Kimi Couple : I Know Who You Are

Untitled-1ghj

I know Who You Are 

Author : Kimmica  (@malaarn)

Main Casts : Kim Minseok (EXO-M Xiumin) & Kim Michelle (OC)

Genre : Family, Romance

Length : 1.719 words (ficlet)

Rating : G

Disclaimer : I just own the plot and idea. Kim Minseok belongs to SM Ent.

Read Kim Michelle’s Profile, first. 

Another Story of Kimi Couple : A New Family

–Kimmica©2013 –

May 17th, 2013 –  08.06 AM

Busan Foreign Language High School, Yeonsandong, Yeonje-gu, Busan

“Mica! Mica-ya!”

Mica yang saat itu sedang duduk bersandar sambil beberapa kali menguap terkejut mendengar namanya dipanggil oleh suara cempreng Hwayong, “Ya, mwoya? Jangan berteriak seperti itu.”

Hwayong tertawa pelan dan duduk di sebelah Mica, “Otte?”

“Mwo?”

“Appa dan oppa barumu. Ceritakan padaku. Aku penasaran Mica,” Hwayong menatap Mica.

“Ah, ne. Mereka baik,” Mica menjawab sambil membayangkan kejadian dua hari yang lalu.

“Tapi saudara tiriku itu menyebalkan,” lanjutnya.

“Jinjja? Siapa namanya? Apa dia tampan? Beda berapa tahun dengan kita?”

“Mungkin sekitar enam tahun. Namanya Kim Min…” Mica tidak menyelesaikan perkataannya saat Hwayong berteriak histeris.

“Kyaaa! Ah jinjja?! Akhirnya mereka comeback! Ya geura! EXO akan comeback dengan konsep XOXO ‘Kiss & Hug’! Lihat ini!” Hwayong langsung meninggalkan Mica dan melakukan aksi fangirling bersama teman-teman lain yang juga K-Popers. Mica hanya mendesah pelan melihat kelakuan teman-temannya itu.

“Ya ya ya, apa yang menarik dari K-Pop Idol itu sih?” sungut Mica sembari beranjak meninggalkan kelas menuju ke cafeteria sendirian.

***

May 20th, 2013 – 12.06 PM

Busan Foreign Language High School, Yeonsandong, Yeonje-gu, Busan

Mica’s PoV

Aku selalu berakhir menikmati makan siangku sendirian karena Hwayong masih seperti beberapa hari yang lalu. Sibuk dengan yang lain dan melupakanku. Tapi aku tidak peduli. Aku sudah biasa. Yang aku pikirkan saat ini adalah, kenapa Minseok oppa belum juga kembali dari Seoul? Apa yang dilakukannya di sana?

Tersadar, aku memukul pelan kepalaku. Babo! Untuk apa aku memikirkan orang menyebalkan sepertinya? Yang benar saja. Ah sudahlah, daripada pikiranku semakin aneh lebih baik aku kembali ke kelas saja. Setidaknya suasana ramai kelas bisa membuatku lupa tentang orang itu.

***

“Mica, kau dari mana saja?” tanya Hwayong begitu menangkap sosok Mica di pintu masuk kelas.

“Eo? Aku baru saja selesai makan siang. Ada apa?”

“Ani. Duduklah. Kau harus lihat teaser individual mereka,” pinta Hwayoung dan menarik tangan Mica untuk duduk di sampingnya

Mica menurut. Walaupun dirinya tidak terlalu tertarik dengan K-Pop, setidaknya ia masih bisa menghargai apa yang disukai oleh sahabatnya.

“Mana?”

Hwayong menunjukkan layar handphone-nya pada Mica, “Igeo!”

Mica melihat pada tiga foto pertama. Ia mengerutkan keningnya. “Igeo nuguya?”

rleo

 lmqc

 w0i7

“Yang pertama itu Kai, yang kedua Suho, lalu D.O. Keren kan? Tapi rambut Kai sedikit aneh menurutku. Kau suka yang mana?”

Mica menunjuk foto Suho, “Dia. Fotonya simple, tapi keren.”

Hmm, Suho memang keren. Tapi tidak sekeren Baekhyun-ku. Masih ada sembilan foto lagi,” ujar Hwayoung sambil tertawa pelan.

