DaeHee Entrée : This Song

daehe entree this song cover

1st DaeHee Entrée – This Song

Main Casts : Kim Jongdae (EXO-M Chen) and Shin Eunhee (@EunheeShin13)

Other Casts : Shin Gwangchul, EXO Members

Recommended Song : 2AM – This Song (이노래)

Please read Shin Eunhee’s Profile first ^^ Thanks to Mey for a nice poster 😀

2nd January 2013, 1:00 AM

XY Family Karaoke, Gangnam-Gu, Seoul

“Untuk semua perhargaan yang kita raih, untuk kesuksesan EXO di tahun 2012 dan di tahun-tahun yang akan datang, bersulang!”

Toss! Riuh teriakan beradu dengan nyaringnya bunyi aduan 13 gelas yang dibenturkan bersamaan di udara. Sedetik kemudian intro lagu MAMA menggema di udara diiringi teriakan heboh pasangan Baekyeol yang memang didaulat menguasai microphone untuk bernyanyi. Beberapa di antara mereka, Lay, Luhan, dan Sehun ikut bergabung ke tengah ruangan untuk menari bersama. Ya. Mereka ―EXO member dan Eunhee― tengah berkaraoke ria merayakan tahun baru yang sedikit tertunda. Sang leader, Suho, hanya tersenyum bahagia melihat para membernya yang tengah bersenang-senang. Begitu juga yang lainnya. Hanya Kris yang memisahkan diri dengan berada di luar menelpon seseorang. Di pojok sofa Eunhee hanya bisa tertawa melihat kelakuan Baekyol yang semakin menggila.

“Kau tidak mengantuk?” Chen yang duduk di sebelah Eunhee mencoba berbincang dengan kekasihnya. Tapi sepertinya suara yang dihasilkan pasangan-paling-ribut-di-EXO itu jauh mengalahkan suara Chen yang hanya bisa melayang entah kemana di udara. Chen pun menoel-noel pipi Eunhee supaya perhatian kekasihnya beralih kepadanya.

“Eoh, ada apa Oppa? Mianhae, aku tidak mendengar apa yang kau katakan barusan.”

Chen menatap lembut gadis berambut pendek sebahu di sampingnya, berusaha mengontrol detak jantungnya tatkala memperhatikan wajah Eunhee dalam jarak sedekat itu, “Kau tidak mengantuk, Eunbee-ah?” ulang Chen.

Eunhee mendelik heran ke arah Chen sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan tadi, “Oppa lupa? Jam segini biasanya aku masih berkelana di dunia maya. Aku sudah biasa oppa, tidak mengantuk.”

Chen mendesah mendengar jawaban kekasihnya. Pertanyaan konyol memang, err mungkin lebih tepatnya pertanyaan yang hanya untuk mendapatkan perhatian. Padahal Chen sudah tau benar apa jawabannya, mengingat kebiasaan rutinnya mengirim pesan tiada henti di jam yang sama. Mengingatkan gadisnya agar lekas terjaga. Kegiatan rutin yang dilakukan Chen untuk gadisnya selama 1 bulan belakangan. Chen mengalihkan pandangannya ke arah Kris yang baru saja kembali memasuki ruangan. Wajah Kris yang bersinar-sinar dan tengah mengulum senyum bahagia itu membuat Chen tak tahan untuk tidak bertanya.

“Telpon dari kekasih mu, Hyung?”

“Ah iya. Usaha ku sukses Chen-Chen. New Year Surprise Event ku untuknya berhasil.”

“Memangnya Gege memberikan surprise seperti apa?” tanya Eunhee penasaran. Rupanya Eunhee mendengar pembicaraan Kris dan Chen dan tertarik untuk terlibat pembicaraan itu.

“Hanya surprise kecil-kecilan, Eunhee-ya. Aku hanya mengirimkan kue tart kesukaannya, sebuah kartu ucapan dan seikat bunga.” jawab Kris.

“Wuaaah Gege hebat! Aigoo romantisnya! Pasti kekasih Gege tersentuh sekali. Gege jjang! Ah aku bisa merasakan bagaimana perasaan kekasih Gege sekarang. Dia pasti sangat bahagia. Aku jadi iri.”

DEG!

Eunhee iri kepada kekasih Kris? Bukan. Chen bukan cemburu kepada Kris. Chen hanya berpikir mengapa dia tidak kepikiran membuat hal seperti itu untuk Eunhee.

