko bunga.

“Kau yakin?” tanya Juliet lagi.

“Tentu tentu.”

“Oke baiklah. I’ll see you in Friday.”

“Friday afternoon.” Kris mengulanginya lagi.

“I need to go Kris. Nice to meet you.” Juliet membungkukkan badannya dan melambaikan tangan.

“Jules!” panggil Kris sekali lagi.

“Yes?”

“Berhati-hatilah. Kau tidak akan menemukan pria baik yang mau menolongmu sepertiku.”

“Oh tentu. Trims, Kris.” Juliet mengangkat bahu dan melambaikan tangannya pada Kris.

Itu pertemuan sederhana. Kris mungkin pria baik yang ditemui Julie secara tidak sengaja, tapi bagi Kris Juliet adalah wanita menarik. Wanita yang tidak memasang tampang imut dan pura-pura bersikap manis. Kris suka wanita seperti Julie.

***

Kalau saja bisa, Juliet berandai-andai dia tidak bersahabat dengan Lay

Sudah seminggu sejak pertemuan kedua antara Juliet dan Kris. Kris menelefon Juliet malamnya dan Juliet tentu saja senang. Kris seperti planet lain yang bisa digunakannya untuk menyembunyikan diri dari dunia, melupakan semua hal yang terjadi dalam hidupnya sementara waktu. Kris mungkin tidak seperti pria-pria yang tersenyum ramah dan melemparkan candaan tapi Kris mendengarkannya, Kris tidak marah saat Juliet mengatakan kalau dia tidak suka Kris menanyakan soal temannya, Kris tidak mencampuri urusannya, itu sangat-sangat melegakan.

Juliet butuh teman yang bisa diajak untuk berbicara tanpa mencoba menggurui. Dan Kris memenuhi kriteria itu.

“Masih berkencan dengan pria itu, Julie?” tanya Lay.

“Sudah kubilang aku tidak berkencan dengannya Yixing.”

“Kau pergi minum kopi dengannya.”

“Lalu itu disebut kencan?”

Lay mengangkat bahu.

“Berhentilah bersikap seperti itu.” Juliet mengeluarkan kantung belanjaannya dengan cepat dan meninggalkan Lay di dapur.

“Kau marah?” tanya Lay.

Juliet mencoba mengabaikan Lay sambil berpura-pura sibuk dengan kertas-kertas tugasnya. Lay mendengus sesaat.

“Aku seorang trainee, kau tahu itu kan?” Lay mencoba mengalihkan topik. “Mungkin aku akan debut tidak lama lagi.”

“Aku akan mengenalkanmu dengan teman-temanku,” lanjut Lay. Mengabaikan fakta bahwa Juliet tidak peduli dengannya.

Lay meminum coke nya di kursi sementara Juliet masih sibuk dengan tugasnya.

“Well, aku tidak akan menemuimu terlalu sering,” ucap Lay sambil berdiri. Juliet meletakkan pensilnya. Tubuhnya mengeras.

“Jaga dirimu baik-baik. Kau hidup di sini sendiri.” Lay menggunakan jaketnya.

“Kapan kau akan menemuiku?”

“Entahlah.”

Juliet menghampiri Lay dan membetulkan jaketnya. “Jaga dirimu baik-baik,” ulang Yixing sekali lagi. Dia mencium puncak kepala Julie sebelum meninggalkan Julie yang terpaku di tempatnya dan mengabaikan tangan gadis itu yang mencoba menahannya.

Mereka sahabat, mereka hanya dua orang sahabat. Sudah sebaiknya mereka bersikap seperti sahabat.

Mungkin Yixing mencoba menegaskan hubungan mereka. Memberi garis tepi di antara Juliet dengan dirinya. Mungkin Yixing mencoba bertindak sebagai seorang sahabat yang menjaga persahabatannya. Mungkin Juliet lah yang serakah, mungkin Juliet yang berharap kalu Lay mengubur garis itu. Mungkin Juliet menyukai Lay. Mungkin juga Juliet sudah berharap terlalu banyak, terlalu mustahil, tidak dapat diraih. Juliet menegakkan tubuhnya. Dia akan baik-baik saja.

***

“Jadi kapan orangtuamu tiba?” tanya Kris. Mereka sedang duduk di kafe favorit mereka yang terletak di sudut taman.

