Kimi Couple : The Truth

The Truth Cover by Eunroro13

The Truth 

Author : Kimmica  (@malaarn)

Main Casts : Kim Minseok (EXO-M Xiumin) & Kim Michelle (OC)

Other Casts: Park Hwayong (OC), Shin Eunhee (OC – DaeHee Entrée), Kim Jongdae (EXO-M Chen) & EXO

Genre : Romance, Fluff

Length : 2.784

Rating : G

Disclaimer : I just own the plot and idea. Kim Minseok and EXO’s member belongs to SM Ent.

Note : Finally, the third story of Kimi Couple has been realesed! I wanna say thanks to Momo^^ thanks to give me so much help to make this fanfiction. And I wanna say thanks to the readers^^ thanks for read my ff and thanks for giving some comments and likes. Happy reading!

I love ya, XOXO~

Please Read Kim Michelle’s Profile, first.

Another Story of Kimi Couple: A New FamilyI Know Who You Are 

–Kimmica©2013 –

June 5th 2013 – 03.04 PM

Mica’s Apartment, Yeonsan-dong, Yeonje-gu, Busan 

Setelah mengetahui tentang jati diri kakak tirinya, hari-hari Mica menjadi tidak tenang. Banyak hal yang mengganggu pikiran gadis mungil tersebut. Ia sangat ingin menceritakannya pada Hwayong. Tapi ia yakin, jika Hwayong tau, ia akan menjadi lebih liar daripada sasaeng fans yang lain. Terlebih lagi kalau Hwayong tidak sengaja membocorkan rahasia terbesarnya pada teman-temannya yang lain. Kalau mereka sampai tau, rumahku bisa jadi sasaran empuk mereka untuk dikunjungi setiap hari. Belum lagi kalau namja menyebalkan itu ada di rumah. Ah! Bisa gila aku…

Drrtt… Drrtt..

Mica melirik layar handphone-nya. Ia berharap itu adalah pesan dari seseorang yang ia tunggu. Saat melihat nama pengirim dari pesan tersebut, raut wajahnya berubah menjadi –mungkin– kecewa.

From: Hwayongie

Mica-ya, kau sibuk? Temui aku di café dekat apartment-mu jam 4 nanti. Ada yang ingin aku bicarakan. Kau bisa? Ah, ani! Kau harus bisa. Nan gidaryeo~~~

“Ige mwoya? Anak ini,” Mica menaruh handphone dan berjalan ke lemari pakaian. Ia kembali memandangi dirinya di cermin.

Saat sedang berdiri memandangi dirinya sendiri, entah kenapa sosok Minseok muncul dan mengganggu pikiran Mica, “Mwoya! Apa kau itu hantu, huh? Kenapa kau itu ada di mana-mana? Menyebalkan!”

***

04.15, L Café, Yeonsan-dong, Yeonje-gu, Busan

Mica sedang duduk bersandar sambil memainkan handphone-nya. Sudah bisa ia tebak bahwa Hwayong pasti akan datang terlambat.

“Mica-ya.. Kim Mica!” Hwayong menghampiri Mica dengan setengah berlari.

“Kau terlambat dan kali ini apa alasanmu?”

“Hihihi… Mianhaeyo, aku ketiduran. Ya, kau sudah pesan minum?” Hwayong duduk di hadapan Mica dan melihat Mica menggelengkan kepalanya.

“Kau mau minum apa? Lemonade sepertinya enak. Kau mau?”

“Samakan denganmu saja,” Mica tersenyum manis.

“Arraseo.” Hwayong sibuk sejenak dengan kegiatan memesan softdrink dan snack nya pada waitress yang menurutnya berwajah imut itu.

Mica mengerluarkan kamera dari dalam tas nya. Ia mulai membidik sudut-sudut café  dengan design interior yang menurutnya sangat indah. Ia juga sesekali memoto Hwayong yang tanpa sadar jika ia sedang difoto. Mica melihat ke layar kamera nya, melihat beberapa hasil fotonya sebelum akhirnya ia tersenyum puas.

“Sudah selesai nona fotografer?”

Mica menatap Hwayong, “Hihi, iya sudah.”

“Apa yang menarik sih dari café ini? Setiap ke sini, kau pasti membawa kamera.”

Just watch and see the interior around this café. They’re so beautiful.”

Hwayong mengangkat bahunya, “Whatever. Lagipula aku tidak ingin membicarakan itu Mica.”

