AB Style : Sweet Memories

sweet memories

Title :Sweet Memories

Author :  hellospringbreeze (@hellospringbree)

 Genre : Romance

Lenght : 1.582 word

Main Cast: Huang Zi Tao and Park Ji Young (@meiliji95)

Note:

Thanks Hachi for the beautiful poster  🙂

Please read Park Ji Young’s Profile first

——-88——–

Ji Young membuka matanya perlahan, sudah pagi. Dia merenggangkan otot-ototnya lalu beranjak untuk membenahi tempat tidurnya. Kebiasaan pagi yang selalu ia lakukan, memberi makan Mosya dan Syaloo. Dua mahluk kecil yang jadi teman sejatinya untuk bercerita saat Il Soo tidak ada. Lalu Ji Young mengamati mereka yang sama-sama naik kepermukaan untuk melahap makanan mereka. Entahlah, bagi Ji Young peliharaannya ini terlihat manis.

‘Menurutku yeoja yang suka pakai jeans itu manis’

Ji Young tersenyum kecil, setiap kali mendengar kata ‘manis’ pasti Ji Young akan ingat kalimat itu.

Ji Young meninggalkan akuarium kecilnya lalau berjalan santai menuju kamar mandi.

Setelah mandi dan mengenakan pakaian favoritnya, tentu saja jeans dan kaos santai, Ji Young duduk di depan meja kacanya untuk mengeringkan rambut.

‘Rambutmu bagus, aku suka’

Kalimat itu selalu terngiang di kepala Ji Young saat dia memegang rambutnya, lalu Ji Young akan tertawa kecil jika mengingat semua kejadian itu lagi.

Tatapan mata Ji Young tak lepas dari sebuah bingkai foto yang ada di sudut meja kacanya. Memang bukan bingkai besar dengan foto ekstra besar di dalamnya, hanya bingkai sederhana dengan foto Ji Young bersama seorang namja.

Foto yang Ji Young ambil dengan kamera ponselnya saat makan siang bersama namja itu.

Huang Zi Tao, bukan nama Korea yang biasa kita dengar. Tao, bukan namja dengan sejuta hadiah, bukan namja dengan senyuman lebar, bukan pula namja dengan sebuah kejutan saat dia datang. AB style namja, hanya namja sederhana yang sulit untuk di mengerti, namja yang terlalu sulit untuk menunjukan rasa kasih sayangnya, tapi Ji Young jatuh cinta pada namja ini.

Ji Young membawa bingkai foto itu kedalam pelukannya, Ji Young sedang merindukan namjanya. Disusurinya lagi semua ekspresi yang terbingkai disana, begitu natural, Ji Young sangat menyukainya. Begitu banyak hal yang mengingatkan Ji Young pada Tao.

Ji Young ingat bagaimana dia pertama kali jatuh hati pada Tao.

Saat itu Ji Young datang ke SM Building untuk mengantarkan beberapa barang Il Soo. Ji Young punya banyak kenalan di sana, karena Il Soo sudah cukup lama berkerja di SM. Kala itu sudah lebih dari enam bulan Ji Young tidak datang ke SM Building karena urusan sekolahnya yang sangat menyita waktu. Dan hari itu, untuk pertama kalinya Ji Young bertemu Tao.

Cinta pada pandangan pertama?

Ayolah, saat itu Ji Young hanyalah anak perempuan berusia tujuh belas tahun yang belum mengerti apa yang dimaksud dengan ‘cinta pada pandangan pertama’. Saat itu yang terbersit di otak Ji Young hanyalah,

Namja yang menarik

Sejak hari itu Ji Young senang saat Il Soo meneleponnya untuk datang ke SM Building. Memang hanya sekedar mengantar beberapa barang Il Soo, tapi Ji Young senang bisa melihat Tao lagi, meski hanya untuk beberapa saat.

Ji Young juga tak percaya ini terjadi, Ji Young bingung akan perasaan yang ada di hatinya. Mengapa jantungnya berdetak begitu cepat? Mengapa matanya tak berani memandang langsung mata Tao? Butuh waktu yang lama bagi Ji Young untuk menelaah  perasaan di hatinya.

Ji Young terus menyimpan perasaan itu.

Ji Young adalah anak yang ceria dan penuh dengan gelak tawa di setiap harinya. Tapi entahlah, ada sesuatu yang berbeda di senyumannya beberapa hari belakangan. Karna satu alasan pastinya, Ji Young sadar ada perasaan aneh didalam hatinya saat ini.