“Aku tidak akan tinggal dengan mereka,” jawab Julie ketus.

“Oh come on, Jules. Itu bukan jawaban.”

“You asked me about my family.”

“I guess I am.”

“Minggu depan mereka tiba,” jawab Julie akhirnya. Dia meletakkan kopinya dan menghirup nafas. “Aku bukan anak kecil lagi, Kris. I want my own life,” lanjutnya.

“Just tell them, Julia.”

“You don’t understand, dude. Ini bukan perkara mudah. Aku anak tunggal. Aku sayang mereka but I want my life. Aku mau mandiri. Aku mau hidupku sendiri.”

Kris menatap Juliet secara serius. “Kau tidak akan tahu jawabannya kalau kau tidak mencoba.”

“Mereka tidak akan mengusirku bukan?” tanya Juliet lagi.

“Tidak akan. Mereka menyayangimu.”

Kris menggenggam tangan Juliet. Juliet tahu, itu sebuah kesalahan. Dia hanya menginginkan Kris sebagai seorang teman, tidak lebih. Tapi tangan sangat hangat dan itu membuatnya merasa lebih baik. “Thanks Kris.”

“Kau mau langsung pulang?” tanya Kris.

“Sepertinya begitu. Tugas dan pekerjaanku menumpuk.” Julie bangkit dari kursinya, menggunakan mantelnya dan memunguti ponsel dan catatannya yang berserakan. “Aku selalu berantakan,” keluhnya.

Kris tertawa sambil membantunya.

“Kau mau aku mengantarmu?” tanya Kris. Julia bimbang sejenak.

“Tidak, Kris. Aku akan pulang sendiri. Terimakasih untuk hari ini.”

Kris menahan tangan Juliet saat gadis itu berbalik. “Julie, hati-hati,” ucap Kris. Juliet merasakan detak jantungnya memburu beberapa saat. Dia tersenyum dan Kris melepaskan pegangannya di lengan gadis itu.

Kris menatap gadis di depan matanya, gadis itu menawan tentu saja tapi di dunia ini banyak gadis menawan bukan? Gadis itu bertubuh seksi, oh tapi bukankah di Gangnam banyak gadis seksi? Gadis itu pintar, oh well, tentu saja gadis-gadis SNU sangat pintar, dengan kacamata bertengger di hidung mereka dan buku di lengan mereka. Tapi Juliet lain bagi Kris, gadis itu seperti seorang bangsawan, seorang wanita terhormat tapi tanpa kepalsuan. Gadis itu sangat sopan tapi tetap membuatnya nyaman untuk terbahak. Julie, dengan segala kesempurnaannya hanya gadis sederhana yang penuh kerapuhan di matanya. Kris entah bagaimana merasa gadis itu patut dilindungi. Kris seumur hidupnya selalu ingin menjadi seorang pelindung, seseorang yang dibutuhkan, sebuah tempat bersandar dan kali ini, Kris melihat kesempatan itu di mata Julie. Maka detik itu juga, Kris meyakinkan diri bahwa dia tidak akan melepaskan Nona Kim ini.

Kris meraih tangan Julie lagi, membuat gadis itu berbalik. Detik kemudian, Kris mendaratkan bibirnya di kening Julie yang tertutup rambut. Wangi dan lembut, poin plus yang lain. Kris tahu itu tidak baik untuknya karena dia yakin setelah ini dia akan kecanduan bau itu.

“A-aku ha-harus pergi,” ucap Julie. Kris melepaskan Julie, kali ini benar-benar membiarkannya pergi.

***

Tidak ada yang melarang Juliet untuk jatuh cinta.

Setelah kedua orangtuanya tiba pun mereka bertingkah seolah bukan masalah besar mendapati Julie dan Kris berdua di apartement Julie. Kedua orangtuanya sangat menyukai Kris. Oh tentu saja, siapa yang tidak menyukai Kris? Kalau pun Kris bertingkah seperti anak nakal dengan piercing pun Julie yakin ayah dan ibunya akan menganggap Kris tampan dan ramah.

“Julia, why don’t you tell mom about this man?” tanya ibu Julie saat mereka berempat duduk di meja makan.

“Mom, jangan mulai.”