“Bicaralah. Aku dengarkan.”

“Ekhem! Jadi begini, “Hwayong membenarkan posisi duduknya, “Kim Mica, besok kau ada acara apa?”

“Besok? Sekolah.”

“Neomu baboya! Maksudku setelah pulang sekolah.”

“Oh. Hm, tidak. Sepertinya aku tidak punya suatu hal yang akan kukerjakan besok selain tidur tentunya.”

“Jinjja? Jadi kau bisakan?”

“Bisa apa?”

“Menemaniku ke acara fansigning EXO!”

Mica terdiam. Ia memandangi sahabatnya. Apa katanya? Fansigning? EXO? Di Busan? Berarti aku bisa bertemu dengannya?

Ya Kim Mica! Apa kau bisa?” Hwayong menatap Mica dengan tatapan berbintang seperti tokoh anime Shinchan.

“Aku tidak bisa memutuskannya sekarang. Pertama, kau tau aku tidak tertarik dengan acara-acara semacam itu. Dan kedua, acara itu pasti lama dan mungkin akan ada banyak orang ang datang. Aku tidak suka berdesak-desakan,” jelas Mica.

“Ah dan yang ketiga, pasti akan sangat panas di sana,” Mica mengaduk-aduk Lemonade miliknya.

Hwayong mendesah pelan, “Huft… Ayolah Kim Mica. Acaranya tidak separah yang kau bayangkan. Aku kan sudah pengalaman.”

“Aku akan pikirkan. Kau tenang saja. Nanti malam akan kukabari. Jangan matikan handphone mu. Arraseo?” Mica memakan Blueberry Pancake yang tadi di pesan sambil memikirkan semuanya.

“Yakso?”

Mica mengangguk. Eottokhe? Aku tidak ingin ke sana. Tapi aku benar-benar ingin bertemu dengannya. Minseok oppa…  Batin Mica.

***

09.47 PM, Mica’s Apartment, Yeonsan-dong, Yeonje-gu, Busan

Okay, I’ve made my decision. So, should I call you Park Hwayong? Hm, I think send her a text is more better, hihi,” Mica mengambil handphone dan mulai mengetik.

To: Hwayongie

Ya, aku akan ikut denganmu besok. Kita akan pergi jam berapa? Jadi kita akan bolos sekolah, begitu? Apa saja yang harus kubawa besok? Kau tau aku sangat tidak berbakat dalam hal seperti ini. Ah iya! Baju apa yang harus kupakai besok? Aku tidak mau terlihat aneh di sana.

Tidak lama setelah mengirim pesan, handphone Mica bordering. Hwayong callingSudah kuduga.

“Yeoboseyeo?”

Percakapan Mica dan Hwayong baru berakhir pukul setengah sebelas malam setelah Mica akhirnya setuju untuk bolos sekolah demi mengikuti kemauan temannya dan demi Minseok.

Sebelum tidur, Mica kembali mengambil handphone dan membuka pesan yang masuk pukul delapan malam sebelumnya. Sebuah pesan yang memutuskan Mica untuk ikut dan datang ke acara itu.

From: KMS

Kim Michelle, kau sedang apa? Kau sudah makan? Kau tau besok aku akan ke Busan? Kalau kau tau, datanglah besok. Lihat aku. Nan gidaryeo. Aku sangat ingin bertemu denganmu. Bogoshippeo, xoxo

***

June, 06th 2013, 01.38 PM

Busan Fansign Event Venue, Busan

Mica dan Hwayong baru saja memasuki venue. Sudah terlihat banyak sekali orang yang datang. Padahal acaranya masih belum dimulai.

“Omo, banyak sekali orang yang datang. Mereka fans EXO semua?”

“Ne! Mereka semua sudah pasti EXOStan!” Hwayong sedikit meninggikan nada suaranya.

“Hwayongie, acaranya mulai jam berapa?” Mica menggamit lengan Hwayong, seperti anak kecil yang takut kehilangan jejak eommanya di tengah orang banyak.

“Mungkin sebentar lagi,” Hwayong mengajak Mica melihat banyak barang yang dijual di sekitar venue.

“Mica, kau sebaiknya melihat-lihat barang yang dijual di sini. Pergi saja sendiri, aku di sini saja, arraseo?”

“Mwo? Aku harus ke mana? Bagaimana kalau kita terpisah?”