“Hahaha kau kan punya Chen, Eunhee-ya. Chen pasti jauh lebih romantis dibandingkan aku. Dia kan kekasihmu.”

DEG!

Chen merasa lain saat Eunhee terdiam sesaat mendengar tanggapan Kris dan hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Eunhee langsung mengalihkan pandangannya ke arah Luhan-Lay yang mencoba menirukan lagu Gee. Chen terdiam dengan pikirannya sejenak sampai akhirnya dia tersentak ketika Eunhee mengajaknya berdiri ikut bernyanyi dan menari bersama yang lain. Chen tersenyum singkat dan larut dalam kebahagiaan tahun baru keluarganya itu.

* * *

Hari menunjukkan pukul 3 dini hari, tetapi suasana daerah Gangnam tak kunjung menunjukkan perubahan intensitas massa yang berkurang. Tetap ramai bahkan kelewat ramai. Chen and Eunhee tengah dalam perjalanan pulang menuju apartment Eunhee di Deongdaemun. Eunhee bersikeras bahwa ia bisa pulang sendirian tapi Chen tetap dengan pendiriannya mengantarkan Eunhee sampai dengan selamat. Hening mendominasi keduanya sampai kereta mulai bergerak mencapai tujuan para penumpang.

Merasa bosan, Eunhee mengambil inisiatif untuk mendengarkan lagu. Sebelah earphone-nya dia pasangkan di telinganya sendiri, sementara sebelahnya lagi dia sodorkan kepada Chen. Mau mendengarkan lagu bersama? Itulah arti tatapan Eunhee yang ditangkap oleh Chen. Chen tersenyum dan memasangkan earphone tersebut. Sedetik kemudian alunan lagu lembut itu mulai mengalun. Chen mengerutkan dahinya pertanda lagu itu kurang familiar di telinganya.

Melihat ekspresi bingung laki-laki yang memenuhi hidupnya dalam 1 bulan terakhir, Eunhee membuka suaranya. “Ini lagu favorite ku, Oppa. 2AM – This Song. Lagu debut mereka saat masih bernaung di Cube Entertainment. Lagu lama memang, tapi aku tidak pernah bosan mendengarnya.”

Keduanya terdiam meresapi alunan suara merdu keempat pria ballad itu. Mulut Eunhee tampak bergerak mendendangkan liriknya dalam diam. Sedangkan Chen hanya terdiam mendengarkan, sesekali mencuri pandang ke arah wajah manis gadisnya.

“Oppa tahu? Aku belajar banyak dari lagu ini. Aku tahu lagu ini pertama kali saat menonton WGM Adam Couple. Saat itu Jo Kwon menyanyikan lagu ini untuk Gain di kereta. Mereka sedang dalam perjalanan berbulan madu dengan uang pas-pasan.” cerita Eunhee sambil terkekeh kecil.

“Aku bingung. Bukankah mereka idol? Uang mereka pasti banyak. Mengapa tidak memakai uang mereka saja? Apakah mereka pelit? Yang aku heran uang mereka pas-pasan, terlihat begitu mengenaskan di jalanan karena harus menghemat uang dan bersepeda di tengah badai mencapai tujuan. Padahal mobil van mereka siap mengantar, tapi mereka tetap bahagia dan tertawa bersama. Mereka selalu makan sepiring berdua, terlihat romantis padahal karena mereka cuma diberikan sedikit uang. Mereka tidak pernah mengadakan event semeriah event Teukso yang di hadapan ribuan fans saling bertukar cincin atau Woojung yang pergi honeymoon ke luar negeri. Tapi menurut ku hal-hal kecil dari mereka.. Sangat romantis dan berkesan. Walaupun aku yakin itu ada script-nya tapi tetap saja aku merasa seperti itu.”

Chen memilih untuk diam mendengarkan. Chen masih menunggu apa yang sebenarnya ingin dikatakan Eunbee nya.

“Dari situ aku belajar, Oppa. Dari mereka ditambah lagu itu. Aku belajar hal-hal kecil, tanpa event besar atau uang melimpah pun bisa bahagia. Asal tulus dan rasa kasih sayang. Lagu ini juga bisa diartikan seperti itu, Oppa. Yeoja di dalam lagu itu tidak memerlukan cincin, bunga mawar, atau hal-hal sweet lainnya. Dia akui dia memang ingin, tapi apa adanya yang dia jalani sekarang sudah cukup baginya. Yang penting bisa bersama dengan orang yang dicintai. Itu sudah cukup. Aku ingin seperti yeoja itu, Oppa. Aku ingin mencintai apa adanya. Aku tidak perlu apa-apa yang penting ketulusan dan rasa kasih sayang.”