Kris menahan dirinya untuk tidak tertawa mendapati Julie yang memasang wajah malas.

“Aku senang kau ada di sini. Kami tidak perlu takut kalau Julie akan tinggal sendiri,” timpal ayahnya.

“Dad!” sahut Julie.

Kris mengangkat alisnya dan tersenyum. “Aku tidak keberatan menjaga Juliet.”

Juliet menggeliat pelan di kursinya. Sementara waktu dia akan berpura-pura tidak mendengar perbincangan mereka. Tidak sopan membicarakan dirinya tepat di depan matanya. Abaikan sajalah, tidak akan ada yang mendengarkan. Bukankah sangat menyenangkan mendapatkan seorang anak laki-laki baru secara cuma-cuma?

Kris akhirnya tertawa setelah kedua orangtua Juliet pulang.

“Jangan tertawa!” perintah Julie sambil mengacungkan pensilnya ke arah Kris.

Kris mengangkat tangannya. “Sorry, komandan.” Tapi tetap saja, dia tidak bisa menahan tawanya.

“Mereka sangat menyukaimu. You know that.”

“Oh come on, Jules. Selama ini mereka hanya punya anak perempuan. Apa salahnya punya anak laki-laki? Mereka hanya terlalu bersemangat.”

Juliet melirik Kris sekilas. Kris tidak suka berbicara tapi sekali berbicara pria itu bisa membuat wanita terhanyut, ibunya contoh nyata. Kris meminum air putih dari gelasnya sambil mengotak-atik remote control.

“Tidak kembali ke asrama?” tanya Juliet akhirnya.

“Boleh aku menginap di sini?”

Juliet diam saja. Sejenak dia melupakan Lay, apa kabar pria itu? Apakah rindunya sebesar rindu Julie padanya? Mungkin Lay akan marah kalau Juliet membiarkan seorang pria yang baru dikenalnya selama beberapa minggu menginap di apartemennya. Atau Lay akan menjadi kakak Julie yang tiba-tiba datang dan tidak mau adiknya punya pacar, kakak yang overprotective. Bisa juga Lay berpura-pura sebagai pacar Juliet untuk mengusir pria itu. Juliet meragukan yang terakhir.

Julie melirik Kris lagi, sedikit demi sedikit Kris membuat Juliet melupakan Lay. Kris seperti pengisi ruang kosong dalam hati Juliet, mengisi bagian-bagian kecil yang tidak bisa diisi Lay. Kris tidak memberi batasan seperti Lay. Kris tidak bertingkah seperti pacar tapi terus-menerus mengatakan mereka bersahabat. Satu hal yang membuat Juliet sering muak dengan Yixing. Juliet dulu sangat-sangat menyukai Yixing. Walaupun pria itu punya pacar, walaupun pria itu hanya menjadikannya pelarian. Kris berbeda, Kris menawarkan perasaan nyaman, Kris menawarkan rasa aman, Kris menawarkan sebuah pertemanan tapi sekaligus juga perasaan cinta.

“Hey, Jules!” tegur Kris.

“Ya?”

“Ka-kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa?” ucap Kris dengan nada bersalah.

Juliet memindahkan tubuhnya ke sofa, tepat di samping Kris. Dia menyilangkan kakinya dan menatap Kris lekat-lekat. Kris tampan dan sempurna. Siapa yang tidak jatuh cinta padanya? Oh tunggu, bukankah baru saja Juliet mengatakan dia jatuh cinta?

“Apa kau menyukaiku?” tanya Juliet tiba-tiba. Suaranya begitu cepat sehingga Kris membutuhkan beberapa menit sebelum memahami perkataan Juliet. Kris meletakkan gelasnya dan menatap Julie yang menanti jawabannya.

“Semua orang pasti menyukaimu,” ucap Kris. Tangannya menyisir rambut Julie pelan. Tsk, Juliet harusnya menyingkirkan tangan Kris, tapi dia suka kalau tangan Kris menyentuh bagian dirinya. Membuat perasaan menggeloraa itu nyata.

“Tidak semua.” Julie mendengus. “Oh ayolah, Tuan Kanada. Kau tahu apa maksudku,” protes Juliet.

Kris mengacak rambutnya. Ini tidak romantis, batinnya. Kris kan dewa keromantisan.

