Kimi Couple : A New Family

Untitled-2

A New Family 

Author : Kimmica (@malaarn)

Main Casts : Kim Minseok (EXO-M Xiumin) & Kim Michelle (OC)

Genre : Family

Length : 1.201 words (Ficlet)

Rating : G

Disclaimer : I just own the plot and idea. Kim Minseok belongs to SM Ent.

Read Kim Michelle’s Profile, first.

–Kimmica©2013 –

May 10th, 2013 – 09:15 PM

Mica’s Apartment, Yeonsan-dong, Yeonje-gu, Busan

Mica’s PoV 

Menyebalkan! Bagaimana bisa aku harus menerima semua ini terjadi? Aku tidak mau jika harus tinggal satu rumah dengan mereka. Yang benar saja! Lagipula, apakah harus aku tinggal dengan mereka? Aku sudah cukup nyaman tinggal di apartment kecilku ini. Bahkan, lebih baik aku tinggal disini daripada harus tinggal dengan eomma, suami nya, dan anak laki-laki dari suami nya itu.

***

Busan Foreign Language High School, Yeonsan-dong, Yeonje-gu, Busan

“Hei! Kau kenapa Kim Mica? Hari ini jadi pendiam. Ada masalah? Kau bisa cerita padaku kalau kau mau,” tawar Hwayong.

Mica hanya tersenyum datar dan memalingkan wajah ke arah Hwayong, “Apa aku harus menceritakannya padamu?”

Ya! Aku ini sahabatmu! Tidak ada salahnya kalau kau cerita. Biasanya juga seperti itu,” Hwayong menjitak kepala Mica.

Aish… Appo! Arra, aku akan cerita. Dengarkan aku baik-baik,” Mica menyisir dan merapikan rambut, lalu duduk menghadap Hwayong, “Ya Park Hwayong. Kau tahu kan, kalau eomma-ku baru saja menikah lagi?”

Hwayong hanya mengangguk, “Lalu di mana masalahnya?”

“Masalahnya ada di sini.” Mica menunjuk diri nya sendiri,

“Kau tau? Tadi malam eomma menelpon dan dia bilang, ani, lebih tepatnya mengajakku untuk tinggal bersama dengan keluarga barunya.”

Hwayong mengerutkan dahi, “Apa masalahnya denganmu? Aku tidak mengerti.”

Mica menghela nafas panjang, “Itulah sebabnya aku malas cerita padamu. Kau itu bodoh. Masalahnya aku tidak mau tinggal dengan mereka. Aku tidak tahu bagaimana cara dan alasan yang tepat untuk menolak.”

“Aku mengerti sekarang. Mica-ya, bilang saja kau sudah nyaman tinggal di apartment-mu yang sekarang dan tidak mau pindah lagi,” usul Hwayong.

“Aku sudah memikirkan itu. Tapi tetap saja eomma akan membawa ku pergi dan hidup dengan keluarga barunya.”

“Wae?” sifat idiot Hwayong pun kembali keluar.

Mica menatap Hwayong dengan sebal, “Bisakah sedikit saja kau tidak idiot? Coba kau pikir, mana ada orang tua yang membiarkan anak yang berumur tujuh belas tahun tinggal sendirian di apartment?”

“Ada saja,” jawab Hwayong dengan santai.

“Nugu?”

“Neo, Kim Mica!”

“Namaku Kim Michelle, bukan Kim Mica. Kau benar. Aku memang dibiarkan tinggal di apartment sendirian dulu. Sekarang? Tidak lagi,” Mica memasang wajah frustasi, mengisyaratkan seperti tolong-culik-aku, dan stress.

Hwayong kembali menggigit cokelat yang daritadi ia makan, “Mica lebih mudah daripada Michelle. Kalau begitu tidak ada jalan lain.”

“Maksudmu?”

“Kau ikuti saja kemauan eomma-mu. Atau kau lebih memilih ikut Appa-mu?”