Chen tertegun mendengarkan apa yang baru saja disampaikan kekasihnya barusan. Menatap kekasihnya yang tengah tersenyum kembali mendengarkan lagu favorite-nya. Dan lagu itu terus menemani perjalanan sunyi keduanya malam itu.

 * * *

7th January, 2013, 5:30 AM

Y Apartment, Deongdaemun-gu, Seoul

“Eunbo-ah! Ayo bangun! Kau harus siap-siap ke sekolah. Kau mau terlambat heh?!”

Suara ‘namja cerewet’ menggema di telinga Eunhee yang masih meringkuk rapat di balik selimut pororo kesayangannya. Tak lama setelahnya dia merasakan tubuhnya diguncang-guncang pelan dan selimut hangat itu perlahan menjauh dari tubuhnya.

“5 menit lagi, Oppa. Aku masih mengantuk!”

“Baiklah! 5 menit lagi kau tidak bangun dan tidak mandi juga aku akan membuang semua koleksi Poro―YAKK!! Shin Eunhee!!” Gwangchul mengaduh kesakitan karena dahinya baru saja dijitak. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Eunhee (-_-)

“Aku sudah bangun, Gwangbo Oppa! Jangan berani menyentuh koleksi ku, arra?!” balas Eunhee dengan tatapan mengantuk dan suara parau. Gwangchul hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan adik tersayangnya itu. Dia bingung bagaimana adiknya bisa bangun sendiri jika dirinya tidak berada di Seoul. Siapa yang bisa dengan sukses membangunkan adiknya?

“Aish! Kau ini! Sana mandi! Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu.”

“Jinja? Huwooh Gwangchul Oppa jjang!” puji Eunhee dengan nada yang berlebihan dan tatapan aegyo yang diperlihatkannya.

Melihat tatapan aegyo adiknya membuat Gwangchul sedikit bergidik ngeri. Bagaimana bisa yeoja-galak-menyeramkan-yang-baru-bangun-tidur tadi tiba-tiba berubah menjadi manis, menggemaskan dan penuh aegyo itu. Apa adiknya baru saja kerasukan?

Eunhee yang melihat ekspresi ngeri di wajah Gwangchul tiba-tiba menyeringai jahil. Eunhee langsung menyambar handuknya dan berlari mencium pipi Gwangchul sebelum akhirnya melenyapkan diri ke kamar mandi. Eunhee tertawa puas melihat kakak satu-satunya yang hanya terdiam di tempat. Eunhee dilawan!

* * *

“YAK! Shin Eunhee! Sarapan dulu disini bersamaku! Kau tidak berterima kasih apa karena aku sudah memasakkan sarapan untukmu?! Kau menyuruhku sarapan sendirian?!” teriak Gwangchul ke Eunhee yang tengah memasang sepatunya, bersiap menuju sekolahnya.

“Shireo Oppa! Aku sudah terlambat! Aku menjadikan sarapan darimu sebagai bekal! Gomawo Oppa! Na gada!”

BLAMM! Pintu apartement Eunhee sukses berdebam cukup keras meredam teriakan tak terima dari Gwangchul. Eunhee setengah berlari menuju basement apartmentnya sampai akhirnya dia dikejutkan sosok namja yang begitu ia kenal menunggunya di bawah. Chen dengan pakaian casual dan masker hitamnya langsung menarik Eunhee menuju stasiun kereta.

 * * *

@ Train, Seoul Metropolitan Rapid Transit, Subway Underground Line 5, From Janghanpyeong Station to Gwanjin-gu

“Tumben Oppa menjemputku pagi-pagi begini. Biasanya kita bertemu setelah aku pulang sekolah. Ada apa Oppa? Apa terjadi sesuatu? Kau tidak capek?”

Chen tertawa mendengar pertanyaan bertubi-tubi yang keluar dari mulut mungil Eunhee. Chen mengacak-ngacak rambut gadis disampingnya itu yang mendapat respon sebuah dengusan sebal dari Eunhee. Chen mengeluarkan sekaleng orange juice dan langsung disambut Eunhee dengan senyum merekah bahagia. Chen selalu tahu apa kesukaannya, pikir Eunhee. Teringat bekal yang ia bawa, Eunhee membuka kotak bekalnya dan menyodorkan ke Chen, menawarkan untuk sarapan bersama. Mereka memakan sandwich buatan Gwangchul bersama dalam diam.