Julie mendongak. Dia mendapati wajah Kris tepat di wajahnya.

“Sangat menyukaimu.” Hanya itu, cukup itu dan membuat Julie tidak bisa menolak rasa lembut di bibirnya. Tubuhnya seperti terpaku. Dia tidak seharusnya membiarkan lengannya terkalung di leher Kris dan tangan Kris yang kepalanya melalui sentuhan di antara rambutnya. Kalau saja dia bisa meleleh di detik itu juga.

Hanya sebuah pertanyaan yang tidak bermaksud serius dan sebuah sofa. Bukankah itu sederhana? Oh tunggu, ciumannya tidak sesederhana itu. Mungkin romantis tidak selalu berarti bunga dan cokelat serta makan malam di tempat mewah. Romantis hanya butuh Kris, Juliet dan perasaan cinta di antara keduanya.

***

Kris. Seorang pria dengan rambut cepak dan tinggi semampai. Dan Juliet jatuh cinta padanya.

Juliet lupa sejak kapan dia melupakan kehadiran Lay dalam hidupnya. Sejak kapan dia tidak peduli kalau Yixing menghubunginya atau tidak. Yang dia inginkan hanya berdua saja dengan Kris. Duduk di sofa ruang tengah dengan kopi panas dan selimut tebal serta film di TV. Yang dia inginkan hanya Jumat sore di cafe favorit mereka, memesan kopi dan dish yang sama sambil memandangi matahari yang tenggelam di luar cafe. Yang Julie inginkan hanya sebuah pelukan hangat yang menyambutnya di depan apartement. Itu berarti segalanya. Itu berarti Julie suka semua tentang Kris.

Kris tahu dia sudah memenangkan hati gadis itu. Cara Julie menatap orang selalu menggambarkan apakah dia menyukai orang itu atau tidak. Khusus untuk Kris, Julie akan menatapnya dengan lekat, menahan nafas beberapa saat dan tersenyum. Konyol, Kris tidak pernah senorak ini sebelumnya. Tapi bukankah sejak awal dia memang menyukai wanitanya? Tapi itu bukan cinta pandangan pertama, cinta itu tumbuh saat Kris menatap mata Juliet dan menemukan dirinya di mata itu. Klise.

“Kris, come on. Wake up!”

Julie menarik selimut Kris hingga pria itu hampir terjatuh dari sofa.

“Jules, itu penganiyayaan.” Kris mengusap matanya yang mengantuk.

“Kau ada jadwal hari ini. Oh ayolah.”

Kris bangun setelah Juliet melemparnya dengan bantal. “Trainee macam apa.”

“Kau mau bertemu dengan teman-temanku?” tanya Kris.

“Untuk apa?”

“Mengenalkan saja.”

“Dasar tukang pamer.” Juliet melemparkan handuk Kris yang dibalas dengan cengiran. Betapa tampannya Kris dengan rambut berantakan, mata mengantuk, dan baju yang berantakan.

***

Juliet tahu, merindukan Kris bukan hal yang mengejutkan baginya. Kris sudah seperti pelengkap kehidupannya. Penyegar dalam rutinitasnya. Juliet tahu, mustahil baginya untuk memeluk Kris setiap hari, dia harus berusaha untuk menghadapi kenyataan. Kris nantinya akan lebih sibuk, Julie tahu itu.

Tapi kalau saja Kris berada di sana pagi itu, Julie tidak akan merasakan serangan panik. Julie hampir melupakan kehadiran Lay tak bermaksud melupakan sahabatnya namun itu cara terbaik untuk tidak memikirkan pria itu.

“Hey, boleh aku masuk?” tanya Lay. Dia menurunkan hoodie nya dan tersenyum kepada Julie, manis, lebih manis dari milik Kris. Dulu Juliet sangat menyukainya.

“Apa yang kau inginkan?”

“Kau tidak merindukan…ku?” tanya Lay. Nada bingung jelas terselip di antaranya.

“Zhang Yixing, kau yang meninggalkanku. Oke?”

“Aku tidak bermaksud seperti itu.”

“Berhentilah mengacaukan segalanya. Kau tahu aku menyukaimu. Kau melarangku punya pacar, kau juga yang tidak suka kalau aku dekat dengan pria selain dirimu. Oh, apalagi? Kau juga tidak suka aku menelefon pria lain hingga berjam-jam.”