Hwayong mengeluarkan handphone dari saku bajunya, “Ada ini.”

“Arraseo.”

Mica berjalan pelan meninggalkan Hwayong. Ia melihat barang apa saja yang dijual. Siapa tau ia tertarik dengan salah satu barang. Mica berdiri di salah satu stan yang menjual barang-barang K-Pop. Ada CD, poster, aksesories dan masih banyak lagi.

“Bando ini lucu sekali. Ada tulisan EXO-nya. Apa reaksi Minseok kalau dia melihatku menggunakan ini?” Mica bicara sendiri sambil terus memandangi bando bertulisan EXO tersebut.

“Berapa harga bando ini?” tanya dua orang yang berbeda di saat yang bersamaan.

Mica menoleh ke arah sumber suara. Ia melihat seorang gadis berwajah cantik walaupun hanya dengan dihiasi olesan bedak tipis. Sepertinya orang ini juga menyukai barang yang sama denganku…

Gadis itu juga menoleh pada Mica. Ia tersenyum ramah, “Kau menginginkan bando ini juga?”

“Ah, ne. Tapi kalau eonni mau, eonni saja yang beli bando itu, aku bisa cari di tempat lain.”

“Jinjjayo? Kalau kau mau, kau bisa ambil bando itu. Biar aku saja yang cari di tempat lain,” ucapnya.

“Anio eonni, eonni saja,” Mica tersenyum ramah. Ia harus merelakan bando yang ia inginkan untuk yeoja di sebelahnya.

Sepertinya dia bukan berasal dari Busan. Sudahlah, bando itu untuknya saja. Semoga masih ada bando yang sama seperti itu di tempat lain.

“Arraseo, gomawoyo,” gadis itu kembali tersenyum.

“Ne cheonmaneyo. Aku ke sana dulu ya eonni. Bye,” Mica sedikit membungkukkan badan lalu berjalan ke arah stan lainnya.

Mica melirik jam tangannya. Jam dua lewat empat belas menit. Mica mengalihkan pandangannya ke arah kerumunan orang-orang yang berteriak sambil menyerukan nama EXO dan nama masing-masing membernya. Apa aku harus seperti mereka?

“Mica! Ppaliwa! Uri EXO sudah datang!” Hwayong menarik pergelangan tangan Mica.

“Ya appo!” Mica hanya bisa protes sambil menahan sakit di pergelangan tangannya.

Kyaa! EXO! Oppa! Baekhyun oppa!” Mica melirik ke arah Hwayong yang daritadi terus-terusan memanggil nama Baekhyun.

Mica melihat dengan sangat jelas saat EXO memasuki venue. Mereka semua menggunakan baju warna putih. Dan ia menangkap sosok Minseok dari ekor matanya. Tanpa sadar Mica mengeluarkan suara, “Oppa!”

Setelah semua member memasuki venue, acara fansigning pun dimulai. Mica benar-benar mengikuti semua yang terjadi di sana. Mica tertawa saat Luhan menyuruh Minseok untuk duduk dengannya tapi Minseok tidak menggubris apa yang dikatakan Luhan dan tetap bermain dengan D.O.

“Siapa yang duduk di sebelah Minseok itu?” tanya Mica tanpa sadar. Ia berharap akan ada yang menjawabnya.

“Itu D.O. Atau kau bisa menyebutnya Kyungsoo.”

Mica menoleh, bermaksud untuk berterimakasih, “Ah, eonni!”

“Oh, annyeong! Senang bisa bertemu lagi.”

“Ne eonni,” Mica tersenyum, “Ah, aku Kim Michelle. Tapi eonni bisa memanggilku Mica.”

“Shin Eunhee imnida. Panggil saja Eunhee. Bangapta, Mica-ssi.”

“Ne bangapseumnida,” Mica lagi-lagi membungkukkan badannya.

“Kau kelas berapa?”

“Aku masih kelas dua, eonni. Eonni sendiri?”

“Ya! Kita seumuran. Aku juga kelas dua Mica-ya. Berhenti panggil aku eonni. Aku kan tidak setua itu,” Eunhee tertawa pelan.

“Jinjja? Mianhae Eunhee-ya,” lagi, Mica membungukkan badannya.

“Gwaenchanayo, haha. Ya ya coba lihat itu!”

Akhirnya Mica lebih banyak bicara dengan Eunhee daripada dengan Hwayong selama fansigning berlangsung.

