Virus ChaJin: Trust

THRUST

Title : Trust

Author : Immocha

Genre : Tentukan sendiri aja yaa :)

Lenght : 799 words

Main Cast:

  • Park Chanyeol
  • Kim Hyo Jin (OC)

Desclimer : Special thanks buat special editor eunroro13 . FF ini terinspirasi dari jutaan (lebay-nya kumat) imajinasi yang berputar di kepala dan mendesak untuk segera dikeluarkan.  FF ini dari awal sampai akhir adalah Chanyeol’s PoV.

Warning !!!  typo bersembuyi dimana-mana.

Happy Reading ^^

 

________

Ku beranikan diri untuk membuka pintu di hadapanku sekarang. Aku melihat sosok gadis itu terduduk di sudut ruangan persegi empat ini. Bayangan tubuhnya terpampang jelas akibat sinar matahari yang menembus jendela. Aku mulai melangkahkan kakiku untuk berjalan mendekatinya. Ia masih tak bergerak, masih terduduk bersimpuh dengan posisi kaki di samping pahanya. Sebelah tangannya seolah menjambak rambut cokelat gelap miliknya. Hatiku teriris melihat kondisinya kini, tak ada lagi senyum ceria yang selalu menghiasi paras cantiknya ataupun lelucon-lelucon yang ia lontarkan untuk menyaingi leluconku.

Aku tersenyum getir menatapnya. Aku terduduk di sampingnya, menyadarkan punggungku di tembok agar lebih nyaman.

“Jinni-ya, apa kabarmu hari ini? Sesuai janjiku kemarin, aku berkunjung lagi kemari sebelum latihan.”

Kim Hyo Jin, gadis yang saat ini sedang terduduk disampingku. Setelah kematian ayahnya, ia menjadi seperti ini, mendadak bisu. Ia lebih memilih menyendiri di salah satu ruangan dirumahnya, ruangan yang dulu sangat sering ia kunjungi. Terkadang kami bermain-main disini. Aku tahu ia pasti trauma setelah kepergian Kim Ahjussi.

“Kau tahu sebentar lagi kami akan comeback, aku berharap kau bisa hadir pada comeback stage pertama kami. Tapi melihat kondisimu yang tak ada perkembangan sama sekali, membuatku menyerah.”

Ya, sedari tadi hanya aku sendiri yang berbicara. Tak apalah, aku yakin Hyojin mendengar semua celotehan ku ini.

“Hyojin-ah, apa kau masih sedih karena kepergian Kim Ahjussi?” tanyaku ragu.

“Tidak.”

Tunggu. Hyojin bersuara, Puji Tuhan! Akhirnya gadis ini berbicara. Tanpa menyianyiakan kesempatan, aku langsung bersiap untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang sudah berkecamuk di dalam otakku.

“Sungguh? Lalu, kenapa kau masih seperti ini?”

“Bukan urusanmu, Chanyeol-ssi.”

Jantungku seakan tertusuk belati, gadis ini menyebutku sebegitu formal setelah sekian lama ia menyebutku dengan panggilan kesukaannya. Pasti ada sesuatu yang tidak beres.

“Maukah kau membagi ceritamu padaku? Bukankah kita teman?”

“Tak usah bersikap manis padaku, mereka semua juga melakukan hal yang sama.”

Sepertinya ada bekas luka yang cukup dalam di hati gadis ini, memang benar aku lama mengenalnya. Tapi, aku merasa jika gadis ini mempunyai dua kepribadian, kepribadian ceria yang selalu ia tunjukkan di depan semua orang dan kepribadian yang menyedihkan yang selalu ia simpan untuk dirinya sendiri.

“Jinni-ya…”

Aku menghela nafas berat, percuma juga aku memaksanya jika ia tak mau bersuara lagi.

“Baiklah, aku tak akan memaksamu lagi. Aku harus pergi untuk berlatih, sampai jumpa.”

Aku memiringkan kepalaku untuk tersenyum tulus pada Hyojin, kedua tanganku pun sudah berada di samping tubuhku untuk kujadikan tumpuan berdiri, hingga aku merasakan cengkraman di lenganku.

“Channie~”

Aku menghentikan gerakanku.

“Apa ada yang ingin kau katakan?”

Hyojin menggangguk, aku memperhatikan setiap inci wajahnya seraya menunggu bibir tipis itu mengeluarkan suara.

“Tetaplah berada di sampingku, kumohon.”

“Tentu saja. Apa kau sudah mempercayaiku sekarang?”