Ji Young jatuh cinta.

Semua orang pasti akan memberi Ji Young nilai A+ untuk aktingnya. Iya, Ji Young sangat pandai menyembunyikan perasaannya. Ji Young tidak pernah bersikap berlebihan hanya untuk menarik perhatian Tao.

Tapi Il Soo tahu Ji Young jatuh cinta

Malam itu Ji Young mengekspresikan semua perasaan yang dia pendam. Ji Young tertawa, tersenyum lebar, bahkan sesekali dia bertepuk tangan. Il Soo hanya tersenyum, adik perempuannya sudah beranjak dewasa.

Ji Young senang, dia biarkan perasaan itu tumbuh di dalam hatinya.

Ji Young senang akan perasaannya. Meski ini pertama kali baginya untuk jatuh cinta, Ji Young harap perasaan itu akan selalu melekat dihatinya. Karena perasaan itu begitu nyaman untuknya.

Ji Young tidak lagi bisa melihat Tao

Debut EXO dimulai. Ji Young tahu, tak lama lagi Tao akan kembali ke China dan akan menghabiskan banyak waktu disana. Sekalipun Ji Young pegi ke SM Building, dia tak akan menemukan Tao didalamnya. Tidak ada lagi Tao di depan kaca ruangan koreo, yang ada hanya Tao di atas panggung yang megah.

Frekuensi pertemuan mereka semakin menurun.

Ji Young tidak sedih, dia bangga. Dia bangga karena laki-laki yang dia sukai sudah menjadi bintang besar. Ji Young tidak sedih, dia tersenyum. Dia tersenyum setiap kali melihat foto atau berita tentang Tao di ponselnya, meski hanya lewat ponsel.

Tapi….

 

Ji Young tahu ini tidak akan berlangsung lama.

 

Ji Young tidak pernah lagi bertemu Tao, sudah lebih dari tujuh bulan. Dia tahu Tao sering datang ke Korea, tapi Ji Young bukanlah wanita spesial  yang bisa menemui Tao kapan saja. Lagi pula, mendapatkan hati Tao itu mustahil bagi Ji Young.

Ji Young berkacak pinggang di depan meja kacanya, dia bukan yeoja yang menarik.

Ji Young hanya suka celana jeans, dan dia tahu banyak namja yang  menginginkan yeoja dengan pakaian feminim mereka. Ji Young suka tertawa lepas, dan dia tahu banyak namja yang menyukai yeoja dengan senyuman tersipu. Ji Young memang bukan tipe ideal namja.

Cinta Ji Young mulai surut.

Ji Young semakin tidak percaya diri. Dia sadar,  Tao adalah super star yang  dikelilingi banyak yeoja cantik. Dan ini sudah bulan kedelapan bagi Ji Young dimana dia hanya bisa melihat Tao dari layar ponselnya. Ji Young sudah menghapus semua file Tao di ponselnya. Ji Young sudah bertekad untuk menyerah, Tao tidak akan jatuh hati padanya.

Ji Young menangisi seorang namja.

Ji Young berani bersumpah, ini pertama kalinya dia menangisi namja. Hanya satu kata yang dia pernah ucapkan untuk Tao ‘Annyeonghaseo’, tapi Ji Young terharu karna dia berani menyapa Tao kala itu. Ji Young belum pernah merasakan ini sebelumnya, ada rasa sesak yang mengikat dada kala dia mengingat muka Tao.

Ji Young berusaha melupakan Tao, tapi bayangan Tao tak pernah lenyap. Ji Young berusaha untuk menghentikan air matanya, tapi air mata itu terus mengalir. Ji Young benci mengapa dirinya begitu lemah saat ini.

“Namja pertama yang membuat hari-hariku terasa sangat hangat dan indah. Namja pertama yang membuatku senang saat Il Soo merepotkanku karena harus mengantar barang-barangnya. Namja pertama yang membuatku cukup yakin kalau aku mengidap penyakit jantung. Juga namja pertama yang membuatku menangis seperti ini.”

Ji Young pasrah akan perasaan yang melekat di hatinya sampai hari itu tiba…

Hari itu adalah hari pergantian tahun. Il Soo mengajak Ji Young untuk merayakan pergantian tahun bersama di SM Building, tentu saja Ji Young tak akan menolak.

Ji Young bertemu Tao setelah sekian lama.