“Shireo! Sampai mati pun aku tidak mau bersamanya!”

“Hahaha! Okay, aku tidak akan ikut campur kalau soal urusan ini. Lalu bagaimana? Kalau kau ikut dengan eomma-mu. Kapan kau akan pindah?” Hwayong mulai serius lagi.

Mica menggeleng dan menghela nafas, “Secepatnya, setelah aku meng-iya-kan.”

Hwayong diam sejenak, “Mica, apapun keputusanmu nanti, aku harap itu yang terbaik dan kau tidak menyesal. Kau bisa cerita padaku kapan saja. Aku akan bantu sebisa ku.”

“Gomawo Hwayong-ah. Aku tau, walaupun kau bodoh dan idiot, kau tetap bisa diandalkan dan kau tetap sahabatku,” Mica memeluk Hwayong sebagai tanda terima kasihnya.

***

Setelah berpikir keras selama dua hari tanpa menemukan jalan keluar yang tepat, akhirnya Mica meng-iya-kan ajakan eomma-nya untuk tinggal bersama. Hari ini adalah hari pertama Mica bertemu dengan Appa dan saudara tirinya. Selama di perjalanan ia hanya diam. Banyak hal yang ia pikirkan.

“Bersikap baiklah pada appa baru-mu, Mica-ya.”

Mica menatap Eomma-nya dengan perasaan kesal, “Apa harus? Kau tau Eomma? Bersikap pura-pura baik itu tidak baik.”

“Jebal Kim Michelle… Jangan buat susah Eomma,” rengek Sang Eomma.

“Aku tidak pernah membuat Eomma susah.”

“Arra, apapun yang kau pikirkan, terserah. Kajja Kim Michelle, kita sudah sampai,” Eomma turun dari mobil dan menunggu di depan pintu rumah.

“Aargh jinjja?! Ini benar-benar terjadi? Aish! Wake Up, Kim Michelle! This is your life!” Mica keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.

***

May 15th, 2013 – 15:23 PM

Mica’s Home, Jeonpo-dong, Busanjin-gu, Busan

Perkenalan antara Mica dengan Appa dan saudara tirinya berjalan lancar. Mica sedikit merubah pikirannya tentang image keluarga barunya ini. Ternyata appa baru-nya, Kim Jejoon, sangat baik dan berwibawa. Jauh lebih baik daripada ayah kandung nya sendiri. Sedangkan saudara tirinya, Kim Minseok, adalah orang yang baik, murah senyum dan mungkin sedikit jahil. First impression yang awalnya hanya akan diberikan nilai 5 oleh Mica, kini naik menjadi 7.

“Baiklah, semoga kita bisa menjadi lebih dekat satu sama lain,” kata Kim Jiwoo sambil menepuk pelan pundak Mica.

“Mica-ah, Eomma dan Appa akan pergi belanja untuk makan malam, kau tidak keberatan kan?” tanya eomma memastikan.

“Eo? A-ani…”

“Lagipula Minseok akan menemani mu. Jadi kau jangan khawatir,” Kim Jejoon menambahkan dengan suaranya yang khas.

“Arraseo,” Mica menatap Minseok yang juga sedang memperhatikannya.

Eomma menghampiri Minseok dan bicara, “Tolong jaga dia. eomma pergi dulu, ne?”

“Ne Eomma,” Minseok membungkukkan badan pada eomma dan appa.

Pasangan suami istri baru itupun pergi meninggalkan mereka berdua. Tidak ada sepatah kata pun yang mereka keluarkan saat itu. Mereka memilih diam tanpa suara. Mica berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke arah kamar. Belum sempat membuka pintu, Minseok memegang erat pergelangan tangan Mica.

“Ahh! Appo! Minseok-ah, kau ini kenapa?!”

Minseok menatap tajam ke arah Mica. Sudut bibirnya membentuk seringai kecil. Wajahnya sangat dekat dengan Mica.