“Mau mendengarkan lagu?” tawar Chen setelah menghabiskan bekal yang dibawa Eunhee tadi. Eunhee mengangguk mengiyakan. Kemudian Chen memasangkan sebelah earphone miliknya di telinga gadis itu. Eunhee tersenyum mendengarkan lagu apa yang diputar Chen untuknya.

“Hihihi Oppa tau saja kalau aku suka mendengarkan suara Jinwo―” ucapan Eunhee terhenti saat yang ia dengar bukanlah This Song dengan suara merdu 2AM, idolanya. Melainkan suara Chen, kekasihnya sendiri.

Eunhee terdiam mendengarkan dengan seksama. Sampai pada pertengahan lagu Eunhee menatap penuh arti ke arah Chen. Yang ditatap hanya membalas tatapan gadisnya itu dengan lembut, menyuruh gadis itu menikmati suaranya yang membawakan lagu kesayangan Eunhee.

Neo neun kwaen chanh ta go maleul lha ji man
Na man isseu myeon doen da go ha ji man
Haeng bokha da go neul malhae ju ji man neo neun
Teo ba la neun ge eobd da go ha ji man

(Even if you say it’sEven if you say it’s okay if I have you. Even if you say you’re happy everyday. Even if you say you don’t what anything more)

Ye bbeu go joh eun geod deul chae midd go meod jin il deul
Neo do bun myeon hi ha go ship janha Baby
Nae gyeote isseo ju myeon motha neun geol lal janha
Keu lae do nae gyeote isseo ju gedd ni

(Pretty, good things; fun, cool things. You obviously want to do these things too, Baby. by my side I can’t do these things. Regardless, can you stay by my side)

Eunhee hanyut dalam suara merdu kekasihnya. Dia sangat senang sekaligus terharu karena Chen menyanyi untuknya. Darimana Chen tahu kalau impiannya adalah lelaki yang disayanginya menyanyikan lagu ini untuknya? Apakah Chen seorang peramal? Tidak, jangan berpikir yang tidak-tidak Eunhee-ya. Eunhee dikejutkan dari lamunannya saat tangan Chen menggenggam tangannya erat. Tepat saat bagian Reff favoritenya terdengar jelas melalui earphone yang ia pakai.

Chul su idd neun ge i no lae bagge eobd da
Ka jin geo la gon i mog so li pagge eobd da
I ge neol ud ge man deul sun isseul ji mo leu ji man
Geu lae do bul leo bon da
Ni ga pada chu gil pa lae bon da

(The only thing I can give is this song. All I have is this voice. Even if this makes you laugh. But I still sing. I hope you accept it)

I no lae bagge eobd da
Cheong mal ka jin ge i mog so li pagge eobd da
I ge neol ud ge man deul sun isseul ji mo leu ji man
Keu lae do bul leo bon da
Ni ga pada chu gil pa lae bon da
Ni ga pada chu gil pa lae bon da

(I only have this song. I really have nothing but this voice. I don’t know if this will make you laugh. But I still sing.  I hope you accept it. I hope you accept it)

“Eunbee-ya, saranghanda.”

Dentingan piano yang mengiringi lagu itu semakin lama suaranya semakin melambat, mengecil dan menghilang ―tanda lagu itu telah berakhir. Tapi hal itu tidak membuat detakan jantung Eunhee berbuat hal yang sama. Justru jantungnya berdetak semakin kencang, apalagi tangan Chen terus menggenggam tangannya erat. Genggaman pertama pasangan kekasih itu. Eunhee dengan semburat merah muda di pipinya mencoba menatap Chen yang tersenyum lembut ke arahnya. Chen menghapus air mata kekasihnya itu dan membelai lembut rambut gadisnya yang membuat wajah Eunhee semakin bersemu merah.