“Julie!” bentak Yixing.

“Aku capek. Pulanglah.”

“Kau baru saja bangun, oh ayolah.”

“Tidak bisa, Yixing. Aku akan pergi siang ini.”

Julie mendorong tubuh Lay menuju pintu. Dia sudah mengambil keputusan sejak Yixing memutuskan menggarisbawahi hubungan mereka bahwa ia tidak akan menyukai Yixing entah seberapa besar perasaannya.

Juliet sempat mengucapkan maaf sebelum menutup pintu tepat di depan muka Yixing. Dia tidak bermaksud begitu. Sungguh. Tapi dia hanya ingin menjaga dirinya sendiri, membangun dinding pertahanan. Tujuannya hanya satu: melindungi perasaannya.

Itu bukan hari terbaik bagi Juliet.

Pagi yang dikacaukan oleh Tuan Zhang jelas bukan awal yang baik. Juliet harus  memaksa dirinya –beberapa kali- untuk mencoba mengabaikan hal itu. Toh, Yixing juga sudah pergi. Tetap saja, Juliet harus menarik nafas dan mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia akan baik-baik saja. Hari ini akan menjadi baik karena dia akhirnya punya waktu bertemu Kris.

Juliet mengencangkan ikatan di rambut sebelum akhirnya menyambut Kris di ruang tengah.

“Pantas saja Romeo mau mati untukmu.”

“Cheesy.”

“Come on. Aku mau sedikit pamer dengan mereka.”

Julie menceritakan banyak hal selama Kris tidak ada di sampingnya, tentang buku-buku yang dialih-bahasakan olehnya, tentang manajer barunya, tentang penjual cotton candy di seberang kampusnya.

“Jangan terlalu banyak bicara. Mereka jauh lebih cerewet dibandingkan dirimu,” peringat Kris. Juliet memamerkan gigi-giginya, Kris mengacak rambut gadis itu.

Mereka berjalan beberapa saat dari stasiun, menggunakan bus dan berjalan lagi. Lalu mereka tiba di salah satu apartemen, gedung pencakar langit yang lain. Kris membimbing Julie menuju lift dan membiarkan mereka berdiam di sana tanpa suara. Saat itulah Julie merasa ada yang aneh.

“Welcome to the dorm,” ucap Kris sambil membuka pintu apartemen untuk Julie.

Julie langsung menatap syok ke dalamnya. Hanya ada pria di sana dan baju di mana-mana. Beberapa saling melempar.

“Guys! Stop. My girl is here!” ucap Kris. Yang lainnya langsung menjatuhkan baju-baju itu dan memungutinya satu per satu. Juliet mengangkat bahu dan menahan tawa.

Kris mengenalkan semua anggota pria itu. 10 orang; 11 dengan Kris. Julie bisa mengingat nama-nama asing itu dalam kepalanya. Tao si magnae yang tidak tampak seperti magnae, Sehun yang menatapnya tidak tertarik di sudut ruangan –dengan handphone di tangannya, Kim Jongdae yang berusaha mencium telapak tangannya atau Kyungsoo yang terus-menerus meminta maaf karena dorm mereka sangat kotor.

Mereka banyak menertawakan Kris, bagaimana pria itu tidur, bagaimana dia sangat sulit bangun, bagaimana pria itu menyukai Julie. Yang terakhir berhasil membuat Kris menyemprotkan minuman di mulutnya. Chanyeol dengan senang hati berduet dengan Tao memperagakan gaya tidur Kris. Baekhyun lebih banyak memprovokasi Julie agar tidak tergoda dengan ketampanan pria itu.

“Kau mau melihat kamarku?” bisik Kris kepada Julie saat semua sudah kembali sibuk.

Juliet mengangkat sudut bibirnya tanda setuju.

“Tapi ada member yang lain sedang di kamar.”

“Teman sekamarmu?” tanya Julie.

“Yep.”

Kris mendorong pelan pintu kamarnya. “Welcome to my room.” Kemudian melingkarkan lengannya di pinggang Julie.