Ia mengangguk lagi.

“Aku sudah muak dengan semua tingkah laku lelaki tua itu. Aku terpaksa melakukannya, hanya itu yang dapat ku lakukan untuk menghentikannya,”

Aku bingung. Lelaki tua? Siapa yang sebenarnya ia maksud? Apakah mungkin Kim ahjussi? Apa yang Hyojin lakukan? Lalu untuk menghentikan apa? Apa yang ia bicarakan? Aku benar-benar tidak mengerti.

“Lelaki itu, sudah berulang kali mencoba untuk memperkosaku. Berulang kali juga aku sudah berusaha untuk melarikan diri atau sekedar bercerita pada kerabat dekatku. Sayangnya mereka terlalu bodoh untuk mempercayai ucapan naïf lelaki biadab itu. Bahkan aku sempat untuk menceritakan semua ini padamu Chanie, tapi ia mengancamku.”

Mendengar setiap kata yang keluar dari bibir Hyojin membuat rahangku mengeras. Jika aku tahu yang sebenarnya seperti ini, aku tak akan segan untuk menghajarnya dan aku tak perlu berlaku sopan di depan lelaki yang berani berbuat seperti itu dengan anak gadisnya.

“Lalu, sebenarnya apa yang telah kau lakukan pada Kim Ahjussi?”

Ia tertawa rendah seakan menertawakan kematian Kim Ahjussi.

“Aku memutus kabel rem mobilnya, seolah semua itu kecelakaan. Bukankah semuanya terlihat rapi? Aku berterima kasih pada kemampuanku tentang otomotif. Itu sangat menguntungkan. Apa setelah ini kau juga tak mempercayaiku?”

Aku tertegun. Sedikit tidak percaya dengan apa yang telah ia ucapkan. Mungkinkah?

“Aku mempercayaimu. Sekalipun kau berbohong, aku tetap mempercayaimu, Kim Hyo Jin.”

Aku merengkuh tubuhnya ke dalam pelukanku. Mungkin dengan begini bisa membuatnya nyaman dan tenang.

“Gomawo, gomawo Channie, jeongmal.”

Aku mengangguk kepalaku mantap. Hyojin memelukku erat membuat detak jantungku berkerja lebih cepat.

“Berjanjilah padaku untuk menjadi Kim Hyo Jin yang pernah aku kenal. Bukan Kim Hyo Jin yang menyerupai mayat hidup. Yakso?”

He’em.”

Aku melepaskan pelukanku, kedua tanganku kini beralih menakup wajahnya. Entah mengapa aku ingin untuk menciumnya. Aku menggelengkan kepalaku. Jangan berpikir macam-macam disaat gadis ini mulai mempercayaimu, Park Chanyeol.

“Aku harus segera pergi Jinni-ya, pasti member yang lain sudah menungguku.”

“Tapi, apa aku akan bertemu denganmu lagi ditengah padatnya jadwal comeback-mu?”

“Tentu. Aku akan berusaha meluangkan waktu menemuimu.”

Sedikit ragu ketika aku memberanikan diri untuk mengecup keningnya. Aku harus ekstra mengontrol kerja detak jantungku sekarang jika berada di dekat Hyojin daripada aku ditemukan keesokan harinya dengan headline news disurat kabar “Member sekaligus main rapper tertampan EXO tewas karena jantungnya berdetak hebat.”

Tidak!

Itu akan menurunkan reputasiku..

••• ♦ ♦ •••

Iklan

4 thoughts on “Virus ChaJin: Trust

  1. kenapa? kenapa ada papa yg tega gitu? author jahat *pukulpukulmanja* please deh chanyeol “Member sekaligus main rapper tertampan EXO tewas karena jantungnya berdetak hebat.” ada TER sebelum kata tampannya ya. hahahaha

  2. Hihihi..maafkan author khilaf 😦 tpi di dunia nyata memang ada kan yg begitu? #plak #ditabok
    kekekke..
    chanyeol pede banget yaa.
    Makasih komentarnya..^^ Saya menunggu AB Style update loh 😀

  3. ya ampun, ini ekstrim banget kak :O
    kasihan Hyojin *pukpuk* tapi tenang, ada channie yang akan selalu menemanimu kok *plak sotoy XD
    penasaran kelanjutannya o//

  4. baru nemu wp ini karena liat recommend uu . ff nya singkat dan jelas.gak nyangka hyojin ternyata ngebunuh ayahnya sendiri tapi gapapa deh ayahnya jahat wkwk.keren kak! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s