“Mereka itu sedang apa? Lihatlah Chen dan Xiumin, Mica-ya,” Eunhee menunjuk ke arah Minseok dan Chen.

Mica memperhatikan apa yang sedang mereka lakukan. Ia memperhatikan background Luhan di belakang tempat duduk Minseok. Lalu Minseok menyenggol Chen dan menunjuk ke arah wajah Luhan. Entah apa yang lucu, mereka lalu tertawa.

“Ada-ada saja,” Mica pun ikut tertawa melihat tingkah oppa-nya itu.

Giliran Mica untuk mendapatkan tanda tangan mereka masih lama. Jadi Mica bisa terus-terusan memperhatikan apa yang dilakukan oleh Minseok. Mica terkejut saat melihat Minseok memegang tangan seorang fans dan terus tersenyum ketika orang itu  mengatakan bahwa ia adalah fans nya Minseok. Mica yang melihat kejadian itu hanya bisa cemberut.

“Kenapa harus pegang tangan seperti itu sih? Menyebalkan!” Mica bicara sendiri.

Ketika giliran Mica semakin dekat, Mica bisa mendengar seseorang bertanya pada Minseok apakah hubungannya dengan Luhan sangat baik. Ia melihat Minseok tertawa dan memanggil Luhan, “Lulu-ssi.”

“Mwo? Lulu-ssi? Haha,” Mica ikut tertawa. Ternyata dia orang yang sangat ceria… Mica tersenyum saat membayangkan wajah Minseok di benaknya.

Ya Kim Mica, habis ini giliran kita!” Hwayong mendorong pelan punggung Mica.

“Ne. Ya Hwayong, jangan histeris apalagi pingsan. Arraseo?”

“Arra. Kajja, ppali! Itu giliranmu!”

Mica berjalan pelan untuk mendapatkan tanda tangan dari semua member EXO. Ia bersalaman, menyebutkan nama lalu berbicara sekedar basa-basi dengan masing-masing member. Ia kini berdiri di depan Minseok.

“Akhirnya kau datang. Kupikir kau tidak akan datang,” ucap Minseok sambil menandatangani CD Album milik Mica.

“Iya aku datang. Aku kan sudah janji pada temanku untuk menemaninya,” Mica tersenyum.

“Kau tidak ingin bertemu denganku?”

“Apa-apaan kau ini. Aku kan bukan fansmu,” Mica melakukan mehrong pada Minseok.

“Geotjimal –jangan bohong-, haha,” Minseok dan Mica sama-sama tertawa.

“Aku tunggu kau di area belakang venue setelah acara selesai. Jangan terlambat. Arraseo?”

Mica mengangguk, “Gomawoyo. Xiumin oppa, saranghae!” Mica mengerjai Minseok dengan berlaku seperti fans yang lain.

“Ige mwoya? Hahaha,” Minseok tertawa pelan.

Mica sadar saat mengucapkan kata-kata itu, jantungnya berdegup sangat kencang. Begitu juga dengan Minseok, tanpa disadari, wajahnya memerah.

***

Acara fansigning pun selesai. Tapi Mica dan Hwayong masih belum beranjak meninggalkan venue.

“Hwayongie, aku ingin ke toilet. Kau mau ikut?”

“Ani, aku tunggu di sini saja, jangan lama-lama ya,” Hwayong memasukkan tangannya ke saku jaket.

“Ne,” Mica meninggalkan Hwayong lalu pergi ke toilet. Untung saja rest area EXO dengan toilet umum tidak terlalu jauh.

Mica bisa melihat Minseok berdiri di luar sendirian. Mica berlari pelan menghampiri Minseok, “Oppa!”

“Annyeong. Alasan apa yang kau berikan pada temanmu itu?” Minseok menghampiri Mica lalu mengusap pelan pipi Mica.

“Aku bilang aku mau ke toilet, hihi. Ada apa oppa? Kenapa menyuruhku ke sini?”

“Ani, aku hanya ingin menyuruhmu saja,” Minseok menyeringai jahil.

Mica menjitak pelan kepala Minseok, “Mwoya. Bisakah sedikit saja jangan mengerjaiku?”

Hm, tidak bisa,” Minseok mehrong.

Mica menggembungkan pipinya, “Ya oppa, acara hari ini seru sekali.”

“Benarkah? Kau menikmatinya?”

“Iya. Setelah ini kalian ada acara apa lagi?”