“Mwo? Banyak sekali. Memang anggotanya ada berapa?”

“Dua belas. Mereka dibagi menjadi dua group. EXO-K dengan Kai, D.O, Baekhyun, Sehun, Chanyeol, dan Suho sebagai leader-nya. Yang satunya EXO-M dengan Chen, Lay, Tao, Luhan, Xiumin, dan Kris sebagai leader,” jelas Hwayong panjang lebar sambil menunjukkan foto lainnya.

BKmNmQWCIAACOtJ

 BKmNtCrCIAIw37z

 BKmN8g5CIAAHHjP

“Itu Sehun, Baekhyun, dan Lay. Ah Baekhyun! Biasku!” Hwayong tiba-tiba menjadi histeris.

“Lay? Seperti nama orang China.”

Hwayong mengangguk membenarkan, “Memang dia orang China. Nama aslinya Zhang Yixing.”

“Oh… Mana lagi yang lain?”

EXO_TEASER_14_KRIS

 EXO_TEASER_15_CHANYEOL

 EXO_TEASER_16_CHEN

(Kyaaaaa chen2 saranghae! >.< Ben2 :* Do Bi XD)

“Nah yang ini Kris, Chanyeol, dan Chen. Kris tampan bukan?” (Editor: *mengangguk penuh  semangat!*)

“Ne, dia tampan,” Mica mengangguk lalu mengganti layar handphone Hwayong ke foto selanjutnya. Saat itulah ia diam tidak bergerak. Matanya menatap lurus pada tiga foto terakhir.

EXO_TEASER_17_LUHAN

 EXO_TEASER_18_XIUMIN

 EXO_TEASER_19_TAO

“Nah! Kalau yang itu Luhan, Xiumin dan Tao. Xiumin itu hanya stage name nya saja. Nama aslinya Kim Minseok. Sama dengan Chen, nama aslinya Kim Jongdae. Mereka asli orang Korea kok . Karena mereka debut sebagai member EXO-M, makanya stage name mereka seperti itu.”

Mica tidak merespon penjelasan Hwayong. Matanya tetap menatap lurus ke foto itu. Tepatnya pada foto Xiumin.

“Kau kenapa Mica?”

Mica menatap Hwayong, “Kau bilang tadi siapa namanya?”

“Siapa? Oh itu. Xiumin, Kim Minseok,” ulang Hwayong saat Mica menunjuk sebuah foto dengan tangan gemetar.

“KimKim Minseok?”

Hwayong mengangguk mantap, “Chakkaman. Aku kirim saja foto-foto ini padamu. Siapa tau kau jadi suka K-Pop nantinya.”

Benarkah? Namanya Kim Minseok? Apa Cuma kebetulan saja? Tapi wajahnya sangat mirip. Apa benar, orang ini –Xiumin– adalah Kim Minseok, saudara tiriku?

Cha! Sudah. Kau bisa lihat foto mereka sepuasnya kapanpun kau mau. Aku sudah mengirim semua teaser foto mereka padamu,” Hwayong tersenyum bangga.

Mica mengangguk pelan, “Gomawo Hwayong-ah.”

Pelajaran terakhir pada hari itu sama sekali tidak diperhatikan oleh Mica. Pikirannya terlalu sibuk menebak-nebak tentang sosok Xiumin dan Kim Minseok. Mica menggusak kepalanya frustasi. Aish, aku bisa gila kalau begini caranya, pikirnya.

***

May 20th, 2013 – 07.39 PM

Mica’s home,  Jeonpo-Dong, Busanjin-Gu, Busan

“Kenapa rumah ini sepi dan gelap sekali? Appa dan eomma pergi ke mana?”

Wajar saja jika Mica bingung dan tidak tahu apa-apa. Ia baru saja bangun dari tidur siangnya yang bisa dibilang sangat panjang.

“Menyebalkan. Meninggalkan rumah tanpa menyalakan lampu. Kalau ada pencuri yang masuk bagaimana?” Mica menggerutu sambil menyalakan lampu di ruang tengah dan dapur.

“Dan kenapa aku bisa tidur selama ini? Bodoh sekali.”

Mica berjalan ke dapur, mencari-cari apakah ada makanan yang ditinggalkan oleh eomma nya sebelum pergi.