Juliet berharap kalau dia enyah saja di detik itu, di telan bumi, di makan hiu, apa saja yang membuatnya tidak perlu menatap wajah itu. Di hadapannya ada seorang Zhang Yixing. Itu bukan perkara mudah. Juliet menyukai Yixing tapi di sampingnya ada Kris, kekasihnya yang memberi tanda kepemilikan dengan melingkarkan tangannya di tubuh Julie.

Yixing menatapnya lekat-lekat.

“Yixing, meet my girlfriend. Juliet.”

“I know her.” Jawaban Yixing membuat Juliet panik seketika. Yixing mencoba mengabaikan Kris, berpura-pura tidak tertarik tapi Juliet mengenal Yixing dengan baik dan dia tahu pria itu menatapnya dari sudut mata.

“Really? Are you guys…”

“Just friend,” potongku. Tidak tahu dari mana asalnya suara itu.

“Oh sure,” ucap Kris. “Yixing, isn’t she pretty?” tanya Kris lagi.

Zhang Yixing mendongakkan kepalanya. Menatap Juliet beberapa detik kemudian mengerucutkan bibir. “Yeah, totally.”

Kris tersenyum bangga. “He said you are pretty.”

Juliet memaksakan senyumnya. Pujian itu jauh lebih menyakitkan ketimbang kata-kata cacian.

Ada hari di mana Juliet benar-benar ingin mati saja, ada waktu di mana dia menyesali keberadaannya, ada masa di mana dia membenci posisinya dan ada sesal yang tak guna dalam perasaannya. Tidak akan ada yang tahu bagaimana lingkarang perasaan begitu rumit, padahal ada bumi yang luas untuk mereka jelajahi namun mengapa mereka harus bertemu? Harusnya kisah cintanya lebih sederhana. Dia hanya seorang wanita muda –young lady– yang ingin jatuh cinta bukan kisah cinta rumit seperti Juliet Capulet. Juliet hanya perlu melupakan ini semua dan kembali ke kenyataan. Dia dan Kris, Lay hanya sahabatnya.

Hanya perlu melupakannya.

I would forget it fain, But oh, it presses to my memory, Like damnèd guilty deeds to sinners’ minds. – William Shakespeare, Romeo and Juliet.

KKEUT.

Iklan

34 thoughts on “Creamy Krim : The Young Lady

  1. Wujul \(»´▽`«)/ *dilemparsendal
    Pertama dari Cover nih ya aku komentarnya. Astaga. Foto laki saya (baca: Kris) disana seperti Chef Juna kalau lagi ada Outside Challenge *salahfokus
    Kedua ceritanya. Dek! Kamu berhasil bikin sosok Jules yang high class, hihihi. Aku iri sama cara kamu menggambarkan setiap adegan TT Kris disini suka nyosor yah. Sejujurnya aku iri sama Jules hiks. Bisa-bisa Kris sama Jules jadi skinship couple nih.
    Dek….. Kim Jongdae kamu sebut apa? Ya! Laki saya tidak segenit itu sama perempuan! Aish. Dan aku ngakak pas baca Chanyeol dan Tao meragain cara tidurnya Kris LOL. Ditambah Baekhyun :”)
    Hmm Lay pasti kaget dan berusaha sewajar mungkin yah reaksinya pas tau Kris yang jadi pacar Jules. Jules belum cerita ke Kris soal hubungan dia sama Lay kan? Kalau udah tau bakalan rame ini :3
    Aku cuma nemu satu typo “kahirnya” wkwkwk. Tp gapapa seluruhnya bagus!
    Ah terakhir. Cara kamu nyeritain tiap bagiannya ingetin aku sama seorang author. Wkwkwk. Dia juga bikin ff kris, pairing dia sm OC namanya Debra. Tapi aku lupa judulnya apa…. *sekian

    • bener deh nih Wujul jadi nick baru aku smh -_-
      Ini entah bingung mau setuju atau engga soalnya juna ganteng juga /gaknyambung/ tapi dia emang nge-punk banget di situ O~O
      *sujud syukur* kuifikir ini bakal gagal 😐 hihihi kayaknya Julie juga paling tua yah? jadi maklum aja kalo dia paling banyak skinship nya /?
      BOHONG!!!! Jongdae pria paling genit di dunia kak :’) kau tidak bisa menampik itu! Nyeh bayangin rusuhnya dorm saat itu :’) kayak para pria gak pernah ketemu cewek terus najis lebay banget cari perhatian gitu. ADUH EXOBOYS SAYANGKUUUUU {}
      Hoho mungkin aku nanti mau bikin pertemuan Julie-Lay tapi tergantung kak mella karena dia pemilik Lay /?
      Makasih udah diingetin langsung edit nih :3
      Debra Lee? Pasti gara-gara ada Inggris dialog nya :/
      SEKALI LAGI MAKASIH YA MAMAHHHHHH