“Masih ada fansigning dan nanti kami akan ke Shimshimtapa. Kau tau kan?”

“Ne. Oppa, aku tidak menyesal bisa ke sini,” Mica melihat beberapa orang yang lewat dengan mengenakan bando bertulisan EXO, “Aku juga mau.”

“Kau mau?”

Mica mengangguk, “Sebenarnya aku ingin beli bando seperti itu tadi, tapi tidak jadi.”

“Kenapa?” Minseok menanggapi cerita Mica dengan antusias.

“Ada orang yang sepertinya bukan berasal dari Busan yang menginginkan bando itu juga. Jadi aku mengalah. Aku pikir aku bisa membelinya nanti,” Mica menatap Minseok.

Minseok tersenyum. “Kau baik sekali, Mica. Nanti aku akan belikan untukmu. Jadi kau tidak usah membelinya lagi.”

“Jinjja? Gomawo oppa!” Mica yang senang mendengar perkataan Minseok tanpa sadar memeluknya.

Minseok terkejut. Jantungnya seperti akan melompat keluar. Mica memeluknya. Senang? Tentu saja ia senang. Minseok akhirnya membalas pelukan Mica. Rasanya ia tidak ingin saat ini berakhir. Ia hanya ingin tetap seperti ini. Memeluk Mica.

Tanpa disadari oleh mereka berdua, Hwayong dan Chen –yang ternyata juga sedang bertemu dengan Eunhee- melihat kejadian itu.

“Mica!” seru Hwayong.

Mica langsung melepas pelukannya dan menoleh ke belakang, “Hwayong?”

“Jongdae,” Minseok menatap Chen yang juga terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.

“Ini ada apa? Kenapa kau memeluk Xiumin oppa?” tanya Hwayong dengan nada suara tinggi.

“A-aku…”

“Kim Mica. Coba jelaskan ada apa ini? Apa kau menyembunyikan sesuatu? Apa kau punya hubungan khusus dengan Xiumin oppa?” Hwayong terus mendesak Mica untuk bicara.

“Hyung, ada apa?” Chen menghampiri Minseok yang masih diam di tempatnya.

“A-ani Hwayongie. Aku dan Minseok oppa…”

“Mwo? Minseok oppa?”

“Ne. Aku dan Minseok oppa, tidak punya hubungan apa-apa. Kami hanya…”

“Tidak punya hubungan apa-apa tapi kau memeluknya! Aku melihatnya Mica.”

“Dengarkan aku dulu,” Mica bicara dengan suara pelan.

“Oh pantas saja saat fansigning tadi, aku tidak mendengar Xiumin oppa menanyakan namamu dan aku pun tidak mendengar kau menyebutkan namamu. Kau dan Xiumin oppa malah asik bicara.”

“Dengarkan aku Park Hwayong!” semuanya langsung diam saat Mica berteriak.

“Kau tau? Dari awal aku ingin menceritakan semuanya padamu. Tapi kau terlalu asik melakukan fangirling sehingga kau mengabaikanku,” wajah Mica memerah.

“Kau ingat saat di mana kau bertanya bagaimana dengan saudara tiriku, beda berapa tahun dengan kita dan siapa namanya? Apa kau ingat saat itu aku baru mengucapkan Kim Min- kau langsung berteriak histeris dan langsung melakukan fangirling dengan teman-teman yang lain? Huh?

Hwayong terdiam. Ia ingat saat itu, “Jadi yang kau maksud itu Kim Minseok?”

“Iya! Kim Minseok. Dia saudara tiriku. Atau kau mungkin lebih mengenalnya denga Mandoo, Baozi atau Xiumin? Apapun itu, dialah saudara tiriku.”

Hwayong dan Chen terkejut mendengar perkataan dan penjelasan Mica.

“Jinjja? Hyung, apa itu benar?” tanya Chen.

Minseok hanya mengangguk lalu menghampiri Mica, “Gwaenchana Mica-ya… Aku bisa pastikan tidak aka nada yang tau selain kita dan member yang lain. Percaya padaku.”

“Mianhaeyo oppa. Mianhaeyo Hwayongie,” Mica menunduk.

“Sulit dipercaya. Apa ini nyata?” Hwayong mendekati Mica.

“Ini nyata, Hwayongie. Ini bena-benar terjadi. Now, you know the truth,” Mica memeluk Hwayong.