“Ige mwoya? Kenapa sama sekali tidak ada makanan? Aku lapar eomma!” Mica menggaruk-garuk kepalanya. Ia kembali ke kamar untuk mengambil handphone dan menelpon eomma.

“Ah jinjja? Handphone-ku mati! Eottokhe? Aku sudah sangat kelaparan!” Mica melemparkan handphone-nya ke kasur.

“Aku makan apa? Aku tidak bisa masak.”

“Kau ini ribut sekali.”

Mica menoleh ke arah pintu kamarnya. Ia membulatkan mata saat menangkap sosok Minseok dari ekor matanya.

“Kyaaa!” Mica tiba-tiba saja berteriak.

Minseok yang terkejut langsung mendekati dan merangkul Mica lalu menutup mulutnya agar tidak berteriak lagi, “Ya! Ini aku. Kim Minseok. Oppa-mu. Jangan berteriak. Memalukan.”

“Nggh!” Mica menatap mata Minseok. Ya Tuhan, kenapa jantungku berdetak kencang sekali?

Minseok melepaskan rangkulannya pada Mica. Ia juga sudah tidak menutup mulut Mica lagi, “Memalukan sekali kau ini.”

“Mianhae, aku kira kau itu hantu. Aku kan takut,” Mica merapikan rambutnya.

“Hantu? Kau berpikiran kalau oppa-mu ini hantu?”

Matanya membulat. Lucu sekali. Wajahnya benar-benar seperti bakpao. Tidak salah kalau ia memang dijuluki Baozi, pikir Mica.

Tuk! Minseok menjitak pelan kepala Mica, “Ada yang aneh denganku?”

Mica menggeleng sambil mengusap kepalanya yang habis dijitak, kemudian ia  tersenyum pelan sebelum menjawab, “Kau lucu oppa, seperti bakpao.”

Wajah Minseok terlihat sedikit memerah, “Mwoya,”

Minseok yang salang tingkah memilih untuk mengalihkan pandangannya ke kamar Mica, “Rapi. Pantas saja kau betah tidur hampir seharian di kamar ini.”

“Rapi apanya? Kamar ini berantakan oppa. Dan oppa, kau tidak sopan. Masuk kamar yeoja tanpa izin!”

Minseok terkekeh, “Aku tidak bisa istirahat mendengar kau marah-marah seperti itu. Suaramu itu, sangat berisik.”

Ish, terserah kau saja,”

Mica berdiri lalu berjalan ke arah cermin besar seukuran tubuhnya lalu bergumam pelan, “Sepertinya aku harus memotong rambutku sedikit di bagian sini”

“Kau mau makan apa?”

Mica menatap Minseok dari cermin. Bibir mungilnya mengukir seulas senyum manis, “Oppa mau memasak untukku?”

Minseok mengangguk, “Tapi aku tidak terlalu bisa memasak. Jadi jangan suruh aku masak makanan yang aneh-aneh.”

Mica membalikkan badan lalu memasang tampang aegyo, “Aku hanya mau ramyeon oppa. Bisa kan?”

“Ne. Tapi kau harus menemaniku memasak.”

Alright sir! Kajja!” tanpa sadar Mica menggamit lengan Minseok.

Deg! Wajah Minseok terasa panas dan memerah ketika Mica menggamit lengannya. Apakah anak ini sadar dengan apa yang ia lakukan? Apa ia hanya membalas perbuatanku tempo hari?

Mica melepaskan tangannya dari tangan Minseok, “Bahan ramyeon nya ada di dalam lemari itu. Silakan memasak.”

Minseok mengangguk dan mulai mengeluarkan dua bungkus ramyeon untuk di masak. Ia terlihat sibuk dengan kegiatan memasaknya. Sementara Mica hanya duduk di kursi dan memperhatikan semua yang dilakukan Minseok.

“Minseok oppa,” panggil Mica.

“Ne?” jawabnya tanpa menoleh pada Mica.

I know who you are,” tanpa disadari oleh Minseok, Mica sudah berdiri di belakangnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh Minseok terhenti tiba-tiba. Ia membalikkan tubuh dan terkejut saat Mica sudah berada tepat di belakangnya, “Mwo?”

Mica menyilangkan tangannya sambil tersenyum sinis. Kena kau!

“Maksudmu apa Kim Michelle?”