      • Kan udah aku bilangin sebelum-sebelum nya depik :’)
        Wkwkwk iya. Aku aja sbg istri *tetep* sempet nangis gaya dia berubah jadi gitu. Kepalanya keliatan gede, mirip juna. Yah walaupun juna keren tp ttp aja. Aku lebih milih Businessman Kris 😀
        Ga gagal kok. Ini bagus dan bikin penasaran :’) bakalan gagal kalau nama couple-nya wujul *lagi2wujul #wujulneverdie
        YA! Darimana genitnya? Wkwkwkwk iya. Chan sama Baekki langsung keluar aura sok playboy nya pas wanita cantik dateng ke dorm. Kalau Tao pengen deket sm Jules karena karena dia pengen tau gimana ‘musuh’ dia LOL
        Iya! Kok tau? 😀 Tapi ini beda. Jules lebih ‘jinak’ *didamprat
        Sama2~ mamah? .___.

      • eunggg aku kebanyakan nick kak XD
        businessman apa prince kak /? aku sih mungkin lebih suka kalo dia rambut item cepak gitu tapi gak usah pake piercing, gatel kak kesannya badung banget -_- sebel. kehilangan image sok straight face nya.
        #hidupwujullovers huhuhu iya kak :’) untung aja waktu itu kepikiran es krim jadi yaa munculah nama ini.
        dari dia bantuin fans turun stage /? eneng geulish nan menggoda hati /?
        harusnya tao itu menghormati istri tua kris /heh/
        iya kayaknya aku juga pernah baca gitu cewenya kalo gak salah playgirl ._.
        kamu kan ibu aku ;~;

      • dua2nya deh. dia prince di hati aku tapi~
        kenapa? dia ganteng kok pake piercing :” asal jangan piercing yg juntai2 atau kembaran sama Tao :\
        IYA TAU DAN GA UDAH DIBAHAS LAGI! Zzzz tapi itu bukan genit~ Well behaved. Good manner ke cewe. Gitu~ Yah walaupun aku nyesek dikit sih
        Nah iya bener. Cewenya mainin Kris tapi akhirnya jatuh cinta beneran dan ujung2nya yadongan (?)
        Ya Tuhan. Kapan2 anak aku sama Kris itu kamu dek -.-

      • ngeungggg dia orang aneh di hati aku /inijahat/
        dia dulu sempet pake yang juntai 😦 aku sebel bangettt kayak anak punk 😦 gak suka aja jadi badboy ganteng 😦
        BAHAS AJA XD tapi tetep aja dia paling suka gombalin fans *lambai-lambai*
        nyehhh -_- gak tega aku gituin kris ._.
        aku kan istri kris kak ;~;

      • nyeeh kamu secara ga langsung ngatain suami kamu sendiri aneh lho dek. bagi aku asalkan kris bukan ala2 punk aku suka :”)
        ENGGA! Dia bukan ngegombalin fans, dia hanya mencari perhatian.
        tapi kamu tega ngatain dia lipan. masa iya makhluk setampan itu dikatain lipan T^T
        err agak ga rela sih sebenarnya berbagi suami sama kamu. tapi karena aku baik hati suka menolong dan tidak sombong, boleh deh *kibasekor

      • bodo amat. akuu sayang kris yang penting /apasih/
        asal kris mau jadi imam yang baik aku masih sayang sama dia /iniapaan/
        DIA EMANG CAPER NORAK!!!!! KIM TROLL JONGDAE
        aku lipan /? dia yifan O~O lipan dan yifan selamanya *berpelukan*
        SIAPA? AKU? ah itu sudah rahasia umum kak kalo aku baik suka menolong banyak sombong tidak suka menabung x))