Ji Young hampir saja melompat kegirangan saat dia tahu bahwa Tao juga menghadiri acara itu. Ji Young menikmati semuanya, Ji Young tertawa lepas. Ji Young terlalu bahagia malam ini, karena dia bisa melihat Tao lagi meski dengan jarak beberapa meter.

Dan kebahagian itu semakin berlipat ganda.

Ji Young tidak percaya bahwa semua itu terjadi. Tao berkata “Boleh aku bicara berdua saja denganmu?” yang bisa Ji Young lakukan hanyalah mengangguk pelan. Tao mengajak Ji Young sedikit menjauh dari keramaian.

Ji Young ingat betul bagaimana rasanya saat itu. Jantungnya memompa darah kesekujur tubuhnya lebih cepat, Ji Young bisa merasakan darah yang berdesir hebat dari otak sampai ke mata kakinya.

Tao menggenggam tangan Ji Young dengan erat.

Ji Young hampir lupa bagaimana caranya bernapas. Tao tersenyum hangat di hadapannya. Senyuman dan sentuhan pertama dari Tao untuk Ji Young. Tao menghembuskan napas pelan, dan Ji Young benar-benar tak percaya ini semua bisa terjadi.

“Aku menyimpan perasaan ini sejak lama. Aku bahkan lupa sejak kapan aku mulai memperhatikanmu. Maaf aku tidak punya apa-apa malam ini. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu.” Tao menatap mata Ji Young lekat, lutut Ji Young lemas.

“Maukah kau jadi kekasihku?” IYA! Ji Young hampir saja berteriak untuk berkata ‘iya’. Tapi dia ingat, dia merasa tak pantas untuk Tao.

“Aku bukan yeoja dengan aegyo dan dress feminim mereka.” Ji Young butuh keberanian yang sangat besar untuk mengeluarkan suaranya.

“Menurutku yeoja yang suka pakai jeans itu manis.Tao tak bosan untuk terus tersenyum sambil menggenggam tangan Ji Young.

“Aku juga bukan yeoja yang suka menata rambutku dengan hiasan yang manis.” Jawab Ji Young cepat.

“Rambutmu bagus, aku suka.” Tao membelai rambut Ji Young pelan. “Aku juga bukan namja dengan kejutan dan bunga.”

“Aku suka,” Ji Young seolah-olah tak bisa menyelesaikan kalimatnya.

Tao tersenyum cerah, “Kau mau?” tanya Tao untuk memastikan. Ji Young tak bisa lagi menahan senyum di wajahnya, Ji Young mengangguk bersemangat.

Ji Young bahagia, lebih dari satu tahun Ji Young menahan perasaan ini. Ji Young ingat akan perasaannya yang naik turun, kadang dia menyerah, kadang dia rindu. Ji Young masih ingat pertemuan pertama mereka, namja tampan dengan rambut sehitam iris matanya. Tapi kini namja yang masih menggenggam tangannya erat merubah warna rambutnya menjadi merah terang dan semakin terlihat tampan. Begitu banyak perubahan yang terjadi pada Tao, tapi Ji Young senang perasaan Tao padanya tidak berubah.

Ji Young tidak butuh kata-kata klise untuk merayu. Ji Young tidak butuh bunga mawar sebagai tanda cinta. Ji Young tidak butuh boneka lucu sebagai tanda kasih sayang. Ji Young tidak butuh sekotak coklat sebagai pemanis suasana. Yang Ji Young butuhkan hanya satu,

Ji Young ingin hubungan ini akan bertahan lama

 

Rrrrrrrttt! Getar ponsel di saku jeans Ji Young menyadarkannya dari lamunannya yang panjang tadi. Ji Young tersenyum lebar kala melihat nama yang muncul di layar ponselnya.

“Selamat pagi Pandaaaa.” Ji Young mengangkat telepon tersebut dengan hangat.

_THE END_

FYI: sebelum rambut tao yang ash blonde kayak sekarangkan dulu rambutnya masih merah.