“Mulai sekarang, panggil aku oppa.”

Mica menatap lurus mata Minseok. Astaga, apa ini? Matanya, wajahnya, senyumnya, seringainya… Kenapa penuh kharisma? Kenapa aku jantungku harus berdegup seperti ini? Omo!

“Sepertinya kau tidak tahu siapa aku. Tidak apa, nanti kau akan tahu. Jadi, Kim Michelle… Jangan lupa untuk memanggilku oppa. Arraseo?”

Mica menjawab tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari wajah Minseok, “A-arraseo. Oppa.”

Minseok melepaskan pegangan tangannya dan tersenyum jahil, “Johayo, hahaha!”

Tanpa sepengetahuan Mica, Minseok mengecup kening nya singkat lalu berjalan masuk ke kamarnya. Mica secara refleks membulatkan kedua bola matanya tanda terkejut.

Mica sadar sepenuhnya dengan apa yang terjadi barusan. Mica langsung protes dan mengetuk keras pintu kamar Minseok, “YaYa Kim Minseok! Apa yang baru saja kau lakukan?!”

Mica yang tidak terima atas perlakuan Minseok tadi hanya bisa duduk bersandar di pintu kamar Minseok sambil menggosok-gosok kasar bekas ciuman Minseok di kening nya. Benar-benar menjijikkan, pikirnya.

“Aaahh! Andwae! Keningku! Ya Kim Minseok! Aargh! Eottokhe? Haaaaa!”

***

Minseok’s PoV

“Sepertinya kau tidak tahu siapa aku. Tidak apa, nanti kau akan tahu. Jadi, Kim Michelle. Jangan lupa untuk memanggilku oppa. Arraseo?”

“A-arraseo. Oppa,” gadis itu sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dariku. Tubuhnya kaku dan nafasnya pun seperti tertahan.

“Johayo, hahaha!” aku melayangkan sebuah kecupan di keningnya.

Aku melepaskan pegangan tanganku dan berjalan masuk ke kamar sambil menahan tawa. Bisa kulihat bagaimana reaksinya sampai detik ini dari pantulan cermin di ruang tengah. Aku masih membayangkan wajahnya yang sangat lucu saat aku menatapnya dengan intens tadi. Matanya membulat dan mulutnya sedikit terbuka. Benar-benar menggemaskan, pikirku. Terlebih, saat aku melayangkan satu kecupan manis di keningnya. Aku puas. Aku tidak menyangka bisa semudah ini mengerjainya. Hampir saja tawaku meledak saat itu karena melihat ekspresi datar di wajahnya, ekspresi dimana ia belum menyadari apa yang terjadi.

YaYa Kim Minseok! Apa yang baru saja kau lakukan?!” Aku mendengar anak itu terus-menerus menggedor pintu kamarku sambil menghentak-hentakkan kakinya.

Lagi-lagi aku tidak bisa menahan tawaku saat ia berkata, “Aaahh! Andwae! Keningku! Ya Kim Minseok! Aarghh! Eottokhe? Haaaaa!”

Lucu. Adik tiriku sudah masuk dengan sendirinya ke dalam perangkapku. Setidaknya, aku mempunyai alasan yang tepat untuk selalu betah di rumah ini. Apalagi dia terlihat sangat manis.

Aku merebahkan diri di kasur baruku. Well, jadi saudara tiri tidak perlu selalu sinis dan jahat kan?

– FIN –

Iklan

5 thoughts on “Kimi Couple : A New Family

  1. Aaaaa!! Xiumin cute banget disini 🙂 Michelle juga beruntung banget X) berharap deh punya sodara tiri kaya Xiumin.. hehehe. thor.. aku punya ide kenapa ga sebaiknya tulisannya kamu rata kanan/ kiri aja biar keliatan rapi… ._.v cuma kasi saran ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s