“Mianhae kalau aku tadi sempat marah. Aku hanya terkejut. Tapi kau tenang saja Mica,” Hwayong melepas peluknya, “Rahasiamu akan aman!”

“Jinjja? Yakso?”

“Ne. Yakso! Kau bisa percaya padaku,” Hwayong tersenyum.

“Gomawo Hwayongie,” Mica memeluk Hwayong lagi.

Chen menepuk pelan pundak Minseok, “Rahasiamu aman hyung. Percaya padaku.”

Minseok mengangguk, “Thanks. Mana Eunhee?”

“Dia ada di sana,” Chen menunjuk pohon besar di sisi lain area belakang venue. Eunhee berdiri dengan santai dan melambai pada Chen dan Minseok.

“Nanti aku juga akan menceritakan hal yang sebenarnya pada yang lain. Yang penting sekarang, Mica tidak mendapat masalah.”

Chen mengangguk, “Lebih baik suruh mereka pulang, hyung. Untuk menghindari kemungkinan terburuk.”

“Arra,” Minseok mendekati Mica dan Hwayong. Sementara Chen diam-diam kembali menemui Eunhee.

“Ekhem!” Minseok berdeham.

“Eh oppa,” Mica menatap Minseok, “Oppa gwaenchana? Apa ini akan baik-baik saja?”

Minseok mengacak-acak pelan rambut Mica, “Gwaenchana, jangan khawatir. Tidak akan ada masalah. Percaya saja padaku.”

“Algesseo,” Mica tersenyum.

“Mica, kenalkan aku pada oppa mu,” Hwayong merengek.

“Haha, arraseo. Minseok oppa, kenalkan, ini temanku, Park Hwayong. Hwayong, ini oppa ku, Kim Minseok.”

Akhirnya Hwayong pun berkenalan dengan Minseok. Minseok berjanji akan mengajak Mica dan Hwayong berkenalan dengan member lainnya jika mereka sudah tidak sibuk, asal Hwayong berjanji untuk mengajak Mica pulang sekarang.

“Hati-hati Mica, salam untuk appa dan eomma,” Minseok mengecup pelan kening Mica.

Mica memejamkan matanya saat Minseok menciumnya, kali ini tidak ada penolakan. Ia pasti akan sangat merindukan oppa satu ini.

“Aku pasti akan sangat merindukan oppa,” Mica menunduk.

“Aku akan menelponmu jika senggang. Jangan sedih. Cha! Sudah sore, kalian harus pulang. Kau ingat janjimu kan Hwayong? Antar dia sampai rumah dengan selamat!”

“Ne Xiu oppa. Tenang saja. Oppa juga jangan lupa janjinya,” Hwayong terkekeh.

“Kajja Mica kita pulang! Bye oppa, sampaikan salamku untuk Baekkie oppa, ya!”

“Ne,” Minseok mengangguk mantap.

Mica lagi-lagi memeluk Minseok, “Oppa, hwaiting!”

“Ne, aku pasti akan terus bersemangat. Kau juga. Hwaiting Kim Mica!” Minseok membalas pelukan Mica sejenak lalu melepasnya.

“Aku pulang dulu oppa. Sampai bertemu lagi,” Mica berjalan pelan menjauhi Minseok.

“Mica, jika kau merindukanku, telpon aku atau kirim pesan padaku. Katakan kalau kau merindukanku.”

Mica tersenyum sambil menahan airmatanya agar tidak jatuh, “Lakukan hal yang sama jika kau merindukanku oppa.”

Minseok mengangguk. Ia terus memperhatikan Mica yang berjalan pelan meninggalkannya. Di mana ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Hanya waktu yang bisa mempertemukannya kembali. Saat ini, aku sudah sangat merindukanmu Kim Mica…

Ddrrt.. Ddrrt..

Mica mengeluarkan handphone dan membaca pesan yang masuk. Mica terkejut saat membaca nama si pengirim pesan.

From: KMS

보고싶어요~ I miss u~ Aku merindukanmu Kim Mica~ Jangan lupa untuk melakukan hal yang sama jika kau merindukanku. Arraseo? XOXO

Mica tersenyum membaca pesan dari Minseok, “Nado bogoshipeoyo, Minseok oppa.”

Mica berjalan dengan langkah santai. Ia berniat untuk membalas pesan Minseok saat ia sudah sampai di apartmentnya.

“Aku akan mimpi indah!”

FIN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s