Well, this is it (?) mian kalo banyak typo. Mian kalo aneh

I hope you enjoy, like it, comment, and follow this blog ❤

36 thoughts on “AB Style : Sweet Memories

      • itu komentarnya kepotong masa -__________-
        gatau :” tao disini hangat kalau menurut aku. aduh bisa berbahaya ini posisi ben ben. hahaha
        btw tao aku juga suka jeans lho :p aku juga ga trlalu suka make up dan ga bisa nata rambut 😀 *kedip2 *ditarikchen

  1. eunroro sam atao bikin couple baru -______- hihihi, tao yang hangat 🙂 nah sesuai banget ya ama tipenya tao, hahahah

    • Hello ab style! Ehem ehem 🙂
      Lumayan sweet loh ini ceritanya..taonya gak badboy ^^
      Klo authornya hebat gini, si eunroro bisa masukin tao di daftar bias teratasnya. Wkwkwk

      • hello virusJkim! kan pertemuan pertama, jadi BB stylenya di simpen dulu. hihihi, eunroro punya bnk bias ya -_- dasar eunroro

      • kan aku udah bilang bias aku sangat trgantung sama ff nya dia rame atau engga -_-

  2. Sesuai sama titlenya sweet sekali.
    Nggak tau, sejujurnya aku nggak terlalu suka sama cast oc sih *no bash ne*, tapi ntah kenapa tiba tiba dapet ilham(?) pas liat foto Tao di salah satu foto, itu mirip banget sama seseorang(?) dan akhirnya aku ngeship dia sama Sungrin *itu namkor saya-,-* *plak xD Oke sudahi komen gaje ini.
    Puas sama FFnya. Suka. Kayaknya tadi nggak ada typo ya, apa mata saya terlalu senyam senyum(?) makanya nggak keliatan *plak
    Dan nggak aneh loh. Seru malah.
    Fyi, Ji Young itu mirip banget sama aku loh sifatnya! *plak xD *ditabok Jiyoung*
    Ditunggu AB Style yang lain ne? Fighting author-nim!^^

    • makasih udah komen, hihihi berarti kepribadian jiyoung ini pasaran bgt ya, soalnya aku juga kayak jiyoung (WHAT?abaikan) makasih aku seneng kalo ada yang suka Tao, makasih, aku emang semangat terus kok! ^^

      • Sama sama. ^^
        Anggap saja cuma kita berdua yang berkepribadian seperti itu(?) wkwkwk
        Ya. Wkwkwk.
        Sama sama sekali lagi ^^

  3. keren!! di ff ini enggak ada typo! good job thor ‘-‘)b aahh… ji young sama tao sweet amat >.///<a sorry ya ada typo di judulnya – -" seharusnya aku tulis bukan 'sweet' tapi 'morning' tp aku baca komen disini bilang ff mu sesuai ama title nya yg typo yah .-. mian….

  4. well written fic! ini manis banget deh. Aku mungkin lebih suka kalo dia cuma nyeritain soal sweet nya aja jadi full fluffy scene gitu, ih pasti lebih unyu. tapi emang ini udah unyu kok jadi yaudaah sih. aduh aku bingung ngomong apa lagi. intinya gitu. oke bai~

    • semanis authornya dong, hihihihi :3 thanks for read and comment ya dear. ok deh kapan2 aku buat fluff, hihihihi

  5. horra kak kepala keluarga XD
    aku baru baca nih >,< mianhae
    aduuuuuh Zitao bisa gitu yaak? manis banget ini manis /.\
    lama-lama aku kepincut juga sama Tao kayaknya 😀
    Tao, aku juga suka jeans, nggak bisa make up, dan nggak ngerti caranya feminim gimana, aku bisa gantiin Jiyoung nggak? kekeke *komennya ngajak ribut :3
    lanjut baca selanjutnya 😀

  6. Ping balik: AB Style : New Age, New Love, New Friend | EXO Girl's Daily

  7. AB Style! Finally bisa komen juga /telat/ wifi rumah suck banget, kirim komen error mulu -.- *maafkan saya jd curhat, kakak author* *bow*
    Panda makin benderang di mataku deh abis baca ini, hahaha xD manis juga si zitao dibalik cengeng n manjanya dia ke kris /ditabok tao/
    Aku suka banget penggambaran karakter Jiyoung, cheerful gitu 😀 ga ada kesan galaunya merhatiin tao dari jauh XD /kali ini ditabok jiyoung/
    semangat buat AB Style seriesnya, kak author ^^b

    • yeah, this is AB Style! 🙂
      hahaha, gapapa kok. makasih ya udah mampir ke sini terus komen ^^
      hahaha, iya dia manja bgt ya sama kris -_- ampun deh
      hahaha, iya makaih ya, jiyoung sama tao ini couple kelewat bahagia hidupnya ._.
      makasih, sering-sering mampir yaaa, baca juga yang banyak yaa ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s