“Op-oppa. Bagaimana kau tau, b-bagaimana kau…”

“Saat kau berkata iri dengan pacar Kris hyung yang mendapatkan surprise, aku merasa bersalah Eunbee-ya. Aku belum melakukan apapun untukmu, padahal aku kekasihmu. Aku bahkan sangat sibuk dan jarang mengabarimu, kecuali menyuruhmu tidur, dan aku tidak membuat event apa-apa untukmu. Aku menyesal sekali. Aku terus berpikir apa yang harus ku lakukan agar kau senang. Agar kau tidak iri dengan kekasih Hyung ku. Apakah aku harus membelikan mu cincin? Atau membuat event yang sama seperti yang Kris Hyung lakukan? Saat aku memikirkan tentang itu, di saat yang sama tiba-tiba kau bercerita tentang lagu ini. Seolah memberikanku petunjuk. Aku jadi tahu apa yang sebenarnya kau inginkan dan apa yang harus aku lakukan.” jelas Chen.

“Aku merekam ini semalaman dengan bantuan Henry Hyung. Kau benar. Lagu ini sangat menyentuh dan berkesan. Sederhana sekali, seperti pesan tersirat yang ada di dalamnya. Saat menyanyikan lagu ini aku terus memikirkan mu dan satu bulan hubungan kita.”

Eunhee hanya bisa menatap Chen dengan penuh keharuan. Entah kenapa air mata nya turun begitu saja. Dia terus saja mengeluarkan air mata. Tanda ia sangat bahagia dan terharu dengan kesederhanaan yang mengesankan dari pria yang dicintainya itu.

“Eunbee-ya, aku tidak tahu bagaimana menjadi romantis seperti pacar idaman mu. Aku hanya bisa melindungi mu, mencintaimu, berusaha untuk terus di sisimu dengan cintaku dan apa adanya yang aku punya sekarang. Aku belum memberimu cincin pasangan atau bahkan couple item lainnya. Tapi aku janji secepatnya. Walaupun sebenarnya itu bukan tipe ku. Tapi tak apa. Kau memang tidak memintanya Eunbee-ya, tapi kau pasti ingin kan?” kekeh Chen.

“Tapi yang jelas, aku dengan segala kesederhanaan dan ketidakromantisan ku, aku ingin mengakui satu hal Eunbee. Aku sangat mencintaimu, melebihi apapun.”

Air mata Eunhee semakin jatuh mengalir deras mendengar pengakuan namja yang disayanginya itu. Sangat terharu dan sangat romantis baginya. Eunhee benar-benar merasakan kebahagiaan menjadi yeoja beruntung yang dicintai Chen. Chen mengusap tangis kekasihnya itu dengan sapu tangan miliknya.

“Uljima.”

“Geotjimal! Oppa, kau berbohong jika tidak romantis. Tidak tahukah kalau apa yang barusan kau lakukan ini sangat romantis bagiku. Aku benar-benar terharu, Oppa. Terima kasih telah menyanyikan lagu tadi untukku. Itu impian ku, Oppa. Mendengarkan lagu This Song yang dibawakan kekasihku sendiri.” tutur Eunhee berurai air mata.

“Jinja? Yang tadi romantis, Eunbee-ya?” tanya Chen tak percaya yang dibalas anggukan mantap dan isakan kecil terharu dari kekasihnya.

“Hmm. Terima kasih Oppa. Terima kasih. Aku juga mencintaimu, Oppa. Nado saranghae.” Eunhee pun memeluk Chen. Pelukan kedua mereka setelah pelukan pertama tepat di hari pertama mereka bersatu. Baik Chen maupun Eunhee benar-benar menjadikan hari ini sebagai hari tak terlupakan dalam hidup mereka.

“Cha. Sebentar lagi kita sampai. Ini, seka dulu air matamu. Aku tidak mau yeoja ku datang ke sekolah dengan mata sembab.” kekeh Chen seraya memberikan sapu tangannya kepada Eunhee. Wajah Eunhee kembali bersemu merah. Eunhee pun memukul lengan Chen pelan.

“Yak! Memangnya gara-gara siapa mata ku jadi sembab hah? Huh! Oppa menyebalkan!” sungut Eunhee. Tapi hal itu malah membuat Chen tertawa dan semakin ingin menggoda kekasihnya itu.

“Mianhae. Setidaknya maafkan aku karena telah membuat mu sembab dengan ‘keromantisan’ ku.” goda Chen. Eunhee membulatkan matanya tak percaya dan mencubit pinggang Chen.

“YAKK! KIM JONGDAE!! KAU MAU MATI?!!”

DaeHee Entrée – This Song

― Kkeut ―

Iklan

2 thoughts on “DaeHee Entrée : This Song

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s