  2. Wihh.. aku suka kata-katanya …
    2 thumbs for you T^T
    maaf ya kalo commentnya pendek asli, aku ga tau mau harus komen apaan.
    di tunggu selanjutnya ya…

      • iya :’)

        btw, gatau kenapa aku lebih suka juliet sama lay… ga tega liat laynya waktu kris kenalit juliet ke dia padahal kan lay sahabatnya juliet dari kecil </3

        kkk~

      • gak kok mereka gak sahabat dari kecil. mereka sahabat accidentally. aku mau bikin side story nya sih cuma nunggu ijin kak mella sang istri dari lay 😀
        karena julie emang masih suka sama lay. dia belum sepenuhnya suka sama kris ._. #pukpukyifan

  3. Yaampun kasian juga kris entah kenapa lay kayak suka gitu ya sama juliet abis kayaknya gak suka kalo dia deket sama cowok tapi bilangnya temen doang ke juliet oke ditunggu cerita selanjutnya ^o^ maaf kalo komennya bikin boring ._.

  4. deeeeeev~
    aku ni bingung mau ngomong apa jadinya XD
    sebagai istrinya Lay *duar*, ada yang perlu kita bahas sedikit dibelakang panggung nanti ya~
    aku kepo banyak disini XD
    masalah izin nggak diizinin tergantung pembicaraan kita nanti dibelakang maahahahha
    overall aku suka young lady ini, aku kira kamu bakal bikin Jules cewek jaim dan sengak gitu, eh malah begini ~~
    chapter pertama ngebingungin nggak apa deh aku sebagai reader terima aja XD
    fighting thor!!! lol

    • kyakyakya mau bahas apa O~O
      oya nanti aku juga mau jelasin hubungan lay-kris itu gimana~~
      mahahahaha. aduh mamah jangan gitu sama anakmu dong 😦
      karena dia udah berubah kak /?
      MAKASIH YA KAMELLLL LAPYU LAPYU ❤

  5. Maaf aku baru sempet baca ini Depi 😦
    Aku suka sama covernya *salahfokus*
    Jadi sebenarnya Jules sukanya sama yang mana ini? Lay ato Kris?
    Kris ajalah yaa~ kasian noh Lay ge.. gak tega akunya..
    Masih rada bingung sih *yaiyalah masi crita awal*
    Jadi ditunggu updatean selanjutnya… ^^

  6. haha, depik, ini baru caca, hahahahah
    aku suka kata-katanya, rapi
    aku suka ceritanya, aku suka penuturannya, aku jga suka taonya (?)
    karakter jules nya dpt bgt.
    ada dua kalimat yang aku suka “My mom, she’s a disaster.” sama “Tao si magnae yang tidak tampak seperti magnae, “

  7. hei depik. erlina udah baca nih HAHAHA
    aku suka alurnya dan penjabaran ceritanya, simpel tapi menarik dan dapet feel gitu sih. Tapi ada beberapa kata aja yang agak membuat bingung, but overall this fanfiction is good. suka sukaaa 😉 ohiya satu lagi. tadi main ke blog kamu terus aku numpang copas yang self quiz itu HAHAHA

    *note : masa yang bawah ‘kkeut’ gue bacanya kentut tadi-_-v

  8. oh well, i’m new reader here, woaahh it’s totally cute, suka banget sama cara penulisannya, daebak 🙂 update soon thor 🙂

    • halo welcome here dear ❤ semoga nyaman ya nongkrong di sini.
      aaa makasih ya makasih n___n
      update selanjutnya side story juliet-lay. cek ya.
      sekali lagi telimikiciwww ^^

  9. HUAAAA KRIS LO GENTLE BANGET DISINI ANJEEEERRR /FLIP TABLE/

    awalnya aku kok agak ga ngerti gitu ya-.- *otaknya aja yang rusak*
    tapi pas baca keren juga sih, si laynya itu overprotective bgt ama jules, ngeselin layyyy!-.-
    trus aku juga suka ama karakter juliet ehehe

    udah gitu azah._. Fighting thor!^_~

  10. sebenarnya kasian aQ sama Yixing nya 😛
    Kris kayaknya bner” cinta yh ama Juliet….
    Lay nya jg kn suka ama Juliet??? kn pas Lay-Jules side Lay nya tertarik ama Juliet sama ky Yixing jg….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s