“Apa kau lupa kalau kau pernah berkata sepertinya kau tidak tahu siapa aku, hm?

Tubuh Minseok menegang. Tidak, tentu saja aku tidak lupa. Saat itu adalah saat di mana aku mengerjaimu, pikirnya.

“Jadi, sekarang aku sudah tau kau itu siapa Kim Minseok,” Mica tersenyum puas saat Minseok tidak bisa menjawabnya.

“Aku tidak menyangka, saudara tiriku ternyata adalah seorang anggota Rookie Idol berjumlah dua belas orang yang bernama EXO. Benarkan Kim Minseok? Atau kau lebih suka jika kupanggil dengan nama Xiumin?”

Minseok menatap tidak percaya pada Mica. Sedangkan adik tirinya itu hanya tersenyum puas dan menatap tajam padanya.

“Kau. Da―dari mana kau tau?”

Mica mengukir senyum mengejek miliknya. Tatapan sinis terus terlontar darinya melihat tingkah laku kakak tirinya itu.

“Memangnya penting aku mengetahuinya darimana, Xiumin oppa?”

Minseok terus menatap saudara tirinya itu tak percaya. Berbagai macam kemungkinan terus berputar di benaknya sekarang.

“Xiumin oppa, uri Mandoo, kenapa kau hanya diam?”

“A―aku,”

Mica terus menatap intens mata Minseok. Senyum mengejeknya masih belum hilang.

“Ja—jangan-jangan kau… fans ku?!”

Mica menatap datar lelaki di depannya. Sedetik kemudian sebuah sandal melayang tepat di kepala Minseok. Terang saja Minseok mengaduh kesakitan dan mengusap bagian kepalanya yang terkena sandal tadi. Lelaki itu mendengus kesal.

“Xiumin oppa, jangan lupakan masakanmu,” Mica menunjuk ke arah ramyeon dan bahan-bahan lainnya.

Minseok melirik sekilas ke arah yang ditunjuk oleh Mica tadi, “Mica-ya.”

“Ne?”

“Jangan panggil aku Xiumin.”

“Mwo?”

Minseok mendekati Mica dan memegang pergelangan tangannya, “Aku lebih suka, kau tetap memanggilku Minseok oppa.”

“I―ige mwoya?” jantung Mica kembali berdegup kencang.

“Xiumin, Mandoo, Baozi atau apapun, aku tidak peduli. Aku hanya ingin kau tetap memanggilku Minseok.”

Wajah Minseok semakin mendekati wajah Mica. Bahkan hidung mereka bersentuhan. Jantung Mica berdegup semakin kencang. Mica memejamkan matanya. Ia dapat merasakan hembusan nafas Minseok. Eottokhe? Aku tidak sanggup menatap matanya, pikirnya.

Senyum jahil merekah di bibir Minseok. Ia memerhatikan saat Mica memejamkan matanya. Apa yang dipikirkan olehnya? Apa ia berpikir aku akan menciumnya? Lucu sekali.

 Jarak Minseok semakin mendekat. Mica berusaha mengatur nafas dan gerak tubuhnya agar tidk terlihat panic di hadapan Minseok. Tinggal sedikit lagi maka, TUK! Minseok menyentil kening Mica.

“Jangan berpikir macam-macam,” Minseok menyeringai dan sedikit menarik jarak dari Mica.

Mata Mica membulat. Lagi-lagi aku dikerjai!

 Cha! Aku ingin melihat adikku memasak. Cepatlah Kim Mica, aku lapar,” Minseok terkekeh.

“Shireo! Kenapa jadi aku yang memasak? Bukankah oppa yang akan memasak?”

“Tidak jadi. Kupikir, lebih baik kau saja yang memasak. Ya Mica! Sebagai fans yang baik, maka kau harus melakukan apapun untukku,” Minseok melakukan mehrong lalu pergi meninggalkan Mica sendirian.

“Masak yang enak! Hahaha!”

“M―mwoya! Oppa! Ah apa-apaan ini? Aku? Fansnya? Andwae! Oppa! Aku tidak bisa memasak! Aish eottokhe?” Mica bersandar pada pintu kulkas. Lagi-lagi orang itu mengerjaiku!

 – FIN –

Iklan

2 thoughts on “Kimi Couple : I Know Who You Are

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s